Pesan Dari Hati

Reads
3.8K
Votes
0
Parts
19
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

17. Pesan Dari Hati

Sore perkuliahan sudah kelar, sejenak Riri membalas berbagai ucapan dan habis ini Riri akan mengambil nasi kuning kotakan. Riri sudah berniat membagikan nasi kotakan 100 buah untuk rumah yatim piatu yang ada tidak jauh dari kampusnya.
Kemarin dia sudah minta izin untuk memberikan pas makan sore atau malam. Riri menyetir Avansa silver-nya, tiba-tiba sekilas seperti melihat Jo dan Sara di kantin yang terlewati.
\"Jo dan Sara...? Aku turun atau tidak ya?\" mengikuti kata hati Riri memutuskan memarkir mobilnya dan menghampiri Jo. Karena seharusnya Jo sudah ada di Yogyakarta bersama mamamnya, kalau berangkat satu jam lalu dari bandara. Dan ini sudah sore.
Riri hanya ingin mencari sebuah kejujuran, kalau Jo dan Sara sudah putus kenapa mereka masih tampak begitu mesra. Bahkan Jo masih menggenggam tangan Sara. Sara masih tertawa-tawa. Hati Riri bergetar tapi aneh rasanya dia tidak lagi merasa sakit hati seperti waktu lalu dan tidak takut lagi untuk menghadapi suatu kenyataan. Hatinya hanya ingin mendapat sebuah kepastian atas apa yang dilihat.
\"Jo...\" Riri menyapa.
“Riri! Eee maaf aku...\" Jo salah tingkah dengan kehadiran Riri yang tidak terduga.
\"Batal Jo ke Yogyakartanya?\" Riri langsung bertanya.
\"Siapa yang mau ke Yogya?\" Sara tiba-tiba ikut bersuara.
\"Ya Jo-lah memang nggak izin ke kamu?\" Riri berbalik tanya.
\"Jo kapan kamu mau ke Yogya? Kok kamu tidak cerita ke aku padahal kamu janji mau mengenalkan aku ke eyang. Dan Jo kamu tahu aku ingin sekali jalan-jalan ke Yogya! Aku ingin sekali menikmati Malioboro di malam hari!\" Sara mulai marah.
\"Hmmm sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat nih! Sorry Jo, Sara gue balik! Maaf mengganggu keromantisan kalian!\" Riri menyindir Jo dengan mempertajam kata keromantisan barusan.
Sebuah kesaksian yang menjawab keraguan hatinya, pesan dari hatinya untuk memastikan sebuah kenyataan dengan mengabaikan sesaat perasaan malunya demi mendapatkan kebenaran hati.
Baru pagi tadi Jo berkata tidak bisa menemui Riri karena harus mengantar mama ke Yogyakarta. Kenyataan sekarang malah dia sedang bermesraan dengan Sara dan tampaknya mereka baik-baik saja. Jadi saat di Singapore flyer Jo juga berbohong kalau bilang sudah putus dengan Sara.
Riri terhenyak Jo berbohong karena takut dirinya jadian dengan Cornel. Egois sekali Jo kalau seperti itu. Sementara dirinya masih juga sudah jadian dengan Sara. Tapi rasa cengeng untuk menangis meratapi seperti waktu lalu saat Jo meninggalkannya itu benar-benar sudah lenyap. Riri malah tersenyum menyaksikan wajah Jo yang merah karena ke-pergok tengah bermesraan dengan Sara barusan.
Riri yakin sekarang perasaan Jo campur aduk karena kebohongannya. Tapi sudahlah semua tampak jelas, pesan hatinya adalah lupakan Jo dan mulai mencoba belajar cinta lain.
Riri sejenak terdiam sebelum menyalakan mobilnya. Telepon genggamnya kembali berbunyi minta diangkat. Nama Cornel tertera di layar telepon genggamnya.
\"Cornel? Kenapa ini cowok selalu ada habis ada trouble dengan Jo!” Seru bathin Riri.
\"Ri aku ada di kampus kamu lho.\" Suara berat di seberang membuat Riri kaget.
\"Hah Cornel! Kamu ke sini?\" Riri memastikan.
\"Serius!\"
“Iya Riri Sayang...\"
“Please kemari ya! Aku tunggu kamu di auditorium nih, tepatnya di depan Koperasi Mahasiswa,\" kata Cornel.
“Riri segera mengarahkan mobilnya menuju Koperasi Mahasiswa yang tidak jauh dari tempat parkirnya. Riri seperti mimpi saja ternyata Cornel benar-benar ada dan duduk di bangku sambil menikmati es botol.
Riri memarkir mobilnya kemudian langsung turun menghampiri Cornel dan mencubit lengannya.
\"Aduh, aduh datang-datang bukannya dicium kek! Malah dicubit!\" Cornel mengaduh.
Riri tidak peduli.
“Happy birthday sweet hearts!\"Cornel berbisik lembut
Riri serasa melayang mendengarnya. Kesal gara-gara Jo yang kepergok berduaan dengan Sara seketika lenyap.
\"Jadi apa acara ulang tahunnya?\" tanya Cornel tanpa ingin melepas sedetik pun memandang wajah Riri yang tampak tersipu.
\"Ayo ikut aku! Bantuin aku ngebagiin nasi kotak ke rumah yatim piatu!\" Riri menarik Jo masuk mobilnya. Dan membawanya ke tempat katering Bu Slamet untuk mengam-bil 100 nasi kotak kuning pesanannya.
Cornel tidak menyangka Riri akan merayakan ulang tahunnya bersama-sama anak yatim piatu. Tapi apa yang dilakukan Riri memantapkan sebuah pilihan, kalau Riri berbeda dengan Azita mantannya.
Riri gadis polos apa adanya yang bertindak mengikuti kata hatinya dan Cornel sudah rasakan dari pertama kali bertemu lalu menolongnya saat pingsan.
Memberikan pertolongan pertama di waktu lalu membekas debarannya dan jujur Cornel berharap akan terjadi di waktu lain dan terus. Cornel ikut merasakan kebahagiaan dan keharuan yang tengah Riri rasakan. Menyaksikan anak-anak yatim piatu menyantap nasi kuning komplit dan snack. Terpancar wajah bahagia dan keakraban. Ternyata Riri juga menyiapkan hadiah-hadiah buat anak-anak yatim piatu yang tidak sabar mereka buka.
Wajah-wajah berbinar tampak nyata dengan hadiah yang Riri berikan, sebuah hadiah sederhana dan sama membuat mereka sangat riang.
Buat anak-anak cowok Riri membelikan kaos bola sementara buat yang cewek-cewek Riri memberikan boneka.
\"Great! Ulang tahun yang istimewa Riri! Aku bersyukur bisa ikut menyaksikan dan merayakan ulang tahun yang sangat berarti. It’s one fine day!\" Cornel merangkulnya.
Dalam hati Riri hari ini penuh dengan warna-warni.
Salah satu hari terbaik dalam hidupnya.

Other Stories
7 Misteri Korea

Saat liputan di Korea, pemandu Dimas dan Devi terbunuh, dan mereka jadi tertuduh. Bisakah ...

Kenangan Indah Bersama

tentang cinta masa smk,di buat dengan harapan tentang kenangan yang tidak bisa di ulang ...

Ruf Mainen Namen

Lieben .... Hoffe .... Auge .... Traurig .... ...

Petualangan Di Negri Awan

seorang anak kecil menemukan negeri ajaib di balik awan dan berusaha menyelamatkan dari ke ...

Kala Kisah Menjadi Cahaya

seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...

Aku Versi Nanti

Mikha, mahasiswa design semester 7 yang sedang menjalani program magang di sebuah Agency t ...

Download Titik & Koma