Cinta Koma

Reads
250
Votes
0
Parts
3
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

3. Cowok Berbandul Salib

“Keindahan alam yang tak akan pernah bisa aku lupakan karena di sini awal cerita aku dan dia.” (Dara)
Pada hari yang ditentukan kelompok KKN yang dapat bagian di Dusun Dukun diberangkatkan dengan bis.
Sudah dibagi perkelompok dan inilah teman-teman baru dari berbagai jurusan. Sekilas Dara melihat teman-teman barunya, yang dirinya agak kenal Azka yang berasal dari jurusan Akuntansi karena Dara sendiri dari jurusan Manajemen jadi satu Fakultas Ekonomi dengan Azka.
Dara sudah agak mengenal Azka walau Azka tak mengenalnya baik karena Dara sendiri bukan aktivis kampus seperti Azka yang menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan atau HMJ.
Sebelum keberangkatan setiap kelompok diharuskan saling memperkenalkan diri. Dara memperhatikan satu persatu teman baru yang akan menjadi rekan Kuliah Kerja Nyata selama tiga bulan.
Kelompoknya terdiri dari 2 cewek dan 5 cewek. Dara bersyukur ternyata ada Maria yang sesama cewek, kirain dia sendiri karena saat semua sudah memperkenalkan dan waktu untuk saling mengenal tersisa lima menit dengan tergopoh-gopoh baru datang Maria dengan diantar sosok cowok yang sepertinya berat melepas kepergiannya.
Anak-anak cowok sudah berdehem saja dan saling tatap, termasuk Dara saat tanpa sengaja menjatuhkan tatapannya pada cowok yang tadi memperkenalkan dirinya bernama Andre dari jurusan Geologi.
Tapi sejenak saja Andre hanya tersenyum sekilas dan kembali bersikap acuh. Dari awal memang cowok hitam, berambut gondrong, bersepatu kets, dan jeans belel sudah kelihatan cueknya.
Dara hanya berani menatap sekilas, buatnya juga tak perlu ada yang dipermasalahkan dengan Andre yang kalung hitam berbandul salib seakan secara tak langsung menunjukkan dirinya tidak seiman.
Dara sadar sepenuhnya tak akan pernah jatuh cinta dengan cowok yang berbeda keyakinan, apalagi di keluarganya yang kuat untuk pemahaman agama yang dirinya anut melarang dirinya untuk dekat dengan cowok berbeda keyakinan.
Kalau hanya berteman saja pasti beda cerita, mamanya tidak pernah melarang kalau dirinya bersahabat dengan siapa pun yang berbeda agama.
Toh waktu di Sekolah Dasar beberapa tahun lalu Dara juga disekolahkan di Sekolah Katolik, jadi dirinya mengerti akan toleransi beragama. Bukan apa-apa di kota kecil dara tinggal waktu lalu sekolah terdekat dari rumah dan dianggap bagus adalah sekolah yayasan Katolik. Waktu itu juga pemahaman agama kedua orang tuanya belum seperti saat ini, mereka masih moderat. Tapi seiring waktu pengetahuan religi membuat kedua orang tua dan keluarga besar menjadi lebih dalam.
Di waktu lalu pun meskipun Dara bersekolah di SD Katolik tapi sorenya didatangkan guru ngaji. Ada rasa ketakutan atau tanggung jawab yang sepertinya terbebankan oleh mama dan papanya atau ketakutan Dara akan memilih ikut ajaran di sekolahnya karena mau tak mau Dara juga belajar tentang agama Katolik walaupun tidak diwajibkan, tapi Dara tetap ingin dapat nilai agama di sini.
Dan menurut Dara kecil mendengar berbagai cerita tentang cerita nabi-nabi dan kelahiran Yesus Kristus juga hal yang menarik.
“Sorry-sorry yaaa aku telat ya!” kata cewek berambut sepunggung dan agak gelombang.
“Oh ya namaku Maria ....” Maria menyalami satu persatu teman baru satu kelompok KKN.
“Dara.”
“Azka.”
“Budi.”
“Didik.”
“Numan.”
“Andre.”
Semua memperkenalkan ada senyuman buat Maria, kecuali Andre yang tampak acuh saja. Dara memandang tajam,”Orang kok gak ada senyumnya ....” batin Dara.
“Maaf banget tadi ada yang ketinggalan jadi aku balik ke rumah lagi,” kata Maria lanjut.
“Tenang kita akan selalu kompak, tak bakalan kita tinggalin kamu,” jawab Azka yang menurut Dara mulai kelihatan sifat kepemimpinannya. Diam-diam Dara mengamati satu persatu teman barunya.
“Ayooo peserta KKN angkatan ke-20 segera naik bis,” suara dari corong halo-halo.

Other Stories
Lam Biru

Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...

32 Detik

Hanya 32 detik untuk menghancurkan cinta dan hidup Kirana. Saat video pribadinya bocor, du ...

Losmen Kembang Kuning

Rumah bordil berkedok losmen, mau tak mau Winarti tinggal di sana. Bapaknya gay, ibunya pe ...

Zen Zen Sense (kehidupan Sebelumnya)

Aku pernah mengalami hal aneh seperti bertemu orang mati, kebetulan janggal, hingga melint ...

Kau Bisa Bahagia

Airin harus menikah dalam 40 hari demi warisan ayahnya, namun hatinya tetap pada Arizal, c ...

Cinta Satu Paket

Namanya Renata Mutiara, secantik dan selembut mutiara. Kelas sebelas dan usianya yang te ...

Download Titik & Koma