Prolog
Aku memang tak pernah bosan, meskipun mengucapkan doa yang sama setiap harinya. “Semoga Tuhan mengizinkan kita selalu bersama.”
Hari ini pun begitu, hujan di luar sana sudah pasti mendengar meskipun aku mengucapkannya selirih embusan angin.
Sebelum kamu pergi ke suatu tempat yang jauh. Dalam hal ini kamu sudah tak mampu kujangkau dan tak bisa kuraih dalam pelukan. Memikirkan semua hal yang kamu katakan padaku.
“Aku selalu bersamamu, di hatimu. Aku akan menjagamu semampuku. Kamu tahu? Kamu itu mirip seperti bunga. Bunga mawar, aku tidak suka itu. Kamu lebih seperti dandelion berdiri tegak di antara apapun. Menantang kelopaknya yang suatu hari akan pergi ditiup angin. Bukan pergi menghilang namun membawa harapan baru. Berjanjilah setelah inipun tetaplah menjadi dandelion. Ia mungkin rapuh, tapi ia kuat.”
Padamu, sekali lagi selama rentang waktu yang telah kita lalui bersama, bukan hanya kebahagiaan yang kudapatkan. Ada kekosongan di sana. Aku menyebutnya kehampaan. Perlahan kehampaan itu menjadi lubang kesakitan. Aku berhasil bertahan hingga kemarin. Ya, pertahanan itu hancur ketika kamu mengakhiri hubungan ini dan memilih hidup bahagia bersama wanita lain.
Aku merasakan dada ini sakit. Berusaha mati-matian agar tidak menangis. Menguatkan diri bahwa aku tak selemah itu. Tapi percuma, malam ini ditemani hujan yang berubah gerimis, tangisku pun pecah.
Dan tiba-tiba aku mengingat ada sesuatu yang kutinggalkan di meja tamu pagi tadi sebelum jungkir balik bersiap-siap bekerja. Sebuah novel. Rasa penasaran menyelip lewat celah hatiku.
Other Stories
Dari Kampus Ke Kehidupan: Sebuah Memoar Akademik
Kisah ini merekam perjuangan, kegagalan, dan doa yang tak pernah padam. Dari ruang kuliah ...
Hantu Dan Hati
Di tengah duka dan rutinitasnya berjualan bunga, seorang pemuda menyadari bahwa ia tidak s ...
Free Mind
KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...
Bahagiakan Ibu
Jalan raya waktu pagi lumayan ramai. Ibu dengan hati-hati menyetir sepeda motor. Jalan ber ...
Rembulan Di Mata Syua
Syua mulai betah di pesantren, tapi kebahagiaannya terusik saat seorang wanita mengungkapk ...
Di Luar Rencana
Hening yang tidak akur dengan Endaru, putrinya, harus pulang ke kampung halaman karena Ibu ...