Kisah Cinta Super Hero

Reads
2.9K
Votes
0
Parts
22
Vote
Report
Kisah cinta super hero
Kisah Cinta Super Hero
Penulis Dwi Nurcahyono

Bab 7 - Daya Cinta, Daya Listrik, Dan Daya Tahan Hoodie

Bab 7 - Daya Cinta, Daya Listrik, dan Daya Tahan Hoodie

Kalau kamu pikir hidup saya udah cukup rumit, tunggu sampai kamu ditembak cewek, dijudesin adik kelas, dan disamber manusia besi dalam waktu tiga hari.

Iya. Tiga hari.

Senin pagi, hidup saya masih aman.
Saya duduk di kantin, makan nasi uduk dengan tenang. Sampai tiba-tiba Wulan duduk di seberang saya, senyum manis, lalu bilang…

“Cahyo, kamu tau gak... aku tuh suka sama kamu dari dulu.”
Saya hampir keselek orek tempe. Kamu suka saya dari dulu. aku suka Evi dari dulu. Aku nyatain cinta 9 x. kamu baru bilang sekarang. selama ini derita cinta sudah saya lalui. saat semua berubah dan saya tidak bisa dicintai karena status kedua saya membahayakan  orang yang saya cintai. saya sekarang agak males jatuh cinta.

Saya cuma bisa melongo. Wulan senyum kecil, sambil mainin sedotan plastik.

“Kamu lucu. Polos. Baik. Kadang bodoh, tapi... ya itu justru yang bikin aku nyaman.”

Saya masih diem. Bukan karena sok cool. Tapi karena otak saya lagi buffering. Setelah bertahun-tahun cinta saya ditolak Evi, sekarang tiba-tiba… Wulan?

Sebelum saya sempat jawab, tiba-tiba suara dari belakang.

“Kaaaak~ Wulan ngapain sih deket-deket? Kak Cahyo udah kenyang, gak perlu disuapin perasaan.”
wulan sudah nggak marah lagi setelah tahu status Sefia. yap. dia percaya Sefia adalah adik sepupu saya.
Itu Sefia. Datang entah dari mana, bawa tas jinjing dan energi menggelegar.


Dan sejak itu, hidup saya jadi semacam sinetron dengan tema superhero, tapi ditulis oleh penulis naskah FTV.

Sefia makin cerewet.
“Kak Cahyo, tadi lupa bawa buku Biologi.”
“Kak Cahyo, rambut kamu awut-awutan, kayak korban angin puting beliung.”
“Kak Cahyo, lo tuh kayak... balon udara: terbang tinggi tapi gak jelas arahnya.”

Saya cuma bisa angguk. Kadang pasrah, kadang pengen menyamar jadi tong sampah. Wulan tertawa.

Dan Evi?
Mulai aneh.
Tiap ketemu saya, dia suka nyentil pelan.
“Cahyo, kenapa sih akhir-akhir ini keliatan keren?”
“Cahyo, Kamu jaga-jaga ya. Banyak cewek mulai merhatiin kamu”
“Cahyo, kalo misalnya... cewek yang dulu kamu kejar... tiba-tiba tertarik, kamu gimana?”
Saya makin bingung.
Hati saya seperti aplikasi GPS tanpa sinyal.



Tapi malam itu, semua kekacauan romansa harus saya tunda. Karena aplikasi HandoyoNet bunyi lagi.

Notifikasi merah:
“SUBJEK: FERROHUMAN”
Status Sangat Berbahaya.

Lokasi: Gudang logistik, belakang terminal.
Target: Mutan baru, dengan kemampuan mengubah tubuhnya menjadi besi.


Saya dan Sefia langsung berangkat.

Saya pakai hoodie hijau neon kebanggaan. Topeng menyala garis hijau di kanan kiri. Sarung tangan masih standar.

Sefia seperti biasa, hoodie pink dan semangat kayak anak kecil dapet permen.

Tapi malam itu… gak biasa. Kami tiba di gudang. Suasana mencekam. Dan di tengah ruangan, berdiri seorang pria... tinggi, kurus...
lalu perlahan tubuhnya berubah jadi logam mengilap.

WHUSSSS!!!
Dia lempar peti kayu.

Saya loncat, tangkis. Tapi...
Tiba tiba laki laki itu berada di depan saya dan meninju bertubi tubi

Buk buk buk buk

Hoodie saya sobek. Sarung tangan rusak. Topeng saya retak.
[Sefia awas orang ini bisa mengubah tinjunya jadi benda tajam]
Saya tetap bertahan.
Sefia bantu dorong peti logam ke arahnya, tapi dia cuma geleng, dan tubuhnya jadi makin kokoh, kayak... colokan listrik merk baja.

Saya nyaris keok.
Lalu...

Zzzzt!!

Tiba-tiba... petir kecil muncul dari sarung tangan saya.
Ternyata… sisa energi dari uji coba alat Pak Handoyo tadi siang!

Saya tekan tombol darurat di sisi kiri.

“ACTIVATING STUN GLOVE PROTOTYPE 1.0”

Sarung tangan hijau itu menyala.
Listrik meloncat dari jari ke jari.

Saya loncat, hajar si manusia besi tepat di dada.
Zzzzt—DOR!!

Dia terpelanting.
Tubuhnya kembali jadi manusia biasa.

Saya nyengir. “Listrik, bro. Lo bisa keras kayak besi. Tapi gue... PLN cabang Embong ungu”


“Kita beneran harus berantem sama Iron Man KW, ya?”



“Kepalanya kayak termos. Aku udah targetin lehernya.”

Sefia berdiri di sampingku. Hoodie pink-nya berkibar angin.

“aku urus kabel. kamu urus listrik. Kita masak dia kayak nugget!”

Lau dia bangkit lagi.
BRAAK!
Pertarungan dimulai. Aku melompat, ngindar tebasan. Tangan berubah jadi pedang bisa muter 360 derajat kayak kipas angin.
“JANGAN DEKET-DEKET! NIH ORANG PAKAI PEDANG OTAK TULANG!”

Sefia mengangkat tangannya.
Kabel-kabel listrik dari dinding pabrik melesat dan melilit tubuh si pria besi.

“Kabel udah ngiket, Cahyo! SETRUM SEKARANG!”

Tanganku nyala biru lagi
ZZZZZTTTTTTT!!
Listrik menyambar dari jauh. Tubuh si pria gemetar, kilat menyala-nyala di tubuh logamnya.

“Wah, kayak toaster meledak,” bisik Sefia.



Fredy:

“GILIRAN SAYA!”
DOR!
Peluru bius mengenai bahu mutan itu. Entah bagaimana peluru itu kini bisa menembus kulitnya yang terbuat dari besi. pasti teknologi Dolce.
FUUUSHHH!!
Asap keluar dan menyebar. Kami semua mundur.

Pria itu terbatuk, tubuh logamnya perlahan berubah jadi daging dan tulang lagi.


Kami mendekat pelan. Dia menatap kami dengan pandangan lelah.

“Aku dulu tukang las… kerja rodi... kena semburan limbah pabrik... mereka bilang, itu bonus. Bonus apaan!?”

Aku dan Sefia saling pandang.
Sefia menyuntikkan serum penetral ke lehernya.
Pelan-pelan, dia pingsan dengan damai.


Kami bertiga duduk di puing pabrik.
Fredy nyalain termos teh elektrik
Sefia buka bekal, nasi goreng sosis.

“Ngomong-ngomong, ini musuh ketiga minggu ini,” kataku sambil ngelap peluh.
“Dan kenapa semua mutan kayak punya dendam sama sistem penggajian?”

Sefia nyengir, "Karena dunia ini nyakitin. Makanya kita harus jadi obat... meski bentuknya kabel, peluru, atau listrik.”

Fredy “Atau teh manis panas. Coba aja.”

Kami semua tertawa kecil. Di balik kelelahan, ada rasa puas.
Karena kadang, menyelamatkan dunia memang seperti menyelamatkan logam dari karat.



Kami menang.
Tapi hoodie saya... hancur total.

Besok paginya, saya ke lab Pak Handoyo.

“Kamu butuh model baru,” katanya santai, pakai dasi tapi gak pakai celana (ini udah biasa).

Dolce datang sambil bawa segulung kain hijau.

“Sayang sekali Hoodie kamu, Cahyo. Tapi jangan khawatir... aku sudah siapkan sesuatu yang lebih... zing~!”

Dia keluarkan setelan baru, Hoodie hijau daun Topeng dengan garis kilat menyala. Sarung tangan listrik.Dan celana panjang yang... (ya syukurlah, celana masih celana, bukan rok).

Saya pakai. dan melihat cermin. Dan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya bisik ke bayangan sendiri.

“Kamu keren juga, Yo.”


Tapi di sekolah…
saya makin gak tenang.

Karena Wulan makin perhatian,
Evi makin sering ngecek saya,
Sefia makin tempel kayak stiker motor,
dan saya?
Masih belum punya SIM C, tapi udah jadi supir semua perasaan.




Other Stories
Buku Mewarnai

ini adalah buku mewarnai srbagai contoh upload buku ...

Di Bawah Panji Dipenogoro

Damar, adalah seorang petani yang terpanggil untuk berjuang bersama mengusir penjajah Bela ...

Pantaskah Aku Mencintainya?

Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...

Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

DARAH NAGA

Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...

After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Download Titik & Koma