Prolog
Mungkin ini terakhir kali aku menggoreskan pena
Sebab setelah ini aku akan menggoreskan pisau yang tajam ke nadiku
Terimakasih Revando sayang,
dirimu telah menjadi pengantar hidupku menuju kematianku.
Terima kasih kamu telah menjadi cinta terakhirku.
Aku mengklik send, barang satu detik atau dua detik. Status kepedihan
hatiku secara lancar tanpan macet tercantum di moment we chat.
Kata-kata itu merupakan status terakhir yang ku-update di moment we
chat. Biar Revando tahu betapa sakit hatinya aku karena perbuatannya.
Aku mengambil serpihan kaca dari figura yang tergeletak. Perlahan
serpihan kaca itu kutempelkan ke pergelangan tangan kiri.
Sret…!
Ya, serpihan kaca telah berhasil merobek pergelangan tanganku. Darahdarah kental pun mulai bercucuran ke lantai. Aku tersenyum lirih kala
sayatan serpihan kaca kian merobek nadiku. Lihatnya Revando dan Rifky.
Aku yakin kalian bisa merasakan hangatnya darahku.
Aku merasakan tubuhku semakin melemas. Biarkan begini, tersudut mati
dengan sisa sayatan yang kalian gores di hatiku.
Pandanganku mulai kabur tapi aku masih bisa melihat ada bayangan
hitam dan besar muncul di depanku. Aku yakin 100% bayangan hitam
itu bayangan malaikat pencabut nyawa. Sekarang aku sudah siap nyawa
diambil olehnya.
“Selamat tinggal dunia. Revando, Rifky kalian adalah cintaku sampai
mati,” ucapku sebelum menutup mata selamanya.
Other Stories
Jodoh Nyasar Alina
Alina, si sarjana dari Eropa, pulang kampung cuma gara-gara restu Nyak-nya. Nggak bisa ker ...
Nafas Tahun Baru
Maren pindah ke apartemen kecil di lantai paling atas sebuah gedung yang hampir kosong men ...
Conclusion
Liburan Dara ke kota Sapporo di Hokkaido Jepang membawanya pada hal yang tak terduga. Masa ...
Kesempurnaan Cintamu
Devi putus dari Rifky karena tak direstui. Ia didekati dua pria, tapi memilih Revando. Saa ...
Percobaan
percobaan ...
Garuda Hitam: Sayap Terakhir Nusantara
Aditya Pranawa adalah mantan pilot TNI AU yang seharusnya mati dalam sebuah misi rahasia. ...