5. Novel Gua Banyak Yang Baca
Gue senyum-senyum sendiri melihat HP. Eits, senyum-senyum bukan berarti gue gila ya? Gue senyum-senyum sendiri karena lagi membaca sms dari pembaca novel gue. Wuih, baru 2 hari novel gue beredar di took buku sudah banyak banget yang baca novel gue. Tuh, buktinya hari ini aja yang sms gue ada 12 orang. Semuanya kaum hawa alias cewek.
Gue sama sekali nggak nyangka bakal d isms pembaca. Niat gue mencantumkan nomor HP di biodata penulis kan tujuannya biar kalau naskah di-acc penerbit, mereka menghubungi gue tapi ternyata mereka malah mencantukan nomor HP gue di biodata penulis yang letaknya di halaman terakhir novel. Nggak apa-apa juga sih. Di sms pembaca itu rasanya sesuatu banget. Aplagi komentar-komentar pembaca lumayan positif, nggak ada yang ngebully karya gue. Kalau begini misi gue sama Vindy bakal berhasil, misi buat bikin Helena menyesal karena ninggalin gue. Syukir-syukur kalau Helena mengajak balikan lagi.
Eh, tunggu balikan lagi sama Helena? Gue mikir-mikir dulu kali ya? Gue sudah terlanjur sakit hati atas perbuatannya. Mending gue pacaran sama salah satu pembaca novel gue yang masih muda dan single daripada balikan sama Helena.
Saking banyaknya yang sms gue jadi bingung mau memilih yang mana salah satu pembaca untuk gue jadikan kekasih hati. Takutnya gue salah pilih, pembaca yang gue incar ternyata dia sudah punya cowok lebih parah lagi jika sudah bersuami. Tiba-tiba mat ague tertuju sama sebuah sms yang nomornya 085332994560.
Hati kecil gue mengatakan yang punya nomor itu cantik, masih muda, masih single dan pantas buat jadi kekasih hati gue. Gue coba deketin dia, klik open untuk membaca sms dari dia.
Hai, Gibriel. Boleh kenalan nggak? Aku baru aja selesai baca novelmu. Wuih, novelmu kece badai bin cetar membahana. Aku suka banget.
By Restyani.
Wajah gue merah merona kayak kepiting rebus. Sumpah, malu banget novel gue yang masih acakadut dibilang novel kece badai bin cetar membahana. Jari gue mulai mengetik balasan untuk dia.
To : 085332994560.
Wah, makasih ya sudah berkenan baca novelku. Senang berkenalan denganmu. Btw, umurnya berapa?
Gue langsung ke poin utama nanyain umur. Gue itu nggak suka bertele-tele dan basabasi lama. Gue nanyain umur, karena kalau dia berumur 15-20 gue bakal melanjutkan pertanyaan gue yaitu nanyain “Udah punya pacara belum?” kalau dia menjawab belum saatnya gue beraksi pedekate sama dia.
“GUE NGGAK MAU JATUH CINTA SAMA CEWEK LAGI! CEWEK HANYA RACUN DUNIA!”
Baru saja gue mau klik send, tiba-tiba kata-kata yang gue ucapkan di pantai Segarra kembali terngiang di telinga gue. Bodoh banget sih gue, kenapa kemarin gue mengucapkat kata itu? Gara-gara kata itu gue mengurungkan niat buat pedekate sama salah satu pembaca novel gue. Kalau gue tetap pedekate, sama aja menjilat ludah sendiri. Haram hukumnya gue melakukan itu.
Gue berpikir sejenak. Berpikir buat mencari kata-kata buat balasan pembaca novel gue terutama yang punya nomor 085332994560 biar dia kagak sms gue mulu. Kalau d isms-I mulu kan bisa-bisa gue tergoda sama rayuannya. Gue sudah bersumpah nggak akan jatuh cinta sama cewek lagi.
Setelah berpikir cukup lama akhirnya gue menemukan ide dan kata-kata yang tepat untuk membalas semua sms dari pembaca novel gue. Sebelum mengetik is isms-nya, gue terlebih dahulu menyimpan nomor pembaca novel gue.
Makasih banget, lo sudah baca novel gue tapi sorry, banget lo jangan sms gue lagi! Soalnya gue sangat terganggu sama sms lo!
Send to All pembaca novel gue.
Gue bernapas lega akhirnya sms yang gue kirim ke semua pembaca terkirim juga. Gue sadar, is isms yang gue kirim ke mereka terlalu kasar. Tapi mau gimana lagi? Gue ladenin sms mereka, ntar mereka berharap banyak sama gue terus ujung-ujungnya dia sakit hati karena gue nggak bisa mencintainya. Biarlah mereka bilang gue sombong, bagi gue itu lebih baik daripada gue memberi harapan palsu ke mereka.
Daripada pusing mikirin pembaca lebih baik sekarang gue mengistirahatkan badan alias tidur. Semoga esok hari otak gue segar lagi. “Ya, Allah maafkanlah hamba yang telah berkata kasar kepada semua pembaca novel hamba. Hamba melakukan ini karena terpaksa. Gara-gara mengucapkan sumpah cinta yang terkutuk,” doaku dalam hati.
***
Tuuuut … Tuuuut
“Aduh, lama banget sih telpon gue tersambung,” omel gue gue. Saat ini gue lagi menelpon penerbit yang menerbitkan novel gue. Tujuan gue menelpon penerbit adalah gue mau minta mereka menghapus nomor gue dari biodata penulis. Bisa setres gue d isms pembaca mulu.
“Assalamualaikum, dengan siapa dan dimana? Ada yang bisa saya bantu?” terdengar suara cewek di seberang telpon. Gue langsung mengucapkan puji syukur kepada Allah, akhirnya telpon gue diangkat juga. Subhanallah, suara orang yang angkat telpon gue merdu banget. Andai saja gue nggak mengucap sumpah terkutuk, pasti orang yang angkat telpon ini gue pedekate-in.
Jantung gue jadi berdebar-debar berbicara sama cewek yang bersuara merdu. “Waalaikumsalam, mbak. Apa benar ini penerbit yang menerbitkan novel Kamu Adalah Cintaku?” Tanya gue berbasi-basi.
“Iya, benar. Anda siapa dan dimana?”
“Mbak, saya Gibriel Alexander. Saya penulis novel Kamu Adalah Cintaku.”
“Oh, mas Gibriel. Ada apa ya menelpon kami? Bukannya uang DP bayaran novel sudah kami transfer?”
“Mbak, saya menelpon penerbit karena ingin minta penerbit buat menghapus nomor saya yang dicantumkan di biodata penulis belakang novel. Bisa kan mbak?”
“Maaf, kalau soal itu nggak bisa. Novel sudah diedarkan ke took buku seluruh Indonesia, kami sudah banyak mengeluarkan uang untuk menerbitkan karya anda. Kalau anda ingin menghapus nomor HP, anda harus mengganti rugi sekitar 10 juta.”
Tuuut … tuuut
Gue langsung memutuskan sambungan telepon. Percuma aja gue nelpon lama, toh mereka nggak akan memenuhi permintaan gue kecuali kalau gue ganti rugi 10 juta.
Huftt … daripada ganti rugi 10 juta mending gue ganti sim-card aja. Bereskan? Dijamin pembaca novel gue nggak ada lagi yang sms gue. Tapi jujur sebenarnya gue berat banget ganti nomor. Soalnya sudah 5 tahun lebih gue memakai nomor itu. Tapia pa boleh buat? Mungkin emang takdir Allah, gue harus berpisah sama nomor kesayangan.
Other Stories
Penulis Misterius
Risma, 24 tahun, masih sulit move on dari mantan kekasihnya, Bastian, yang kini dijodohkan ...
Ryan Si Pemulung
Ryan, remaja dari keluarga miskin, selalu merasa hidupnya terkunci dalam sebuah rumah reot ...
Mewarnai
ini adalah contoh uplot buku ...
Cerita Guru Sarita
Sarita merasa berbeda dari keluarganya karena mata cokelatnya yang dianggap mirip serigala ...
Aku Versi Nanti
Mikha, mahasiswa design semester 7 yang sedang menjalani program magang di sebuah Agency t ...
Rumah Rahasia Reza
Di balik rumah-rumah rahasia Reza, satu pintu belum pernah dibuka. Sampai sekarang. ...