Cinta Buta

Reads
1.6K
Votes
0
Parts
9
Vote
Report
Penulis Iesye Martini

8. Magnet

Waktu berlalu tak terasa, setelah makan malam dan salat isya, Marthy mengambil wudu untuk terakhir kali malam itu sebelum tidur.
Terdengar bunyi hape, lalu dibukanya dan mata Marthy tertuju pada wajah yang sering menghuni benaknya, Pak Ahmad.
“Assalamualaikum Bu Marthy, besok jadi ya kita bertanding, saya mau minum vitamin dulu sebelum bertanding, takut dikalahkan oleh Ibu, hehehe, sampai besok, good night,” tulisnya.
“Hmm, getaran itu terasa makin kencang, ya Rabb tanda apakah ini? Pak Ahmad itu paling usianya empat puluh lima tahun, sementara Marthy sudah lima puluh lima tahun. Mereka berbeda sepuluh tahun, mungkinkah?” hatinya bicara, gejolak hatinya sukar ditahan, dia suka Pak Ahmad dan nampaknya Pak Ahmad suka dia juga, tapi usia mereka berbeda banyak, apakah bisa dijembatani?
“Ya Allah aku serahkan semuanya pada-Mu, aku ikut apa kata-Mu,” bisik Marthy di atas tempat tidurnya, lalu tidur.
Pukul tiga dia terbangun, mengambil air wudu lalu salat tahajud dilanjutkan dengan mengaji. Dilihatnya di seberang, Veni tidur lelap. “Biarlah anak muda ini tidur lelap, aku yang tua harus lebih baik ibadahnya,” pikirnya lalu dilanjutkan mengaji.
Azan subuh berkumandang, dia masih ada air wudu, dipakainya saja mukena yang tadi, lalu dia berjalan ke masjid.
Sudah mulai salat subuh, Marthy melihat imamnya bukan Pak Ahmad, digantikan oleh anak kelas sepuluh Aliyah, baguslah biar semua anak ikhwan ini bisa bergantian menjadi imam.
Bubar salat ada suara memanggil, “Bu Marthy, saya sudah siap tanding, nanti jam delapan ya kita bertemu lagi,” alisnya diangkatnya lagi. Rupanya itu kebiasaan dia saat menggoda.
Marthy tersenyum, Pak Ahmad juga tersenyum. Ada alunan lagu kini di hati Marthy, lagu yang indah. Mereka berpisah, Marthy kembali ke kamarnya di asrama akhwat dan Pak Ahmad kembali ke asrama guru-guru bujangan.
Marthy agak lama mempersiapkan pakaiannya, apalagi Pak Ahmad orang yang dia sukai yang akan ditemuinya. Dia pilih atasan warna biru muda, celana traning senada, hijab yang agak pendek khusus untuk olahraga warna putih, kaus kaki putih dan sepatu keds biru.
Mandi di ma’had artinya harus mengantri, anak-anak santri yang puluhan orang jumlahnya bersama-sama mandi di tempat yang sama, Marthy menunggu giliran.
Setelah selesai mandi, dikenakannya pakaian olahraga, serasi. Dibawanya tas olahraga warna biru tua. Marthy punya tas olahraga yang besarnya cukup untuk menyimpan handuk dan hp serta dompet.
Bergegas ke sebelah masjid ada sebuah lapangan luas tempat anak-anak santri berolahraga, nampak Pak Ahmad dari kejauhan memakai baju warna biru muda, traning biru muda, sepatu keds biru juga serta topi warna putih.
Saat berdampingan belum sempat mereka saling menyapa, mereka bagai sedang mengaca lalu terdengar suara anak-anak santri di belakang mereka tertawa-tawa, “Cieee, cieee… Pak Ahmad janjian ya sama Bu Marthy, kok bajunya samaan, jodoh nih!” anak-anak santri bolak-balik tertawa melihat mereka dan akhirnya juga ikut tertawa, apalagi ketika mereka mengatakan ‘kami berjodoh’ Pak Ahmad balik meledek “Memang kami janjian, kok kalian tahu sih, soal berjodoh, kalau Bu Marthy mau, siapa yang berani nolak?” Pak Ahmad yang kemarin nampak anggun berubah lincah kalau beramai-ramai seperti ini, dan getaran di hati Marthy rasanya mau meledak. Mungkinkah Pak Ahmad serius? “Ya Rabb, bantu aku, rasanya aku melayang-layang malu tapi senang.“
“Ayuk Bu Marthy kita mau melawan anak-anak enggak? Saya takut kalah kalau single melawan Ibu, yuk siapa mau melawan kami pasangan serasi ini? Bajunya aja kembar,” katanya sambil tertawa-tawa pada Marthy.
Marthy hanya bisa ikut tertawa, tiba tiba Marthy seolah-olah mendengar symphony indah di sekitar tempat olahraga itu dan Marthy berdoa pada Allah agar anugerah kebahagiaan seperti hari ini akan selalu ada.

Other Stories
Setelah Perayaan Itu Usai.

Amara tumbuh di sebuah dusun kecil, ditemani sahabatnya, Angga. Setiap hari mereka lalui d ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Itsbat Cinta

Hayati memulai pagi dengan senyum, mencoba mengusir jenuh dan resah yang menghinggapi hati ...

Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

Dante Fair Tale

Dante, bocah kesepian berusia 9 tahun, membuat perjanjian dengan peri terkurung dalam bola ...

Nona Manis ( Halusinada )

Dia berjalan ke arah lemari. Hatinya mengatakan ada sebuah petunjuk di lemari ini. Benar s ...

Download Titik & Koma