Hati Yang Beku

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
18
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

12. Misteri Hati

Jasmine memutuskan segera mandi dan membersihkan dirinya yang baru saja lepas dari cengkeraman lelaki psikopat menurutnya.
Jasmine menggigil mengingat tadi dia berusaha sekuat tenaga melarikan diri dari paksaan Deru yang mencoba melakukan pelecehan seksual.
“Allah... Mama, terima kasih masih memberi aku kekuatan untuk melawannya...”
Jasmine menangis meratapi nasibnya, baru sadar handphone-nya tertinggal dan Jasmine yakin Mama Gabby tidak akan mengembalikannya.
Sekarang mau menghubungi siapapun tidak bisa.
Sebenarnya saat ini ingin sekali menangis dan mengadu semuanya pada Raka, tapi semua nomor ada di handphone-nya.
Demikian nomor papa, Lintang dan beberapa teman yang pernah bertukar nomor tapi yang terpenting adalah nomor tiga orang tersebut yang sangat dibutuhkan lenyap.
Malam tersisa sungguh malam yang menyiksanya, berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatinya.
“Kenapa Mama dan Mas Deru tega melakukan hal ini? Apa sebenarnya rencana yang ada dalam pikiran mereka?”
Hati Jasmine terasa lebih sunyi bahkan lebih sunyi dari hari-hari sebelum mengenal Raka. Hatinya berharap dia akan lebih kuat menghadapi semuanya.
***
Ada yang lebih melegakan karena sisa hari libur semesteran, Mama Gabby tidak mengganggunya. Tidak ada orang yang berkunjung ke kostannya, tapi Jasmine tetap merasa was-was. Terpikir untuk pindah kostan dan lari dari mereka.
Semakin berlari meninggalkan Mama Gabby, papa dan Tetra. Jasmine yakin papa dan Tetra pun tidak akan pernah bisa menolongnya. Bahkan mungkin tidak percaya konspirasi keji antara Mama Gabby dan seseorang yang sebenarnya masih misterius bagi Jasmine.
Orang bernama Mas Deru yang secara fisik memang memikat dan mungkin juga benar pengusaha muda dan kaya yang banyak memikat kaum hawa. Sekilas memang benar tampaknya. Dan psikopat! Setiap mengingat Mas Deru yang tiba-tiba sangat bernafsu membuat Jasmine merasa mual.
Liburan enam hari tersisa tidak sehari pun Raka mengunjunginya, setelah acara donor darah, perkenalan dengan Mama Gabby dan peristiwa yang hampir saja merenggut apa yang selalu Jasmine jaga sebuah kehormatan, batang hidung Raka tak sekalipun muncul kembali.
Entahlah dengan telephone karena Jasmine sendiri sudah kehilangan semua kontak setelah handphone-nya tertinggal di hotel yang meninggalkan kenangan menakutkan itu.
Ada juga ketakutan muncul kalau Mas Deru yang dia pukul sekuat tenaga mati, tapi melihat dari televisi tidak ada berita kriminal apapun atau polisi datang menangkapnya berarti Mas Deru masih hidup, paling luka-luka gegar otak ringan.
“Semoga Mas Deru gegar otak berat dan amnesia seumur hidup! Dan Mama Gabby akan merana kehilangan orang yang sepertinya dicintainya!” rutuk batin Jasmine.
***
“Lin... Lintang! Kamu kenapa sih kok cuek gini?” Jasmine memburu Lintang dan memegang bahu sahabatnya.
“Hemm! Jangan sok polos deh! Kamu keterlaluan Jasmine! Sekarang kamu lukai Mas Raka lebih kejam dari apa yang telah Mbak Lita lakukan! Aku... aku kecewa denganmu! Aku tidak pernah menyangka di balik wajahmu yang lembut, ternyata kamu sangat murahan!” Lintang menyerocos seperti kereta api tanpa koma dan titik.
“Lin apa maksudmu? Aku benar-benar tidak tahu?”
Jasmine seperti orang tolol yang tidak tahu apa sebenarnya yang tengah terjadi, kemarahan Lintang barusan seakan dia telah melakukan kesalahan besar yang berhubungan dengan Mas Raka.
“Lin! Tolong aku tidak tahu apa-apa? Handphone aku hilang dan aku terakhir menghubungi kamu! Ingat? Tapi kamu mematikannya. Mas Raka juga tidak mau menjawab telephone dan BBM-ku terakhir!” Jasmine coba menjelaskan terakhir memegang handphone-nya semua tidak ada yang bisa dihubungi.
“Jasmine berani-beraninya kamu menghubungi kami setelah mengirim foto-foto mesum kamu bersama seorang lelaki! Di mana otakmu? Kamu gila!”
“Foto mesum?” Jasmine berdebar tidak karuan, di antara bingung hatinya dia mulai bisa meraba pasti ada jebakan yang telah mama tirinya buat bersama Mas Deru.
“Lintang, tolong aku bisa lihat fotonya?”
“Hmmm kalau kamu mau lihat tuh di Mas Raka, Mas Raka tidak akan mengirim ke siapapun. Kalau itu sampai beredar di internet! Mati riwayatmu Jas! Kamu akan dikeluarkan dari kampus dan masa depanmu sangat suram!”
***
Jasmine tidak bisa menahan rasa gemetar yang muncul, dari balik kemudi mobilnya Jasmine sekuat tenaga menahan tangisnya.
Jasmine menunggu Raka di dekat kelas dia sedang mengikuti kuliah. Lintang pun tidak percaya handphone-nya hilang dan ketika meminta nomor Lintang dan Mas Raka tapi Lintang malah meludahinya.
Jasmine merasa sangat terhina, merasa sangat terpuruk atas kesalahan yang tidak pernah merasa diperbuat. Bahkan sebaliknya dirinya yang selalu akan dijahati tapi mungkin mamanya di surga memohon pada Allah sehingga masih membantu memberikan perlindungan.
***
“Mas Ra.. ka... Mas! Tolong sekali ini aku mohon! Dengarkan aku dan setelah itu terserah Mas Raka akan percaya atau tidak...”
Jasmine putus asa melihat Raka yang sudah membentengi hatinya yang membeku bahkan lebih beku dari sebelumnya, seperti hatinya terasa semakin sunyi senyap.
“Benar kata Lintang ada foto-foto mesum yang terkirim untukmu lewat MMS dari nomor tak dikenal?”
“Iya, entahlah siapa orangnya aku juga tidak punya urusan dengannya. Hanya saja kenapa sampai dia bisa dapat foto-foto mesum kamu?” Raka berkata dingin.
Rasanya hati teriris sembilu, tidak lagi terpancar kehangatan yang seperti biasa membuat tubuhnya menghangat, walau terkadang kebekuan hatinya mengalirkan ketakutan.
Tapi kali ini ketakutan itu nyata datang dan bukan mimpi. Raka begitu membeku, sangat dingin seperti baru saja ada luka lebih kejam menghantam hatinya.
“Mas Raka aku tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya apalagi berbuat mesum, yang ada aku hampir saja dipaksa... dipaksa... oleh Mas Deru, lelaki yang akan dijodohkan Mama Gabby padaku, tapi aku tidak suka. Karena aku yang dianggap tidak bersikap sopan selama masa perkenalan, makanya Mas Deru berusaha memaksa aku berbuat yang tak senonoh. Untungnya aku bisa melarikan diri, tapi handphone tertinggal! Aku sangat ketakutan dan tidak bisa berpikir sampai membawa handphone-ku. Aku hanya berpikir aku selamat! Dan menjauh dari mereka...” tak terasa air mata Jasmine meleleh.
Tapi sepertinya Raka terlalu sulit untuk percaya dengan apa yang Jasmine ungkapkan sejujurnya.
“Nih kamu lihat foto-foto kamu! Menjijikkan!” Raka tersenyum sinis.
Dan ternyata memang ada gambar dirinya dengan baju tidurnya setengah terbuka, lalu ada Mas Deru bertelanjang dada yang tengah menciumnya. Ada beberapa foto-foto serupa dengan mereka berdua sebagai objek fotonya.
Jasmine langsung pucat dan panik, pantesan Lintang memperingatkan bila sampai beredar di dunia maya maka habislah masa depannya.
Jasmine sadar ternyata dua malam lalu sebelum tidur mamanya yang menyediakan segelas air putih yang diminum. Mungkin air putih yang telah dicampur dengan obat tidur membuat dirinya sangat mengantuk dan pagi tersadar beberapa kancing bajunya memang terlepas. Jasmine bergidik jangan-jangan seluruh tubuhnya sudah ditelanjangi dan diambil foto yang sangat nyata seolah-olah dirinya tengah melakukan hal asusila.
“Mas Raka... ini memang foto aku dan lelaki ini yang bernama Mas Deru. Tapi aku tidak pernah melakukan apapun dengannya. Ini foto jebakan dia dan mamaku yang demi Allah sampai detik ini aku tidak tahu apa motif mereka. Aku juga takut bila ini sampai beredar gimana nasibku ?” Jasmine sudah pasrah, sepertinya ini adalah puncak permasalahan teruwet yang baru saja menimpanya.
“Bukan urusan aku Jas... maaf aku masih ada kuliah tambahan... dan untuk sementara waktu jangan ganggu aku!” mata Raka berkilat-kilat marah.
Jasmine merosot, seluruh persendiannya lemas, dirinya bagai terhempas dalam ribuan kilo pesakitan. Tak ada satupun yang peduli akan dirinya. Sunyi hati serasa membunuhnya. Kalau tidak ada suara hati, mungkin Jasmine memilih mobilnya bertubrukan saja dengan truk yang melintas dan mengerem mendadak.
“Tabrak aku saja truk sialan!” Jasmine berteriak di balik setir saat sopir truk menatap tajam dan mulutnya mengeluarkan sumpah serapah karena Jasmine sengaja melakukan bunuh diri.
***
“Kring...”
BB-nya berbunyi, Jasmin sengaja membeli handphone lagi untuk kebutuhan komunikasi dia. Dan entah dari mana Mama Gabby bisa tahu nomor handphone-nya. Bagai tersengat listrik ribuan watt mendengar suara bergantian Mama Gabby dan Mas Deru.
“Jas, ini Mama! Kamu sudah lihat sendiri kan hasil foto karya Mama ? bagaimana kira-kira bisa membuat papamu menurut untuk menghibahkan sebagian hartanya buat Mama?” suara Mama Gabby penuh kemenangan.
“Mah apa sih sebenarnya yang Mama inginkan dari foto-foto yang Jasmine sendiri tidak lakukan?” Jasmine berteriak histeris.
“Hai hai hai Cantik, jangan galak-galak dengan Mamamu tersayang, ini Mas Deru yang sebenarnya menyukai kamu! Tapi sudahlah nggak perlu dibahas! Intinya kamu turuti saja kemauan kita!” suara Deru benar-benar membuat bulu kuduk Jasmine meremang dan membuat mual perutnya.
“Apa sih mau kalian sebenarnya?” Jasmine bertanya putus asa.
“Jasmine… Jasmine, sederhana kok, kamu tinggal mengakui foto-foto itu kalau itu adalah memang kamu pada papamu, sudah habis perkara! Atau akan kami publikasikan foto ini ke khayalak ramai dan kamu akan dihujat banyak orang bahkan akan di-drop out dari kampus kamu!” Mama Gebby bicara cepat.
“Nggak mau! Jasmine tidak akan mau mengakui kalau itu benar-benar kemauan Jasmine. Ini jebakan kalian!”
“Baiklah kalau begitu kamu sudah memilih kehancuran masa depanmu sendiri Cantik! Jangan kamu kira hanya foto-foto yang setengah telanjang saja kami ambil, bahkan yang hmmm topless! Ada kok. Jadi kamu siap ya menjadi olokan semua orang?” Deru berbicara, kedengarannya sangat menyebalkan di telinga Jasmine.
Perasaan Jasmine bercampur aduk tidak karuan, bagaimana kalau seantero negeri menghujatnya. Dan masa depan dia yang harus hancur total.
“Tapi Mah untuk apa aku harus akui kalau di foto itu aku ke papa?”
“Jasmine, tidak ada pilihan. Kami akan meminta tebusan untuk menjamin foto ini tidak akan beredar ke mana-mana. Mama dan Mas Deru butuh modal besar untuk bisnis kami dan hanya Papamu lah yang punya modalnya. Tapi Papa kamu semakin hari rasanya semakin pelit!” Mama Gabby bicara tanpa nurani sedikitpun.
“Mama teganya! Kapan Papa akan menelepon Jas masalah kebenaran foto ini?” Jasmine tidak ada pilihan, nyatanya dia tidak mau foto-foto tidak senonoh itu beredar dan akan menghujat dirinya serta membuat hancur masa depannya.
“Malam nanti Mama akan hubungi kamu dan Papa kamu langsung berbicara untuk memastikan ini foto asli kamu dan bukan rekayasa, paham Jasmine! Jangan coba-coba mengingkari kalau itu bukan kamu atau kamu tidak melakukan karena hanya akan menghancurkan dirimu!” Mama Gabby menerangkan mekanisme rencananya.
***
Tidak ada yang lebih hancur lagi saat papa menelepon dan mengintrogasi perihal foto-foto yang dipegang mama tirinya, Jasmine harus mengiyakan kalau dia memang telah melakukan hal yang dilarang agama bersama cowok yang bukan lain adalah Mas Deru.
“Papa itu bukan kemauan Jasmine! Itu jebakan bahkan Jasmine merasa tidak melakukan apapun!“ Jasmine hanya menjerit di hati saat papanya memutuskan telepon dengan sangat marah dan kecewa.
Terngiang final ultimatum papanya yang sudah sangat emosi dengan pengakuan bohongnya.
“Jasmine! Mulai besok kamu tidak akan Papa beri fasilitas apapun untuk sekolah. Mobil Papa sita dan tidak ada lagi uang bulanan! Papa sangat kecewa dengan kelakuan kamu yang liar! Jangan pernah anggap Papa masih hidup!”
Esok paginya begitu cepat penyitaan dari mobil Jazz-nya, kartu kredit, beberapa alat elektronik semua diambil oleh orang suruhan papa. Jasmine hanya pasrah dengan nasibnya yang tengah menghantarnya pada keterpurukan.
Sekarang dia benar-benar miskin tidak punya apa-apa. Uang di buku tabungannya yang disisakan papanya tak seberapa. Jasmine tentu saja harus pergunakan sebaik mungkin.

Other Stories
Takdir Cinta

Di balik keluarga yang tampak sempurna, tersimpan rahasia pahit: sang suami memilih pria l ...

Tilawah Hati

Terinspirasi tilawah gurunya, Pak Ridwan, Wina bertekad menjadi guru Agama Islam. Meski be ...

Conclusion

Liburan Dara ke kota Sapporo di Hokkaido Jepang membawanya pada hal yang tak terduga. Masa ...

Terlupakan

Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...

Rumah Rahasia Reza

Di balik rumah-rumah rahasia Reza, satu pintu belum pernah dibuka. Sampai sekarang. ...

Sinopsis

hdhjjfdseetyyygfd ...

Download Titik & Koma