Metafora Diri

Reads
444
Votes
6
Parts
6
Vote
Report
Penulis Othsha

Biduk Pernikahan

Setahun pernikahan, Kirana kembali dihantam duka yang hampir melenyapkan kewarasannya. Sang ibu yang selama ini menjadi wanita yang selalu menjadi payung peneduh dan sahabat terkaribnya, dipanggil kembali pulang oleh Sang Pencipta. Tangisan dan teriakan Kirana menggema saat kabar duka itu datang. Wajah manis dan lembut sang ibu yang selama ini selalu tergantung manis di salah satu figura hatinya, menyelimuti benak Kirana. Ia tidak menyangka bahwa penyakit Stroke dan Alzheimer merenggut sang ibu dari mereka.

Tiga tahun sebelum pernikahan Kirana dan Noah, sang ibu mengalami stroke ringan sehingga ia harus merawat sang ibu bersama saudaranya yang lain. Penyakit Alzheimer yang dulu belum cukup dikenal, ternyata juga menggerogoti ingatan sang ibu dimana acapkali ia melupakan keberadaan Kirana dan saudaranya. Ingatan sang ibu kembali saat ia masih muda dan masih mengecap kebahagiaan hidup. Terkadang Kirana merasa teriris setiap kali sang ibu melupakan nama dan rupa mereka.

Saat Kirana menikah, sang ibu dirawat oleh saudara kandung Kirana. Kirana menjadi tinggal jauh dengan sang ibu. Dan kepergian sang ibu pun dapat disaksikan langsung oleh Kirana. Hal itu menjadi salah satu penyesalan terbesar bagi Kirana. Sang ibu saat dalam kondisi ingatan yang membaik, beberapa kali menanyakan masalah cucu kepada Kirana, yang membuat gadis itu merasa sedih karena di tahun pertama pernikahan dirinya dan Noah, ia mengalami keguguran.

Cucu yang diharapkan oleh sang ibu, sampai ajal memanggil, tidak bisa dilihat oleh wanita tua itu. Kirana memendam kesedihan yang mendalam, tetapi ia tak bisa membaginya dengan Noah. Lelaki itu ternyata cukup pasif dan bukan lelaki yang cukup cakap untuk menenangkan gemuruh duka yang menyelimuti Kirana. Dalam pernikahan mereka yang masih seumur jagung, Kirana pernah ingin memutuskan untuk berpisah dengan lelaki itu.

Trauma yang Kirana alami muncul lagi ke permukaan saat gadis harus kehilangan sang ibu dan perlakuan yang ia rasakan saat menikahi Noah. Ia akhirnya menyadari bahwa masa berpacaran yang cukup lama, tidak menjamin bahwa ia sudah cukup mengenal Noah dengan baik. Ia juga tidak bisa berbaur dengan keluarga besar Noah karena perbedaan budaya, prinsip keluarga dan pola didik yang mereka junjung selama ini.

Pada dasarnya, Kirana dan Noah jarang sekali bertengkar, tetapi campur tangan pihak ketiga terkadang membuat keduanya bergesekan. Kirana dan Noah sudah berusaha menyiasati hal itu, agar tidak mempengaruhi pernikahan mereka, tetapi jiwa muda mereka terkadang masih menguasai emosi keduanya hingga perdebatan itu terkadang mencuat.

Pada akhirnya, untuk menyelamatkan pernikahan mereka Noah mengalah dan mengikuti keinginan Kirana untuk pindah keluar kota. Kehidupan pernikahan mereka membaik, begitu juga dengan finansial mereka yang carut-marut di masa awal pernikahan mereka. Namun, masalah tetap saja muncul untuk mendatangkan duka. Kirana kembali mengalami keguguran yang menyebabkan Kirana cukup trauma untuk hamil. Ia takut merasakan kehilangan lagi.

Duka yang ia rasakan saat kehilangan sang ibu masih lekat membekas, lalu ia harus merasakan kehilangan janin yang ia kandung. Noah terus berusaha menguatkan Kirana dan mendampingi sang istri dengan sabar. Dua tahun pernikahan mereka, emosi Kirana masih cukup labil karena pukulan hebat yang ia rasakan setelah kepergian wanita yang paling ia cintai itu. Kesabaran Noah teruji yang membuat Kirana semakin mencintai suaminya itu.

Kirana merasakan kebahagiaannya penuh saat Tuhan menghadiahkan mereka keturunan, yang mereka dapat dengan cara yang tidak mudah. Banyak jatuh bangun yang mereka alami, berobat ke banyak tempat. Alternatif mau pun medis sudah mereka jalani, hingga akhirnya semuanya terbayar saat Kirana dinyatakan positif hamil. Kehamilan pertama Kirana pun tak mudah, ia harus mengalami pendarahan sejak bulan kedua hingga bulan ketujuh kehamilannya.

Namun, kuasa Tuhan tak bisa dilawan manusia. Bayi pertama mereka lahir dengan sehat dan selamat. Kebahagiaan merek kembali terusik dengan campur tangan pihak ketiga, yang membuat Kirana muak dan akhirnya melakukan konfrontasi kepada pihak ketiga dan Noah. Ia tidak ingin kehidupan keluarga kecilnya dipengaruhi oleh orang lain yang tidak bisa memahami diri dan prinsipnya. Kesabaran Noah kembali diuji, Kirana meminta ia memilih.

Kirana sudah bersiap untuk keadaan terburuk saat itu.

"Silakan pilih, aku atau merela! Kamu tau gimana usaha aku untuk bisa bersikap di mereka! Kalo memang selalu aku kurang, ayo kita pisah! Aku akan bawa Nakula bareng aku!" seru Kirana dengan tatapan tak tergoyahkan. Ia sudah cukup lelah dengan status barunya sebagai seorang ibu. Ia tidak ingin ada orang lain yang mengintervensi hidup dan keluarga kecilnya.

Noah terdiam. Ini ada pertengkaran kedua terbesar mereka sejak mereka menikah. Ia bisa melihat Kirana serius dengan ucapannya. Ia menghela nafas panjang, ia sangat mengenal sikap keras kepala dan nekat Kirana, jika dirinya diusik.


"Sayang, kita pindah. Oke? Kamu baru lahiran, dan kondisi kamu juga belum fit betul. Kita pindah, mau ya?" bujuk Noah. Perkataan Noah kembali menyelamatkan biduk rumah tangga mereka.

Pada akhirnya, mereka memutuskan untuk hidup di bawah atap rumah mereka sendiri. Meski harus hidup terseok-seok karena masalah finansial sejak mereka kembali ke kampung halaman mereka. Mereka berusaha bangkit dan saling menguatkan. Tak ada yang mudah dalam kehidupan seorang Kirana. Mulai dari ia kecil hingga dewasa, banyak rintangan yang harus ia hadapi. Ada masa bahagia, tetapi selingan duka lebih banyak menghampiri.

Kirana tak pernah meminta untuk dilahirkan, ia juga tak meminta untuk mengalami pasang surut kehidupan yang seberat itu, tetapi terkadang manusia tidak bisa melawan takdir. Sekeras tenaga kita berusaha untuk mendapatkan kebahagiaan, tetapi kita tak punya untuk melawan takdir Tuhan.








Other Stories
Keeper Of Destiny

Kim Rangga Pradipta Sutisna, anak dari ayah Korea dan ibu Sunda, tumbuh di Bandung dengan ...

Absolute Point

Sebuah sudut pandang mahasiswa semester 13 diambang Drop Out yang terlalu malu menceritaka ...

Testing

testing ...

Sweet Haunt

Di sebuah rumah kos tua penuh mitos, seorang mahasiswi pendiam tanpa sengaja berbagi kamar ...

Kastil Piano

Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...

Pra Wedding Escape

Nastiti yakin menikah dengan Bram karena pekerjaan, finansial, dan restu keluarga sudah me ...

Download Titik & Koma