Prolog
Kamar 107, 01.30 WIB.
Gadis berambut panjang yang hanya menutupi tubuhnya dengan selimut itu beranjak dari tidur dan duduk di tepi ranjang yang berantakkan. Mengamati seorang laki-laki yang tengah mengambil kemeja putih dari lantai dingin di kamar mereka yang hangat, lalu mulai memakainya. Disusul dasi merah marun bergaris putih yang diambilnya dari sisi ranjang. Di mana ia mengikat gadis pujaannya tadi malam.
“Kau akan pergi?” tanya gadis itu, manja.
“Ya, aku ada pekerjaan.”
“Tetapi kau bisa pergi subuh nanti. Aku masih rindu.”
“Besok kita lanjutkan. Aku akan ke mari setelah selesai dengan pekerjaanku.”
“Sungguh?”
Laki-laki berwajah cantik itu mengangguk. Memakai jas dan merapikannya lagi di depan cermin.
“Baiklah, aku akan menunggumu di sini.”
Gadis itu berdiri, memeluk lelakinya dari belakang dengan erat. Lima detik kemudian melepaskannya, membalik tubuh lelakinya dan mengecup bibirnya sebentar sebelum laki-laki yang selalu dipujanya itu pergi.
“Pastikan kau tidak meneleponku.”
“Aku mengerti.”
***
Kamar hotel 1013, 06.28 WIB. keesokkan harinya.
Laki-laki berwajah seperti perempuan yang mengenakan piyama tidur itu tersenyum melihat berita televisi. Sambil menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur, wajahnya seketika semringah mengingat ekspresi gadis yang menjadi kekasih sekaligus rekan bisnisnya beberapa minggu belakangan. Sangat cantik dan indah dibandingkan ketika ia di atas ranjang.
Namun, senyum merekah yang membuat siapa saja jatuh hati itu tiba-tiba lenyap. Wajahnya menyiratkan keraguan yang tak dibuat-dibuat, seperti ketika ia tengah menyakinkan gadis-gadis muda yang tertarik pada uang dan barang-barang mewah. Khas wanita.
“Apa dia melihatku?” gumamnya, lebih kepada diri sendiri.
Di layar televisi, si pembawa acara masih saja membacakan berita yang tengah heboh di Bengkulu beberapa waktu belakangan. Di mana mayat seorang gadis dalam keadaan tanpa busana ditemukan di dalam kantong plastik hitam di taman kota.
***
Other Stories
Hati Yang Beku
Jasmine menatap hamparan metropolitan dari lantai tiga kostannya. Kerlap-kerlip ibukota ...
Kala Kisah Tentang Cahaya
Kala, seorang gadis desa yang dibesarkan oleh neneknya, MbahRum. tumbuh dalam keterbatasan ...
Waktu Tambahan
Seorang mantan pesepakbola tua yang karirnya sudah redup, berkesempatan untuk melatih seke ...
Daisy’s
Kisah Tiga Bersaudari ...
The Truth
Seth Barker, jurnalis pemenang penghargaan, dimanfaatkan CEO Kathy untuk menghadapi perebu ...
Balon Kuning Di Ujung Jalan
Liburan ke rumah teman masa SD sangat menyenangkan apalagi diperkenalkan berbagai permaina ...