Dia Bukan Dia

Reads
1.2K
Votes
0
Parts
9
Vote
Report
Dia bukan dia
Dia Bukan Dia
Penulis Moycha Zia

Chapter 1 Dika-ku


Hawa panas di kamar itu terasa pengap, setara dengan perasaan yang berkecamuk di dadaku. Di depanku, Dika duduk mematung, wajahnya dipoles cahaya remang dari lampu meja. Matanya, yang dulu selalu memancarkan kehangatan, kini dingin dan jauh. Ponselku tergeletak di antara kami, layarnya menampilkan pesan-pesan yang tak seharusnya ada. Pesan-pesan dari Beno.
“Siapa dia, Di?” suaraku bergetar, lebih karena luka daripada amarah.

Dika tak menjawab. Ia hanya menunduk, mengusap wajahnya perlahan. Aku tahu, sejak beberapa bulan lalu ada yang aneh. Jadwalnya yang tiba-tiba padat, alasan lembur yang tak masuk akal, dan tatapan kosongnya setiap kali ia berpikir. Aku mencoba membuang jauh-jauh rasa curiga itu, mengatakan pada diriku sendiri bahwa itu hanya bayanganku saja.

Namun, kini bayangan itu menjadi nyata. Pesan-pesan itu jelas, tak bisa disangkal. Ada foto, ada janji, kata-kata mesra yang seharusnya hanya diucapkan untukku. Dadaku sesak, rasanya seperti ada tangan tak kasat mata yang meremas jantungku.
“Jawab aku, Dika!” desakku, air mata mulai menggenang di pelupuk.

Ia mengangkat kepala, dan di situlah aku melihatnya. Di matanya, ada sesuatu yang asing. Ada kilatan yang bukan lagi Dika-ku. Ada bayangan seorang wanita lain. Tubuhku mendadak merinding. Ini bukan Dika. Dia bukan dia. Aku mundur selangkah, napas tercekat di tenggorokan.

“Di, kamu kenapa?” tanyaku dengan suara hampir tak terdengar.
Wajah Dika tetap datar, tapi matanya, seolah memohon, ada suara lain di balik tatapan kosong itu yang meminta pertolongan. Keringat dingin mulai membasahi punggungku. Ini bukan Dika yang kukenal. Dika-ku tak pernah punya tatapan setajam ini. Dika-ku tak pernah punya ekspresi setenang ini di tengah badai.

Saat aku hendak bertanya lagi, Dika berdiri. Tubuhnya yang tegap kini terasa mengancam. Ia berjalan mendekatiku, langkahnya pelan dan pasti. Aku ingin berteriak, dan lari, tapi kakiku terasa lumpuh.

“Kamu harus pergi, Alya,” bisiknya dengan suara yang berat. Suaranya pun beda. Ada nada serak yang tak pernah kudengar sebelumnya.

“Apa maksudmu? Kamu ini siapa?” suaraku pecah.

Ia hanya tersenyum tipis. Senyum yang penuh rahasia dan jauh dari kehangatan. Ia meraih tanganku, dan sentuhannya terasa dingin. Bukan lagi sentuhan hangat Dika yang selalu menenangkanku. Sentuhan ini terasa asing, seolah dari orang lain.

Mataku tertuju pada cermin di belakangnya. Di sana, pantulan Dika berdiri di sampingku. Tapi ada yang aneh. Bayangannya tersenyum lebih lebar, mengerikan, dan matanya memancarkan kilatan kejahatan yang memuakkan.

Aku menoleh kembali pada Dika, namun yang kulihat adalah bayangan yang sama. Seseorang dengan mata yang tajam, senyum yang dingin, dan sentuhan yang mematikan. Dia bukan Dika. Dika-ku telah hilang, ditelan oleh sosok lain di depan mataku. Aku berdiri di hadapan seseorang yang telah mengambil alih kekasihku, dan tidak tahu harus lari ke mana.

Other Stories
Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Hantu Dan Hati

Zaki yang baru saja pindah kesebuah rumah yang ditinggalkan, menemukan fakta bahwa terdapa ...

Dua Mata Saya ( Halusinada )

Raihan berendam di bak mandi yang sudah terisi air hangat itu, dikelilingi busa berlimpah. ...

Aroma Kebahagiaan Di Dapur

Hazea menutup pintu rapat-rapat pada cinta setelah dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya ...

Cinta Dua Rasa

Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...

Srikandi

Iptu Yanti, anggota Polwan yang masih lajang dan cantik, bertugas di Satuan Reskrim. Bersa ...

Download Titik & Koma