Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap

Reads
1.7K
Votes
11
Parts
12
Vote
Report
Kala menjadi cahaya menjemput harapan di tengah gelap
Kala Menjadi Cahaya Menjemput Harapan Di Tengah Gelap
Penulis Bayu Alfianur

Epilog - Setitik Cahaya


Hidup tidak pernah benar-benar bebas dari gelap. Akan selalu ada masa-masa di mana luka datang, kehilangan menyapa, dan hati terasa runtuh. Namun, dari kisah Arka kita belajar: gelap bukan berarti akhir. Gelap hanyalah ruang di mana cahaya bisa terlihat lebih jelas.

Arka bukan pahlawan besar. Ia hanyalah manusia biasa, yang pernah jatuh, menangis, dan hampir menyerah. Tapi ia memilih untuk berjalan lagi, meski tertatih. Dan dari langkah kecil itu, ia menemukan makna: bahwa setiap orang bisa menjadi cahaya, sekecil apa pun.

Cahaya tidak selalu berarti jawaban besar atau solusi sempurna. Kadang cahaya hanya berupa senyuman tulus, telinga yang mau mendengar, atau keberanian untuk berkata, “Aku masih di sini.”

Mungkin kita pernah merasa sendirian, tapi sebenarnya selalu ada secercah harapan menunggu untuk ditemukan. Seperti Arka yang akhirnya berdamai dengan dirinya, kita pun bisa.

Karena pada akhirnya, menjadi cahaya bukan tentang seberapa terang kita bersinar, melainkan seberapa tulus kita hadir untuk diri sendiri dan orang lain.

Dan selagi kita masih hidup, selalu ada kesempatan untuk menyalakan cahaya itu.


Other Stories
Hotel Tanpa Cermin

Kala memilih menetap sementara di sebuah hotel yang terasa berbeda dari tempat-tempat yang ...

Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara

Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...

Beyond Two Souls

Saat libur semester, Fabian secara tiba-tiba bertemu Keira, reuni yang tidak direncanakan ...

Haura

Laki-laki itu teringat masa kecil Haura yang berbakat, berprestasi, dan gemar berpuisi, na ...

Daisy’s

Kisah Tiga Bersaudari ...

Arti Yang Tak Pernah Usai

Siapa sangka liburan akhir tahun beberapa mahasiswa ini membawa dua insan menyelesaikan se ...

Download Titik & Koma