Prolog
“Jangan membuat kami sial, jika kau tidak ingin kami buat sial juga.”
Suara itu berkali-kali terdengar di telinga keenam orang kini melingkar di kegelapan. Tidak ada yang bisa mereka perbuat karena ketakutan menjalari tubuh mereka.
Tidak jauh dari mereka terlihat tiga sosok yang tidak bisa didekripsikan bantuknya.
Kabut tebal, meleleh dan berbulu. Ditambah bau anyir yang menusuk hidung mereka.
Ruangan yang gelap dan hanya lampu kamera yang menyala menyorot kegiatan mereka.
”Jangan ingat! Jiwa kalian bersama kami dan akan selamanya bersama kami.”
Cahaya putih datang menghampiri mereka dan mereka lenyap dengan cahaya yang datang itu, lenyap tak kembali.
“Kalian yang memulai dan kalian yang harus mengakhirinya. Semua tabir yang terbuka tidak akan bisa kembali lagi.”
Other Stories
Reuni Mantan
Arif datang ke vila terpencil bersama para mantan Sarah lainnya. Ketika seorang pembunuh m ...
Impianku
ini adalah sebuah cerita tentang impianku yang tertunda selama 10 tahun ...
Hellend (noni Belanda)
Pak Kasman berkali-kali bermimpi tentang hantu perempuan bergaun kolonial yang seolah memb ...
Akibat Salah Gaul
Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...
Luka
LUKA Tiga sahabat. Tiga jalan hidup. Tiga luka yang tak kasatmata. Moana, pejuang garis ...
32 Detik
Hanya 32 detik untuk menghancurkan cinta dan hidup Kirana. Saat video pribadinya bocor, du ...