Mr. Boros Vs Mrs. Perhitungan

Reads
3.9K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
mr. boros vs mrs. perhitungan
Mr. Boros Vs Mrs. Perhitungan
Penulis Ariny Nh

16. Merelakanmu

Hari sudah semakin sore, sebentar lagi tugas matahari akan digantikan oleh bulan. Setelah dari rumah klien untuk menghibur anaknya yang ulang tahun, Radith tidak langsung pulang ke kostannya, tapi ia mampir dulu ke rumah Adelia.
Ada sesuatu yang ingin dibicarakannya dengan Adelia tentang menyembuhkan Andhina selain dengan cara membuatnya tertawa lagi. Ia tahu Adelia lulusan psikologis, jadi Radith yakin Adelia pasti mengetahui cara itu.
Ketika Radith hendak memencet bel rumah, Adelia sudah terlebih dahulu membuka pintu. “Loh, Radith… tumben banget lo datang ke rumah gue. Ada apa?” tanya Adelia heran.
“Ada sesuatu yang ingin gue bicarakan sama lo. tentang menyembuhkan Andhina.”
“Oh, ya sudah. Kita masuk dulu yuk!”
Radith masuk ke rumah Adelia, lalu dipersilakan duduk di sofa ruang tamu. “Nah, katakan apa yang ingin lo bicarain sama gue?”
“Gue cuma pengen nanya tentang cara menyembuhkan Andhina selain membuatnya tertawa lagi. Lo kan lulusan psikologis, lo pasti tau dong?”
“Tumben banget. Bukannya lo berantem mulu sama Rani, kok sekarang lo pengen nyembuhin adiknya Rani?”
“Hemmm… sebenarnya…” ucapan Radith menggantung, sebab ia ragu ingin mengatakan yang sejujurnya atau tidak pada Adelia.
“Udah, bilang aja yang sejujurnya. Nggak usah malu gitu.”
“Sebenarnya gue itu sudah jatuh cinta sama Rani. Kemarin gue habis nembak dia, Rani juga mencintai gue tapi dia nggak mau pacaran sebelum Andhina sembuh,” akhirnya Radith mengakui hal yang sebenarnya pada Adelia.
“Hah? Serius?” pekik Adelia, seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Radith. Lalu tiba-tiba saja Adelia melonjak kegirangan, seperti orang abis menang hadiah.
“Yes, berarti misi gue berhasil,” Adelia keceplosan. Ucapan Adelia itu membuat Radith mengernyitkan dahinya.
“Misi? Misi apaan emangnya?”
Pertanyaan Radith membuat Adelia salah tingkah sendiri. “E… Anu… Nggak misi apa-apa kok. Anggap aja gue salah ngomong.”
Radith tahu Adelia sedang berbohong, tapi ia tak ingin memaksa Adelia untuk berkata jujur padanya.
“Gimana pertanyaan gue tadi belum lo jawab? Ada kan cara menyembuhkan Andhina selain bikin dia tertawa lagi?”
“Tunggu bentar!”
Adelia beranjak dari tempat duduk lalu ia melangkahkan kakinya untuk memasuki sebuah ruangan. Sembari menunggu Adelia kembali, Radith memanfaatkan waktu sambil sms-an dengan Rani.
Malam sayang. Kamu lagi ngapain? Kamu sudah makan belum?
Sent to Sayangku Rani
Baru saja sms terkirim, eh Adelia sudah kembali lagi ke ruang tamu. Ia kembali tidak dengan tangan kosong, ia membawa kertas seperti kliping makalah. Adelia memberikan kertas itu pada Radith.
“Caranya ada di kliping makalah ini. Coba lo baca halaman 5.”
Radith membuka lembaran demi lembaran kliping makalah hingga akhirnya lembaran yang dibukanya sampai di halaman 5. Radith mulai membaca tulisan yang ada di sana.
Gejala trauma dibagi menjadi empat kategori. Seseorang yang mendapat pengalaman traumatis akan memperlihatkan beberapa gejala dan kombinasinya. Gejala-gejala yaitu:
Memutar kembali peristiwa traumatis.Seseorang yang mengalami trauma sering merasa peristiwanya terulang kembali. Hal ini biasanya disebut flashback, atau menghidupkan kembali peristiwa. Orang ini mungkin mempunyai gambaran mental di kepalanya tentang trauma, mengalami mimpi buruk, atau bahkan mungkin mengalami halusinasi tentang trauma. Gejala ini sering menyebabkan seseorang kehilangan ”saat sekarang” dan bereaksi seolah-olah mereka mengalaminya seperti awal trauma terjadi. Contoh, beberapa tahun kemudian seorang anak akibat penganiayaan mungkin akan bersembunyi gemetaran di closet bila merasa ketakutan, meskipun ketakutan itu tidak berhubungan dengan penganiayaan.
Penghindaran. Seseorang yang mengalami trauma berusaha untuk menghindari segala sesuatu yang mengingatkan mereka kembali pada kejadian traumatis. Mereka mungkin akan menghindari orang-orang, tempat, benda-benda yang mengingatkan, termasuk juga bersikap dingin untuk menghindari rasa sakit, perasaan yang berlebihan. Membekukan pikiran dan perasaan akibat trauma disebut juga ”disasociation” dan merupakan karakteristik trauma.
Pelampiasan. Seseorang yang menderita trauma kadang mengonsumsi obat-obatan penenang atau alkohol atau rokok untuk menghindari ingatan-ingatan dan perasaan yang berhubungan dengan trauma. Dengan mengonsumsi obat-obatan penenang atau alkohol atau rokok memang mereka dapat merasa tenang, tetapi hal itu sifatnya hanya sementara.
Pemicu. Gejala-gejala pemicu psikologis dan fisiologis sangat berbeda pada orang-orang dengan trauma. Mereka mungkin sangat cemas, mudah gelisah, mudah tersinggung atau marah, dan mungkin mengalami sulit tidur seperti insomnia, atau mimpi buruk. Mereka akan terlihat terus menerus waspada dan mengalami kesulitan konsentrasi. Sering orang dengan trauma akan mengalami panic attack yang dibarengi dengan napas yang pendek dan sakit di bagian dada.
Perasaan bersalah. Sering seseorang merasa bersalah tentang apa yang telah terjadi dan mereka meyakini bahwa mereka pantas untuk disalahkan atau pantas mendapatkan hukuman.
Setiap orang dapat mengembangkan trauma, tidak peduli dia laki, perempuan, anak-anak, tua dan muda. Korban trauma yang berhubungan dengan serangan fisik dan seksual menghadapi resiko yang besar berkembang menjadi trauma. Wanita dua kali lebih besar mengembangkan trauma daripada laki-laki. Hal ini mungkin disebabkan karena fakta bahwa wanita lebih emosional dibanding pria.
“Nah, menyembuhkan Andhina selain membuatnya tertawa lagi, yaitu dengan cara yang tertulis di nomor satu.”
“Dengan cara memutar kembali peristiwa traumatis?”
“Yups, bener banget. Dan hanya lo yang bisa melakukan cara itu.”
“Apa yang harus gue lakuin?”
“Lo bawa Andhina ke tempat di mana dia hampir diperkosa, di waktu yang sama dan penampilan lo harus sama persis dengan penampilan pacarnya Andhina.”
“Whats? Tapi kan gue nggak tau wujud pacarnya Andhina itu.”
Adelia mengeluarkan HP-nya. lalu mengotak-atiknya sebentar. “Ini foto pacarnya Andhina,” Adelia menunjukkan foto cowok ke depan mata Radith.
Mata Radith membulat melihat foto itu. Pasalnya penampilan Radith berbeda 180 derajat dengan penampilan pacarnya Andhina. Radith mengacak rambutnya frustasi. “Ya, Tuhan… apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku berpenampilan seperti itu, penampilan yang sama sekali tidak kusuka?” batin Radith.
Tiba-tiba ia teringat Rani. Radith sangat mencintai gadis itu. Ia ingin segera meresmikan hubungannya dengan Rani. “Oke, gue mau. Kapan kira-kira gue lakuin hal itu?”
“Besok malam.”
***
Teng… tong
Rani mendengar bel rumahnya berbunyi. Ia yang asyik menyiapkan makan malam terpaksa harus menghentikan aktivitasnya untuk membukakan pintu. “Iya, tunggu sebentar!”
Betapa terkejutnya Rani saat pintu terbuka. Ia terkejut bukan karena orang yang di depan matanya ini penjahat atau hantu, tapi Radith dengan penampilan barunya. Jika biasanya Radith penampilannya mengenakan kaos oblong, celana robek-robek bagian lutut, rambut model harajuku. Beda dengan penampilan Radith yang sekarang mengenakan kemeja kotak-kotak lengan panjang, celana panjang, rambutnya model mowhak, dan mengenakan kacamata tipis.
“Kamu Radith bukan sih?” tanya Rani memastikan orang yang ada di depannya ini beneran Radith.
“Iya, benar. Kenapa? Terpesona ya liat penampilan baruku?”
Sejak peristiwa penambakan itu, gaya bahasa Rani dan Radith tidak lagi memakai ‘lo-gue’ tapi memakai ‘aku-kamu’. Rani mengangguk pasti. Melihat penampilan Radith yang baru, hatinya senang sekali. Soalnya Radith berpenampilan seperti tipe cowok yang diidamkannya selama ini.
“Eh, kamu tumben ke rumahku malam-malam? Ada apa?” tanya Rani heran.
“Gini, aku mau ngajak Andhina keluar sebentar. Siapa tau aja begitu Andhina pulang dia sembuh? Gimana? Boleh?”
Rani dilema di antara dua pilihan: mengizinkan Radith membawa Andhina atau tidak. Rani ingat Andhina trauma seperti itu gara-gara dibawa pergi sama cowoknya malam-malam. Ia takut hal itu terulang lagi.
“Kalau kamu takut Andhina aku apa-apain, kamu boleh ikut.”
“Masalahnya jam delapan nanti aku ngajar les private di rumah Cindy. Aduh, gimana ya?”
Sejak Andhina depresi, Rani menerima tawaran jadi guru les private matematika Cindy, murid SD yang nilai matematikanya selalu nol. Jadwal ngajarnya sekitar jam 8-9 malam.
“Lo tenang aja, Ran. Gue ikut sama Radith kok. Gue jamin Radith nggak bakal berani ngapa-ngapain Andhina,” Adelia tiba-tiba muncul di sebelah Radith.
Lega hati Rani karena Adelia ikut serta. “Hemmm… ya udah deh gue izinin kalian bawa Andhina. Tapi pulangnya jangan sampe tengah malam ya!”
“Oke, bos!”
***
Sekitar pukul 21.30 WIB, Rani sudah kembali lagi ke rumahnya. Adelia, Andhina dan Radith udah pulang belum ya? batin Rani bertanya-tanya.
“Del, Andhina!” teriak Rani memastikan mereka sudah pulang atau belum. Namun tak ada sahutan dari dalam rumah. Itu artinya mereka belum pulang. Untung Rani bawa kunci cadangan, jadi ia tetap bisa masuk rumah walaupun mereka belum pulang.
Drrt… drttt
HP yang ada dalam tas Rani bergetar. Ia pun membuka tasnya dan mengambil HP sekaligus kunci rumah. Sebelum membuka pintu, ia membaca dulu sms yang masuk itu.
From : Adelia
Ran, klo lo udah selesai ngajar lo langsung pulang, jangan mampir ke mana-mana! Gue mau ngasih surprise buat lo.
Rani mengetik balasan sms untuk Adelia.
To : Adelia
Ni gue lagi ada di depan rumah. Lo sendiri lagi ada di mana?
Usai membalas sms Adelia, Rani hendak membuka pintu rumah. Namun tiba-tiba pintu terbuka sebelum dirinya memasukkan kunci ke lobang pintu. Dan yang lebih mengejutkan lagi, orang yang membukakan pintu sama sekali tidak diduga oleh Rani, Andhina. Ya, Andhina lah orang yang membuka pintu.
“Selamat datang Kak Rani. Gimana ngajarnya?” ujar Andhina.
Rani yang ditanya malah bengong kayak sapi ompong. Ia mengucek mata, tak percaya apa yang dilihatnya. Andhina sepuluh hari kerjaannnya cuma diem seperti mayat hidup, sekarang sudah bisa ngomong lagi.
“Dhina, kamu udah sembuh?”
“Iya, Kak. Aku sudah sembuh. Ini berkat Kak Adel.”
Air mata Rani mengalir begitu saja dari pelupuk matanya. Ia menangis karena terharu, sahabatnya itu berhasil membuat adik kesayangannya sembuh seperti sedia kala. “Bukan gue doang yang nyembuhin Andhina, tapi Radith juga ikut andil membantu kesembuhan Andhina,” Adelia tiba-tiba muncul di samping Andhina.
“Gimana caranya kalian menyembuhkan Andhina lagi?”
“Kasih tau nggak ya? Mau tau aja apa mau tau bingit?” Adelia malah balik menirukan anak-anak alay zaman sekarang. Rani memanyunkan bibirnya karena kesal.
Tapi ya sudahlah gimana pun caranya itu sudah tak penting lagi. Yang terpenting sekarang adiknya sembuh seperti sedia kala. Benar kata orang, di dunia ini tidak ada yang mustahil, semua harapan bisa saja terwujud selama berdoa dan yakin. Dari awal Rani yakin adiknya bisa sembuh tanpa harus di bawa ke rumah sakit jiwa. Sekarang apa yang diyakininya menjadi kenyataan. Nikmat mana lagi yang kau dustakan?
***
HP di sampingnya bergetar. Ada sms masuk segera ia menggeser layar untuk membaca sms itu.
From : Radith tercinta
Malam, Rani sayang. Kamu lagi apa? Hemmm… Andhina kan sudah sembuh total nih. Berarti kamu sudah bisa pacaran sama aku dong ya?
Rani mengetik balasan SMS untuk Radith.
Maaf banget, aku nggak bisa pacaran sama kamu. Andhina naksir kamu, lebih baik kamu pacaran sama Andhina aja.
Rani mengetik balasan pesan itu dengan berlinang air mata. Berat sekali hati Rani mengatakan hal itu pada Radith, namun ia harus melakukannya demi kebahagiaan Andhina.
Baru aja lima menit sms terkirim, HP-nya bergetar lagi. Ternyata balasan dari Radith.
Pacaran sama Andhina? Mana mungkin aku bisa melakukannya. Orang yang aku cintai itu kamu, bukan Andhina. Kamu jangan minta aku yang aneh2 deh.
Rani kembali membalas SMS Radith.
Radith, jika kamu mencintai aku, please… berusaha cintai Andhina. Aku nggak mau Andhina depresi lagi jika kamu nggak mau pacaran dengannya.
Sekarang Rani harap-harap cemas menunggu keputusan Radith, mau atau tidak pacaran sama Andhina. Ia sangat berharap Radith mau melakukan hal itu.  

Other Stories
Broken Wings

Bermimpi menjadi seorang ballerina bukan hanya tentang gerakan indah, tapi juga tentang ke ...

Kesempurnaan Cintamu

Mungkin ini terakhir kali aku menggoreskan pena Sebab setelah ini aku akan menggoreskan p ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita gemu ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Kepingan Hati Alisa

Di sebuah rumah sederhana, seorang wanita paruh baya berkerudung hitam, berbincang agak ...

Bangkit Dari Luka

Almira Brata Qeenza punya segalanya. Kecuali satu hal, yaitu kasih sayang. Sejak kecil, ia ...

Download Titik & Koma