Berhenti Mendoakanmu
Kurangkai kembali cerita hati yang tak pernah habis tentangmu, kau yang selalu kujaga dalam asa dan doa. Tapi sepertinya itu kemarin, dan sekarang aku berhenti mendoakanmu.
Ini bukan tanpa alasan, melainkan sebuah rasa keputusasaan.
Sempat aku melangitkan namamu pada-Nya, yang tak pernah bosan aku bertahan dalam rintangan, semua ini agar tak menghantam batasan.
Bukan tentang kekalahan, tapi aku memilih mundur dalam penantian. Kau yang begitu aku impikan, rasanya begitu sulit untuk aku pertahankan. Meski nadi menolak berhenti, namun hati harus siap untuk pergi.
Ini tentang aku yang menahan sesak tak berkesudahan. Saat mataku menjadi saksi bahwa tak ada hal yang kau lakukan untuk menuju pada kebaikan. Lalu apa yang bisa aku pertahankan?
Untuk Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, saat namanya tak lagi asing dalam getaran telinga-Mu. Nyiur angin dan hembus doa saling berlomba untuk mengucap setiap kebaikan yang ada pada dirinya. Lalu bibir tak berhenti merapal, dan hati selalu berharap. Sedangkan mata yang selalu basah memohon kebaikan untuknya, hari ini harus berhenti. Bukan tanpa tetapi, melainkan isyarat-Mu agar aku lebih berhati-hati.
Other Stories
Kehidupan Yang Sebelumnya
Aku menunggu kereta yang akan membawaku pulang. Masih lama sepertinya. Udara dingin yang b ...
Koper Coklat Ibu
Bagi Arini, Yogyakarta bukan lagi tempat untuk pulang, melainkan ruang bawah tanah yang ia ...
Dia Bukan Aksara
Kiara masih mengalami nestapa semenjak kehilangan adiknya, Aksara saat liburan tahun lalu. ...
Perpustakaan Berdarah
Segala sumpah serapah memenuhi isi hati Gina. Tatapan matanya penuh dendam. Bisikan-bisika ...
.
. ...
Kelabu
Kulihat Annisa tengah duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai bersama seorang anak ...