Pesan Dari Hati

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

1. The Perfect Father

Likes a daughter likes a father....
Riri memiliki banyak kesamaan dengan papanya, tidak hanya fisik tapi juga karakter mereka yang sama-sama keras kepala. Dan sebab itu juga mereka sangat dekat. Wajah Riri benar-benar membawa garis raut papanya, dari matanya yang bulat bersinar, alis tebal, hidung mancung dan bibir tipisnya.
Riri Putri Adityo adalah putri pengusaha kaya raya bernama lengkap Bapak Adityo Prakarsa Surya. Walau berambut cepak tapi Riri sangat manis, cuek, polos dan apa adanya.
Adityo Prakarsa Surya beliau yang paling memberikan peran dalam kehidupan seorang Riri dengan kemanjaan dan kehangatan kasih sayang seorang papa.
Papa yang sangat menyayangi Riri saat Rara adiknya akan hadir seakan merebut perhatian mamanya. Papalah yang tetap memihaknya saat mama mengandung adiknya dan mulai ada rasa benci karena mama selalu mabuk karena kehamilannya dan malas bermain lagi dengan dirinya sejak ada makhluk di rahim mama yang konon selalu disebut-sebut akan hadir sebagai adik.
Karena mabuk hebat di masa kehamilannya, mama lebih memilih berbaring ketimbang menghabiskan waktu bersama Riri menemaninya di taman bermain yang ada di kompleks elite rumah mereka. Kenyataan mama tidak bisa seperhatian dulu, mama kadang mengeluh sudah terlalu capai bermain dengan dirinya yang hiperaktif di masabalitanya.
Waktu itu Riri masih berusia empat tahun tapi semuanya termemori begitu saja. Ada rasa ngeri dengan adik yang tengah dinanti mama papanya. Ada rasa takut sang adik akan merebut semua kasih sayang mereka dari dirinya.
Saat itu papa yang menjadi tumpahan rasa benci dan cemburu dengan makhluk yang disebut-sebut sebagai ‘adik’ dalam perut mama.
Kalau Riri sudah semakin cemburu dengan kehadiran Rara maka papa mengajaknya ke taman bermain. Dan membiarkan Riri melampiaskan kekesalannya dengan sepuasnya bermain di taman. Dengan sabar papa menunggui dan sesekali ikut bermain. Sementara di rumah mama sibuk mengurusi Rara.
Papa ternyata tahu kalau hatinya sangat cemburu pada Rara dan papa berusaha selalu menjaga perasaannya dengan terus memeluk, menggendong, memandikan dan membuatkan susu saat mama tidak sempat melakukan untuk dirinya.
Walau ada pengasuh di rumah mbak Sum yang menjaga Riri saat papa bekerja, tapi di tengah kesibukan pekerjaaan papa yang tengah merintis usaha ekspor barang-barang berbagai kerajinan tangan made in Indonesia sesibuk beliau sebisa mungkin menyempatkan untuk memandikan, membuat susu atau apapun yang lain dengan tangannya sendiri untuk Riri.
Tidak ada perjanjian terucap, tapi Riri merasa kedua orang tuanya menjadi terbagi satu-satu. Riri si anak papa dan Rara si anak mama. Mereka bergelanyut dalam setiap detik pada masing-masing orang tua, Riri dengan papa dan Rara dengan mama.
Kalau ada apa-apa menyangkut Riri maka mama akan meminta papa yang urus demikian sebaliknya kalau Rara sudah mulai susah diatur maka papa akan menyuruh mama yang merayu.
Jadi Riri sangat dekat dengan papanya dan pandangan di mata saudara-saudara keluarga besar sampai dibilang, ”Dasar Si Riri anak papa!”
Dan tentu saja otomatis Rara mendapat julukan juga, “Kalau Rara ini anak mama.”
Yah itu adalah apa yang kadang terjadi saat Tuhan memberikan lebih dari satu amanat. Kebencian yang kadang hadir dalam hati Riri dan Rara yang terus bertumbuh sejalan waktu. Kerapkali keributan masa kecil meramaikan rumah Bapak Adityo Prakarsa Suryaatas ulah mereka yang bertengkar, menangis karena memperebutkan segala hal. Berebut mbak Sum sang pengasuh, berebut boneka, mainan apa saja, ayunan, tempat duduk dan masih banyak lagi, selalu berakhir dengan tangisan salah satu atau berdua. Lalu mereka melarikan diri dalam pelukan mama atau papa. Setiap ada papa pasti Riri akan mencari perlindungan di dalam dekapannya.
Tapi bagaimanapun kenyataannya saudara adalah saudara yang bisa menghadirkan rasa benci dan sayang yang datang silih berganti tapi muaranya adalah tetap rasa cinta. Selalu ada rasa sayang dan cinta pada adik yang diawal selalu dianggap saingan oleh Riri.
Pada akhirnya waktu mengurai menjadi kebersamaan. Itu semua tidak terlepas dari rasa kasih sayang papa yang besar dan seutuhnya buat Riri. Bahkan sosok papa adalah segalanya, bagi Riri papa adalah sosok yang sempurna.
Karena papa selalu menuruti apapun yang Riri pinta, termasuk kasih sayang yang lebih dibandingkan terhadap Rara.
Papa selalu menjaga dirinya seperti gelas kaca yang rapuh dari waktu ke waktu. Bahkan Riri selalu membanggakan pada teman-temannya akan kasih sayangnya papa yang sempurna. Papa selalu bekerja keras, sehingga menghantarkan kesuksesan tetapi tidak melalaikan perhatian yang penuh pada keluarga.
Bagaimana tidak Riri sangat membanggakan sang papa, beliau telah bekerja keras membangun bisnis keluarga dari nol hingga memiliki omset yang besar dan menyerahkan seluruh hidupnya hanya untuk keluarga kecilnya.
Papa menjaga dan melindunginya walau Riri bukan lagi balita yang merengek-rengek lagi minta ditemani ke taman bermain.
Riri kecil sampai SMU selalu dikawal kemana-mana oleh papa. Dan sekarang tak terasa Riri sudah menjadi gadis dewasa semester enam yang tengah menempuh kuliah di Fakultas Tehnik Industri di salah satu perguruan swasta ternama di Jakarta.
Dan sampai detik ini rasa bangga terhadap papa yang sempurna masih melekat. Tidak ada yang paling sempurna dan istimewa di mata Riri selain papanya. Hanya papa.
Riri banyak bergaul, melihat, mendengar banyak teman papa atau mama yang sukses dalam kelimpahan harta benda tapi hancur lebur dalam perkawinan.
Kejadian yang menimpa Sucita membuat Riri prihatin apalagi Sucita adalah sahabat terbaik di bangku kuliah sejak semester pertama. Sucita yang kerap meributkan hubungannya dengan Jo.
***
Rumah Sakit Persahabatan
Saat ini Sucita sahabat Riri di asrama putri masih terbaring lemah, walau wajahnya sudah mulai memerah dan tidak sepucat dua hari lalu.
Sucita dua hari lalu nekad melakukan bunuh diri, beruntung mbok Marni yang bertugas mengawasi anak-anak asrama putri The Lady tempat Riri dan Sucita tinggal menemukan saat dirinya mulai sekarat dengan obat-obat entah jenis apa yang ditelan banyak dan berhamburan di sekitar tempat tidurnya.
Saat itu Riri ketakutan dengan apa yang menimpa sahabatnya. Sudah sebulan ini Sucita suka mengeluh pertengkaran papi maminya yang terus saja ribut dengan berbagai hal. Ternyata Sucita harus menghadapi perceraian yang terjadi dengan papi maminya.
Selama ini Riri dan Sucita selalu membanggakan orang tua mereka yang dianggap sempurna. Tidak disangka sama sekali orang tua yang dianggap paling sempurna ternyata menyimpan rahasia dan saat rahasia terbuka yang tersisa buat anaknya adalah kepedihan dan putus asa.
Dari cerita Sucita, sebulan terakhir papi maminya bertengkar tidak jelas, akhirnya Sucita menguping kalau papinya marah besar karena maminya tengah suka dengan cowok yang sepantasnya jadi kakak atau pacar buat Sucita.
Mami istilahnya tengah jatuh hati dengan berondong manis yang memberikan waktunya untuk mendengarkan curhatan mami yang kerap kesepian karena papinya sebagai pembisnis sangat sibuk.
Mami butuh teman yang bersedia mendengarkan sepi hatinya dan masalah-masalah dalam rumah tangganya. Sementara papinya Sucita sangat mobile dan hampir tidak ada waktu buat mami dan Sucita. Ini terjadi satu tahun terakhir.
Sucita sadar ternyata mami membutuhkan perhatian juga. Apalagi dirinya sebagai anak tunggal juga tidak bisa menemani mami terus-menerus kecuali ada tanggal merah atau Sabtu Minggu memberi kesempatan bisa pulang ke rumah yang cukup jauh dari asramanya.
Jakarta-Bogor yang membuat Sucita hampir tiga tahun memilih asrama yang dekat kampusnya.Hal yang sama Riri lakukan untuk memilih asrama putri The Lady sebagai tempat tinggalnya saat menempuh kuliah.
Jakarta-Cibubur tampaknya dekat bila tidak ada macet sepanjang tol dalam kota dan tol Jagorawinya. Kondisi jalan yang kadang tidak bersahabat dengan kemacetan luar biasa. Waktu tempuh normal satu jam kampus Lima Sila Grogol-Cibubur bisa menjadi dua bahkan empat jam bila ditempuh dengan kemacetan jalanan Jakarta yang kadang ekstrim. Alasan kemacetan itulah mereka berdua bertemu dalam asrama The Lady untuk sama-sama belajar di kampus
Lima Sila.
Sekarang Riri berusaha menjaga dan memberikan masukan yang menghibur dengan harapan Sucita kembali semangat menempuh kehidupannya.
Riri tahu kalau papi maminya akhirnya akan tetap bercerai, kenyataan usaha Sucita dengan melakukan usaha bunuh diri tidak mempengaruhi niatan mereka bercerai. Sucita mau hidup atau mati tetap saja mereka bercerai. Saat seperti ini pasti sangat menyakitkan hati Sucita.
Riri tidak habis berpikir! Sudahkah rasa cinta berlalu tanpa sisa dalam hati papi dan mami Sucita. Hingga saksi hidup akan cinta mereka beberapa puluh tahun harus kandas begitu saja.
Riri semakin sadar keberadaan papa adalah hero bukan saja buat dirinya tapi juga buat keluarganya. Papa yang sepenuhnya mempersembahkan seluruh waktu, tenaga untuk keluarganya. Papa yang menjadi kebanggaan Riri, Rara, mama dan keluarga besar. Papa is the perfect father dalam pandangan Riri.

Other Stories
Devil's Bait

Dari permainan kartu tarot, Lanasha meramal lima temannya akan mengalami kejadian aneh hin ...

Waktu Tambahan

Seorang mantan pesepakbola tua yang karirnya sudah redup, berkesempatan untuk melatih seke ...

My 24

Apa yang tak ia miliki? Karir yang gemilang, prestasi yang apik, istri yang cantik. Namun ...

Free Mind

KITA j e d a .... sepertinya waktu tak akan pernah berpihak pada kita lagi setelah aku ...

Cinta Kadang Kidding

Seorang pemuda yang sedang jatuh cinta kepada teman sekelas saat sedang menempuh pendidika ...

Adam & Hawa

Adam mencintai Hawa yang cantik, cerdas, dan sederhana, namun hubungan mereka terhalang ad ...

Download Titik & Koma