Rindu
Sayang tak mengenang Tanya.
Rindu itu tak mengenang angkuh.
Namun nyatanya, yang disayang sering menebar Tanya
Dan rindu ditampik dengan angkuh. Dasar manusia.
11 September 2018
-Hana Larasati
Senja itu seolah menjadi pemadam dalam kisah burukku. Menggantikan kelam dalam semburatnya yang berwarna jingga dalam kelabu. Aku terduduk di pinggir pintu pada waktu itu. Pikiranku menebar banyak tanya hingga merasuk dalam tatanan nadiku.
Dia masih menempati segalanya. Dalam ramai, hanya ia yang terlihat di depan mata. Sosoknya menebar banyak tanya. Perihal masa lalunya, mimpi dan harapan di masa depannya hingga jalan pikiran di masa kini ia berada.
Rindu bergeliat dengan cepat, di antara udara ia merasuk melewati celah-celah yang ada. Lalu diinterpretasikan dalam wujud nyata. Kamu, yang kupuja saat tangan menegadah dalam doa.
Namun, rindu seakan dengan angkuh kau buat jatuh. Hancur berkeping dalam dinding-dinding dingin sikapmu. Terpikir untuk pergi, namun tanganmu meraih agar aku tak lari.
Kau menyandarkan kepalamu pada pundakku. Kau berucap bahwa kepalamu yang penat butuh pundakku yang hangat. Lancar bibirmu bercerita tentang kejamnya dunia, ragamu menolak lupa ada lelah yang meneror untuk diistirahatkan segera.
Rindu yang salah kaprah membuat semuanya tak terarah, bahkan bisa mengesampingkan perihal kehidupan seseorang. Ternyata aku yang terlalu mementingkan diriku tanpa mau mengerti bagaimana mati-matiannya kamu. Aku yang selama ini tak mau tahu, bahwa dinginmu adalah sebab dari keterlelahanmu. Sekarang matamu mulai terlelap dalam gelap. Kau hanya butuh tempat pulang yang nyaman ternyata, dan saat ikrar itu terucap akulah yang selama ini kau tunggu untuk membasuh lelah, bukan menambah lelah dan aku yang kau butuhkan untuk membasuh peluh, bukan yang banyak mengeluh. Karena sekuat-kuatnya tulang punggung, pun butuh rusuk yang kuat untuk menjaga organ penting di dalamnya.
Other Stories
Garuda Hitam: Sayap Terakhir Nusantara
Aditya Pranawa adalah mantan pilot TNI AU yang seharusnya mati dalam sebuah misi rahasia. ...
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...
Mozarela Bukan Cinderella
Moza, sejak bayi dirawat di Panti Asuhan Muara Kasih Ibu oleh Bu Kezia, baru boleh diadops ...
Warung Kopi Reformasi
Di sebuah warung kopi sederhana di pinggir alun-alun Garut tahun 1998, hidup berjalan deng ...
DARAH NAGA
Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...
First Love Fall
Rena mengira dengan mendapat beasiswa akan menjadi petualangan yang menyenangkan. Tapi sia ...