Chapter 10 : Kembali Bersatu
Yanti sadar, terlalu cengeng dan lemah bila ia memikirkan sikap Danang yang kekanak-kanakan itu. Danang terlalu sensitif dan emosional dalam memandang masalah. Ditahannya sang Ibu bukan semata kesalahan Yanti, melainkan kesalahannya sendiri. Yanti tetap bergeming dan tak terpengaruh dengan intervensi dari siapa pun, termasuk kekasihnya sendiri, sehubungan dengan tugas yang dikerjakan.
Sebagaimana Srikandi yang teguh memegang prinsip kebenaran dan keadilan. Tak sekali-kali hatinya lena hanya karena rasa belas kasih dan sentimen keluarga. Ia siap menerima resiko kehilangan apa yang dicintainya, seperti halnya Srikandi kehilangan Bisma yang tak lain perwujudan dari kekasih hatinya. Yanti yakin, cinta tak akan ke mana bila ia tetap berdiri di atas kesucian hati dan dilambari penerimaan diri yang tulus tanpa pamrih apa pun.
Sekali lagi Yanti mencoba meluluhkan benteng keangkuhan hati Danang yang masih diselimuti awan hitam kebencian dan kemarahan. Tapi bukan bicara langsung pada Danang, melainkan kepada ibunya. Beda dengan Danang, Kanjeng Ibu tak menampakkan rasa marah dan benci kepada Yanti. Toh, sekalipun Yanti tidak menjadi polisi atau bagian dari tim buser atas kasus pembunuhan Tuti, dirinya akan tetap ditangkap dan ditahan. Kanjeng Ibu menyadari proses hukum tak pandang siapa.
“Maaf, Kanjeng Ibu. Saya tak mengerti, kenapa Danang jadi membenci saya. Dia tak mau menemui saya lagi,” tutur Yanti mengadu.
“Jangan cemas, Yanti. Aku tahu persis anakku. Dia sangat mencintaimu lebih dari segalanya. Dia memang sempat terpancing emosi ketika mengetahui aku ditangkap dan ditahan. Tapi percayalah, kemarahannya tak akan berlangsung lama. Biar nanti aku bicara padanya,” kata Kanjeng Ibu meyakinkan.
“Tapi saya khawatir dia tidak akan pernah bisa memaafkan saya atas persoalan ini?”
“Dengarkan aku, Yan. Aku percaya sama kamu. Hanya kamu satu-satunya perempuan yang kuyakini bisa mendampingi anakku. Hanya kamu yang bisa mengerti dia. Tolong, jaga dan rawat dia selama aku tidak ada. Jangan biarkan dia melakukan perbuatan tolol seperti yang dilakukan ayahnya. Cinta dan kesetiaanmu akan menjadi tameng dari segala godaan di luar. Dia harus menjunjung tinggi kehormatan dan martabat trah Haryokusuma. Aku yakin kamu bisa menjalankan peranmu sebagai istri yang baik buat anakku!”
Yanti tercenung. Kata-kata Kanjeng Ibu membesarkan hatinya.
Dua hari kemudian, Danang muncul di hadapannya. Sepertinya dia telah bicara dengan ibunya. Mungkin Kanjeng Ibu yang menyuruhnya datang menemuinya. Danang memang anak yang berbakti dan sangat mencintai ibunya. Apa pun perintah beliau dipatuhinya. Tapi tidak seperti biasa wajah Danang tampak muram. Perasaan Yanti berdebar tak karuan.
Di sudut hatinya masih ada rasa cemas dan galau yang membayangi. Biar bagaimana, tentu perasaan Danang telah berbeda sejak mencuatnya kasus ini. Seperti ada tembok yang tiba-tiba menjulang menghalangi keduanya. Yanti masih menyimpan rasa khawatir Danang akan pergi meninggalkannya. Mungkin kedatangannya kali ini adalah pertemuan terakhir mereka, sekadar untuk mengucapkan salam perpisahan.
“Yanti…!” Terdengar suara panggilan Danang yang bergetar, seakan menahan seribu gejolak dalam dada.
Yanti hanya diam menunggu.
“Maafkan aku karena aku tak bisa… melanjutkan hubungan kita!”
Akhirnya, pernyataan itu mencuat juga. Yanti tercekat dan ternganga. “Mas…?” Suaranya seakan tersekat di tenggorokan.
“Ini memang sangat menyakitkan, Yan. Tapi kamu tahu apa yang telah terjadi? Ibuku sekarang ditahan dan telah menyandang status narapidana. Kami bukan lagi keluarga terhormat!”
“Aku juga minta maaf atas kejadian ini. Bukan maksudku untuk…” Belum selesai Yanti bicara segera dipotong Danang.
“Tidak, Yan! Kamu tidak perlu minta maaf. Kamu tidak bersalah. Kamu hanya menjalankan tugas. Aku yang semestinya minta maaf karena telah marah-marah dan memusuhimu. Sikapku sangat bodoh sekali. Tapi kini aku sadar, diriku begitu hina di hadapanmu. Hidupku kini tak ubahnya setitik kotoran di mata semua orang, terlebih di mata keluargamu. Itu yang menyebabkan beberapa hari ini aku tak berani bertemu denganmu. Aku malu! Sangat malu!” ujarnya sambil menundukkan kepala dalam.
“Jadi, kamu tak benar-benar membenciku, Mas?” tukas Yanti.
“Aku tak pernah bisa membencimu, Yan. Karena aku sangat mencintaimu. Tapi aku sadar bagaimana kedudukanku sekarang. Aib yang menimpa keluargaku bisa mengganggu hubungan kita. Sebelum kamu dan keluargamu menyatakan keberatan, maka aku rela kalau kita putus. Demi kebaikanmu dan masa depanmu yang lebih baik, Yan. Kamu pantas mendapatkan yang lebih dari aku!”
“Tidak, Mas! Kamu keliru kalau menganggap aku dan keluargaku menjadikan masalah ini sebagai ganjalan. Kita sudah lama menjalin hubungan, kamu sudah mengenal bagaimana aku dan keluargaku. Kami menerimamu setulusnya, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu…”
“Tapi, Yan?”
“Tolong, Mas! Jangan hancurkan impian dan cita-cita indah yang sudah kita bangun. Apakah kamu tidak percaya lagi pada kekuatan cinta kita? Aku mencintaimu, Mas. Aku tidak bisa hidup tanpamu!” Yanti tak dapat menahan perasaannya lagi. Ia segera menghambur dan memeluk Danang. Tangisnya pecah.
Danang tertegun beberapa saat. Bola matanya berkaca-kaca, disekap rasa haru. Tampaknya ia tak bisa mengingkari hati kecilnya bahwa dirinya pun tak bisa hidup tanpa Yanti, tanpa cinta sejati di sampingnya. Hatinya justru diluapi oleh gelombang rasa bahagia karena menyadari begitu besar cinta Yanti kepadanya. Dengan lembut ia kemudian membalas pelukan Yanti. Berbisik di telinganya, “Terima kasih, Yan. Aku berjanji akan membahagiakanmu. Dengan segenap cintaku!”
Langit pun kembali cerah. Menerangi hati dua insan yang diliputi bunga cinta!
Selesai
Other Stories
Terlupakan
Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...
Balada Cinta Kamilah
Sudah sebulan Kamaliah mengurung diri setelah membanting Athmar, pria yang ia cintai. Hidu ...
Melinda Dan Dunianya Yang Hilang
Melinda seorang gadis biasa menjalani hari-hari seperti biasa, hingga pada suatu saat ia b ...
Dream Analyst
Frisky, si “Dream Analyst”, bersama teman-temannya mengalami serangkaian kejadian meny ...
Hati Diatas Melati ( 17+ )
Melati adalah asisten pribadi yang perfeksionis dengan penampilan yang selalu tertutup dan ...
Bagaimana Jika Aku Bahagia
Sebuah opini yang kalian akan sadari bahwa memilih untuk tidak bahagia bukan berarti hancu ...