Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan

Reads
1.4K
Votes
9
Parts
12
Vote
Report
Arungi waktu; ombak bergulung, waktu berderai—namun jangkar tak pernah ia turunkan
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Penulis Ivoryfloome

BAB II: DUNIA YANG ASING

Laboratorium dan Rindu

SMK Kesehatan Tirta Medika bukan sekolah elit. Gedungnya sederhana, laboratoriumnya terbatas, dan guru-gurunya sering terlihat lelah. Tapi bagi Arunika, ini adalah jalan menuju mimpi keluarganya.

Di kelas, ia selalu duduk di barisan depan. Ia rajin mencatat, menghafal rumus kimia, memahami struktur obat, dan mengikuti praktikum dengan tekun.
Tapi di balik semua itu, ada sesuatu yang terasa salah.

Ia tak pernah merasa “hidup” saat memegang alat laboratorium. Ia tak merasa bersemangat saat belajar tentang dosis obat. Ia merasa seperti aktor yang sedang memainkan peran yang bukan miliknya.

“Aku kok kayak nggak cocok ya, di sini?” gumamnya suatu malam, sambil menatap buku farmakologi yang terbuka di meja kecil kamarnya.

Tapi setiap kali ia mulai meragukan, wajah ayah dan ibu muncul di benaknya. Suara ibu yang berkata, “Kamu anak pintar, pasti bisa.” Suara ayah yang bilang, “Nanti kamu bisa bantu adik-adik sepupu dan keponakanmu kuliah.”

Maka, Arunika terus berjalan. Ia terus belajar. Ia terus meraih prestasi. Juara kelas. Juara lomba karya tulis ilmiah. Bahkan, ia dipilih menjadi perwakilan sekolah dalam lomba kesehatan tingkat provinsi.
Tapi di tengah semua itu, hatinya perlahan-lahan mengering.

Hanya di pantai, saat malam tiba, ia merasa hidup. Saat angin laut menyapu wajahnya, saat ombak memanggil namanya, saat bulan purnama memantul di air seperti janji yang tak pernah pudar.
Di sana, ia merasa laut tidak menuntut apa-apa. Laut hanya menerima. Seperti ibu yang tak pernah bicara, tapi selalu tahu kapan anaknya sedang menangis.



Mimpi yang Tidak Pernah Diucapkan

Dalam jurnal rahasia yang disembunyikannya di bawah kasur, Arunika menulis:

“Aku ingin jadi penulis. Aku ingin menulis tentang laut. Tentang orang-orang di desa. Tentang perempuan yang melawan arus. Tapi siapa yang akan membaca tulisan anak desa?”

Ia tidak pernah memberi tahu siapa pun. Tapi laut tahu. Karena setiap malam, ia membacakan kalimat-kalimat itu pada ombak.

Dan ombak selalu mendengarkan.

Other Stories
Autumn's Journey

Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Ablasa

Perjalanan Nindya dan teman-temannya ke Nusakambangan berubah mencekam saat mereka tersada ...

Buah Mangga

buah mangga enak rasanya ...

Gadis Loak & Dua Pelita

SEKAR. Gadis 16 tahun, penjual kue pasar yang dijuluki "gadis loak" karena sering menukar ...

Cinta Di Balik Rasa

memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...

Download Titik & Koma