Mission Escape

Reads
2.2K
Votes
0
Parts
11
Vote
Report
Penulis Fathi Muin

P-d-k-t

“Mas Kean?”
“Bunga?”
“Oh … jadi kalian sudah saling kenal?” kata Bapak angkat gue.
Ternyata, Bunga kerja di kantor Bapak angkat gue. Bokapnya Bunga dan Bapak angkat gue adalah partner bisnis. Bunga bisa aja kerja di kantor Bokapnya, tapi di kantor Bokapnya lagi nggak ada lowongan pegawai. Sementara Nyokapnya dan Ibu angkat gue adalah temen arisan.
Hebat.Dunia emang seluas daun kelor.Alasan gue dibawa ke sini adalah karena Bapak angkat gue mintague untuk menjalankan kantor properti ini. Bukannya gue nggak mau. Tapi pengetahuan gue tentang ekonomi dan bisnis masih dangkal. Gue takutnya, alih-alih makin maju, malah keuangannya semakin merosot turun.
“Nggak apa-apa. Kamu bisa sambil belajar. Nanti Bunga bisa bantu kamu.”
Gue nggak tahu harus bilang apa. Nah, kalau sudah seperti ini? Gimana cara gue pulang?
***
Hampir setengah hari gue habiskan waktu di kantor Bapak angkat gue. Di sini, gue baru melihat dengan jelas hiruk pikuk kesibukan orang kantor. Mulai dari mengetik laporan dari beberapa berkas, fotokopi, membuat diagram, membuat laporan keuangan. Gue nggak tahu jadinya seperti apa kalau gue yang handle semua itu.
“Mas Kean?” Tiba-tiba Bunga datang. “Mau makan siang bareng?”
Akhirnya gue dan Bunga menuju kantin kantor. Di sana tersedia roti dengan varian rasa, nasi kuning, nasi goreng dan siomay.
“Gue pesen siomay aja. Lo?” Gue bertanya ke Bunga yang tampaknya masih sibuk menatap daftar menu.
“Aku … salad sama jus jeruk aja,” kata Bunga mantap.
“Kok, cuma pesen itu?”
“Nggak apa-apa, Mas. Aku lagi diet.” Dia tersenyum. Membuat gue hanya mengangguk manyun aja.
Begitu pesanan sudah sampai, gue pun melahap siomay yang gue pesen. Gue perhatiin Bunga juga sedang asik menikmati salad dan jus jeruknya.
“Bedewe, lo udah berapa lama kerja di sini?” Gue akhirnya membuka pembicaraan.
“Ehm … sekitar delapan bulan, Mas.”
“Betah nggak kerja di sini?” Gue tanya lagi.
“Ya betahlah, Mas. Aku nggak mau repotin orangtua. Jadi pengin dapat hasil sendiri.”
Gue mengangguk sok cool di depan Bunga.“Oh, iya. Kalau dipikir-pikir, nama lo bagus juga. Bunga. Kalau gue bisa tebak nih, mungkin Nyokap atau Bokap lo yang suka bunga? Ya ‘kan?”
Bunga malah ketewa.“Bukan, Mas. Yang kasih nama aku itu Nenek. Nenek aku itu suka banget dengan semua jenis bunga. Makanya dia yang kasi nama aku, Bunga.”
“Tapi sekarang, semua bunga Nenek aku, udah dipindahin ke rumah.”
“Ehm … jadi Nenek lo juga pindah ke rumah lo, gitu?”
Bunga tersenyum.“Bukan, Mas. Dia udah meninggal.”
Oke, itu cukup membuat gue hampir mengeluarkan semua isi mulut gue. Akhirnya gue tersenyum kecut.
***
Sampai di rumah, gue langsung merebahkan badan. Tiba-tiba ponsel gue bunyi, tanda pesan masuk.
Mas Kean, hari ini sibuk nggak?
Dari Bunga. Kalau sudah gini, roman-romannya pasti dia ngajakin jalan. Jari-jari gue menari lincah di layar smartphone mengetik balasan untuknya. Nggak nyampe lima menit, balasan Bunga muncul lagi. Dan seperti dugaan, Bunga ingin ditemani ke toko buku. Gue pun langsung menancap gas mobil untuk ke rumah Bunga.
Sebelumnya gue nggak pernah diajak sama cewek. Bunga adalah satu-satunya cewek yang ngajak gue keluar. Walaupun ke toko buku.Kalau diinget-inget lagi masa lalu yang suram, pernah sih, ada cewek yang ngajakin gue keluar. Iya, dia minta gue keluar bareng dia. Ketemu temen dia. Dan pada akhirnya gue disuruh pulang.
Niatnya mau pedekate malah kayak nggak dianggap.
Ngomongin soal Pedekate, gue pernah pedekate dengan cewek waktu masih SMP.Namanya Laras. Laras ini orangnya pinter banget. Terkadang, dia selalu buat semacam teka-teki di depan kelas. Atau nggak, dia buat semacam kode dari rumus matematika yang sulit untuk dijawab.Saat itu gue dengan pedenya nembak dia melalui surat.
Dear Laras.
Gue suka sama lo sejak pertama kita bertemu. Mau nggak lo jadi cewek gue?
From: Kean.
Besoknya, di laci meja gue, tiba-tiba gue mendapati sebuah kertas.
Di depannya bertuliskan
To: Kean.
From: Laras
Napas gue udah kembang-kempis. Jantung gue udah berdetak nggak normal. Gue endus-endus surat itu, lalu gue buka kertasnya sampai terlihat susunan kata di sana.
Gue mau jadi cewek lo, asal lo …
Gue kira kalimat setelahnya adalah, asal lo bisa setia dan nggak selingkuh. Tahu-tahunya …
Asal lo bisa nyelesaiin soal ini:
(-28) – (-74) + (-27) = …
Buset.
Ini surat jawaban apa soal UN?
Akhirnya gue nyerah buat dapetin Laras. Gue udah kira, cowok yang bakal Laras terima yang jago banget matematika. Dan gue paling buntu kalau soal matematika. Mendingan gue jungkir balik seribu kali daripada ngerjain soal matematika.
***
Setelah hampir dua jam nemenin Bunga di toko buku. Dia juga udah beli buku yang dia mau. Kita lalu singgah makan di salah satu rumah makan padang. Tahu sendiri ‘kan? Rumah makan padang seperti apa? Menyajikan berbagai makanan santan dan menggugah selera.
Gue ambil aja apa yang ada di etalase makanan. Sementara Bunga hanya mengambil sesendok nasi, sayur dan satu telur ceplok.
“Lo masih diet, ya?”
Dia mengangguk.Gue pikir sih, Bunga dietnya normal-normal aja. Dia hanya mengurangi porsi dan mengatur komposisi makanan yang dia makan.
Setelah makan, tiba-tiba Bunga ngajakin pergi ke sebuah taman.Sumpah, seumur hidup, cewek mana yang mau ngajakin gue jalan? Ke taman lagi. Ini kayak nge-date aja.Dengan suka hati, akhirnya gue menancap gas mobil ke taman yang dimaksud Bunga.
Hari sudah menginjak sore. Beberapa orang mulai berdatangan untuk sekadar berjalan-jalan di taman ini. Bunga ambil tempat duduk ditepi jalan.Dia mulai bercerita tentang bagaimana kehidupan waktu kecilnya. Waktu pertama kali dia belajar renang, Waktu pertama kali dia belajar naik sepeda. Which is itu nggak penting-penting amat menurut gue.
Hingga di menit berikutnya, dia terdiam.
“Ada sesuatu yang pengin aku bilang ke Mas Kean.”
“Apa?” Gue langsung penasaran.
“Aku suka sama Mas.”
Mata gue segera melebar. Ini nggak mungkin.

Other Stories
Testing

testing ...

People Like Us

Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...

Dear Zalina

Zalina,murid baru yang menggemparkan satu sekolah karena pesona nya,tidak sedikit cowok ya ...

Hopeless Cries

Merasa kesepian, tetapi sama sekali tidak menginginkan kehadiran seseorang untuk menemanin ...

Viral

Nayla, mantan juara 1 yang terkena PHK, terpaksa berjualan donat demi bertahan. Saat video ...

Setinggi Awan

Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...

Download Titik & Koma