Cinta Koma

Reads
249
Votes
0
Parts
3
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

2. Nasihat Mama

“Jangan pernah dekat dengan cowok yang berbeda keyakinan, karena tak pernah ada restu untuk itu.” (Mama)
“Semoga kelompok KKN aku orangnya baik-baik ...,” bisik hati Dara
Tak ada salahnya seminggu waktu yang Dara perlukan untuk menata ranselnya yang berisikan berbagai perlengkapan untuk KKN selama tiga bulan di Desa Dukun.
Fix dirinya mendapat area yang medannya cukup berat. Desa Dukun salah satu desa yang terkena imbas wedus gembel akibat erupsi gunung Merapi beberapa waktu lalu. Dari cerita akibat erupsi meletusnya gunung Merapi juga membawa beberapa korban penduduk yang meninggal karena sesak nafas.
Mama sudah dari waktu lalu menyuruh Dara membawa perlengkapan selengkap-lengkapnya.
“Ra hati-hati ya di tempat KKN, kamu bawa obat-obatan yang lengkap, perlengkapan mandi termasuk cairan pencegah gatal-gatal, autan yang cukup, minyak kayu putih kamu biasa kembung, juga bahan makanan yang cukup banyak. Mama takut kamu nanti kurus karena kelaparan tidak suka masakan di daerah terpencil ....” dan masih panjang nasihat, peringatan, dan juga nasihat yang paling mengena, padahal nasihat ini waktu lalu juga sudah mama ucapkan tapi masih berulang lagi dan dara yakin besok juga akan berulang lagi. Sepertinya kalau belum tiga kali minimal Mama masih terus mengingatkan.
“Jangan deket-deket dengan cowok di KKN, kamu kan sedang dekat dengan Firman sementara buat Mama, Firman itu sudah yang pas buat kamu. Sabar dan pengertian, oh ya satu lagi jangan pernah dekat dengan cowok yang sudah jelas beda keyakinan ya Sayang.” Sebenarnya nasihat yang bukan sekali ini Dara dengar tapi berulang-ulang sejak belum jadian dengan Firman. Pokoknya sejak dirinya mulai remaja dan mulai ada teman-teman cowok yang mendekat, selalu yang mama tekankan adalah keimanan mereka.
Tentu saja bukan hal yang salah, karena memang begitulah aturan dalam keluarga besarnya juga.
“Iya Mah, Dara ngerti dan paham aturan Mama dan Papa. Dara tidak akan melanggar kok,” jawab Dara dari seberang telepon.
“KKN yang baik, jalankan program dan serius. Mama tidak mau IPK kamu yang sudah tiga koma jadi jelek loh! Mama berharap KKN cepat selesai dan kamu segera wisuda. Terpenting dapat pekerjaan agar kamu mandiri, Papa kamu sudah enggak sanggup lagi membiayai kuliah kamu sepertinya, tiap bulan saja Mama harus jual barang emas peninggalan dari eyang kamu.”
“Iya Mah, Dara usahakan bisa cepat wisuda dan cari kerja lagi selepas KKN. Maaf Mah, Dara terpaksa gak kerja di counter dulu soalnya tidak bisa KKN disambi sambil kerja. Mama jangan khawatir keuangan Dara, dari gaji kerja kemarin Dara masih ada tabungan kok. Mama dan Papa jaga kesehatan yang terpenting, Dara baik-baik saja di KKN. Doakan ya.”
Dan percakapan Dara dan mamanya selesai.

Other Stories
Cinta Harus Bahagia

Seorang kakak yang harus membesarkan adiknya karena kematian mendadak kedua orangtuanya, b ...

Haura

Laki-laki itu teringat masa kecil Haura yang berbakat, berprestasi, dan gemar berpuisi, na ...

My Love

Sandi dan Teresa menunda pernikahan karena Teresa harus mengajar di Timor Leste. Lama tak ...

Hikayat Cinta

Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...

FILOSOFI SAMPAH (Catatan Seorang Pemulung)

Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...

Menolak Jatuh Cinta

Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...

Download Titik & Koma