Hilang
Mala terbangun dan ternyata sudah berada di sebuah kamar yang bertembok biru lembut dengan lukisan bunga segar. Dan juga sudah ada secangkir teh melati yang harum di sebelah tempat tidurnya. Jendela kamarnya yang terbuka langsung menghadap sebuah kolam menyerupai empang dengan bunga lotus yang tengah bermekaran.
Tiba-tiba wajah tampan dengan tubuh tinggi besar berkaos cokelat muda dan berambut basah dengan tangan kanan memegang mug putih bertuliskan “Love You” tengah dipegang Noval yang tersenyum tipis. “Selamat pagi Mala, kamu tidur nyenyak sekali sampai aku nggak tega ngebangunin kamu.”
“Maaf, aduh aku jadi merepotkan kamu ya? Semalam aku memang tertidur lagi nonton Julia Roberts kok nggak bisa nahan mata,” Mala tersipu malu.
Apalagi sekarang dia sudah berganti baju tidur panjang, kaget juga siapa yang mengganti bajunya.
“Upps jangan curiga dulu, semalam yang ngegantiin baju kamu Bibi Tirah, biasanya dia pagi datang tapi karena semalam Gema pulang maka aku panggil saja Bibi Tirah yang biasa beberes rumah kemarin untuk menemani kamu, rumah Bibi Tirah pas di belakang rumah aku.”
Noval tersenyum sebelum Mala marah-marah karena ada yang mengganti bajunya semalam.
“Oh nggak apa-apa, makasih ya Mas buat...”
Belum selesai Mala selesai berterima kasih, dirinya terdiam karena Noval lebih dulu melanjutkan kalimatnya, “Tidak perlu berterima kasih Mala, sejujurnya sejak pertama ketemu kamu aku sudah langsung jatuh hati. Ini sungguh di luar kebiasaan aku yang belum pernah tertarik dengan seorang wanita. Kamu memang tomboi tapi juga unik, dan kamu sangat cantik. Bodoh cowok yang sudah mengkhianati kamu. Dia tidak bisa melihat kebaikan hati kamu.”
“Mas Noval...”
“Mala aku mencinta kamu dalam waktu yang sangat singkat. Kamu tahu nggak semalaman aku hanya menatap kamu tidur. Dan aku yakin kamu wanita yang aku cari selama ini.”
Mala tidak bisa berkata-kata lagi saat Noval mencium punggung tangannya.
Bagai roller coaster saja cerita cintanya. Baru semalam dirinya merasa terpuruk, berada pada titik di bagian terendah dengan cara terbanting. Rasa sakit yang masih tersisa tapi sekarang dengan kecepatan tinggi juga tengah membawa hatinya melayang mengangkasa. Ada satu rahasia yang Mala simpan pertama kali bertemu kalau dirinya pun langsung menyukai Noval, hanya saja ada Aras.
Debar yang berusaha Mala sembunyikan saat Noval mencoba begitu banyak memperhatikan dan ada kecemburuan di mata Gema sahabatnya. Mala tahu sekali... walau tanpa kata Gema mempunyai rasa suka pada Noval, sayangnya Noval lelaki sempurna dan normal.
***
Kesehatan Ibu Elok ternyata semakin memburuk, tampaknya kemoterapi yang dilakukan bertahap empat kali itu tidak berdampak positif, malah semakin memperburuk fisiknya yang semakin melemah.
Gema benar-benar berusaha semampunya untuk tetap mengikuti saran dokter melakukan beberapa terapi dan obat-obat yang terus dijejalkan.
Dirinya memilih hanya melewati semua aktivitas kerjaan kantor, instruktur senam dan juga menuruti kemauan Bunda Sasa yang meminta ditemani kesana kemari. Bahkan kadang hari Minggu seharian dia harus menemani Bunda Sasa keluar kota untuk urusan bisnis. Apalagi Gema sudah bisa membawa mobil sendiri, sekarang semakin leluasa Bunda Sasa menyuruh Gema.
Lengkap sudah aktivitasnya dari staf administrasi sekolah, instruktur senam, bodyguard, sopir, pembantu rumah juga perawat buat ibunya. Gema bersyukur mempunyai kekuatan tenaga kuda sampai detik ini dan memilih mengabaikan semua perasaan hatinya.
***
Hampir empat bulan ini Gema benar-benar membiarkan hatinya mati perlahan, melihat Noval yang kerap jalan berdua dengan Mala sampai Gema lebih sering menggantikan untuk mengajar senam beberapa kali karena Noval kerap jalan dengan Mala. Tapi Gema sadar itu sudah konsekuensi kerjaannya. Bagi Gema, dengan fokus pekerjaan lebih baik daripada harus mengekor mereka pacaran karena menambah hatinya semakin galau. Galau yang tidak bisa terungkap itu menyesakkan hati.
Gema berusaha ikut bahagia atas jadian Mala dan Noval. Mereka berdua orang yang disayangi dalam hidupnya.
“Gemaaaa!” teriak Mala.
Mata Gema terbelalak, sebuah cincin berlian berbentuk hati melingkar manis di jari manis Mala.
“Cantik sekali La, ini dari Mas Noval?”
Mala mengangguk-angguk bahagia dan Gema hanya bisa tersenyum tipis.
Entah hilang ke mana semua rasa yang sempat menghampiri hatinya, rasa suka kepada Mas Noval dan rasa aneh yang menyergap terhadap Mala. Suatu rasa yang sebenarnya ingin Gema coba untuk menguji apakah dirinya lelaki sempurna yang jatuh hati pada wanita ataukah selamanya akan menjadi wanita dengan badan lelaki kekar tampan yang membuat banyak wanita jatuh hati.
Gema memilih diam meraba hatinya sendiri. Biarkan semua rasa itu hilang entah ke mana seperti dirinya yang ingin mengalami sebuah titik balik untuk meninggalkan semuanya.
Other Stories
Suara Cinta Gadis Bisu
Suara cambukan menggema di mansion mewah itu, menusuk hingga ke relung hati seorang gadis ...
Autumns Journey
Akhirnya, Henri tiba juga di lantai sepuluh Apartemen Thamrin. Seluruh badannya terasa p ...
Dream Analyst
Dream Analyst. Begitu teman-temannya menyebut dirinya. Frisky dapat menganalisa mimpi sese ...
Autumn's Journey
Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...
Dari 0 Hingga 0
Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...
Pada Langit Yang Tak Berbintang
Langit memendam cinta pada Kirana, sahabatnya, tapi justru membantu Kirana berpacaran deng ...