Epilog
Dan kini berdua dengan Cornel menghabiskan malam dalam keremangan di sebuah restoran bilangan Cibubur.
\"Besok pagi aku balik ke Singapura, tapi sepertinya hatiku tertinggal di Jakarta.\" Cornel menatap mesra, Riri tidak bisa berkata-kata dan membiarkan waktu yang membunuhnya dalam kemesraan.
Sebuah cincin tiba-tiba disematkan di jari manis Riri. Setengah merunduk Cornel meminta, “Maukah kau menjadi kekasihku?”
Cornel menatap Riri tajam dan serius.
Riri terdiam sesaat, saatnya dia berbicara dengan hati untuk mendengarkan pesan-pesan hatinya.
\"Cornel memang belum lama dikenal, tapi dia telah memberikan rasa nyaman dan debaran penuh cinta yang tidak pernah didapat sebelumnya, bahkan setelah tiga tahun dengan Jo.”
Riri membiarkan pesan hatinya berbicara, “Apa yang tersisa dengan Jo juga hanya kebohongan...\"
\"Cornel aku juga menyayangimu.\" Riri mantap kalau memang hatinya sudah jatuh cinta pada cowok yang tengah memandangnya penuh cinta.
Dan hanya itu yang bisa keluar dari bibir Riri sebuah kata yang menjadi pesan hatinya mengungkapkan banyak konsekuensi untuk melangkah ke depannya, tapi selama mengikuti suara hatinya Riri yakin inilah episode hidup dia adanya.
Sebuah episode terlewati dan akan dilewati bersama Cornel... dan hati selalu mengutarakan pesan terbaik...
Other Stories
Cahaya Dari Menara Camlica
Fatimah, seorang gadis sederhana asal Jakarta, tidak pernah menyangka bahwa sujud-sujud pa ...
Kastil Piano
Kastil Piano. Sebuah benda transparan mirip bangunan kastil kuno yang di dalamnya terdapat ...
Setinggi Awan
Di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk-pikuk kota, Awan tumbuh dengan mimpi besar. Ia i ...
Baca Tanpa Dieja
itulah cara jpload yang bener da baik ...
Sayonara ( Halusinada )
Raga berlari di tengah malam, tanpa sekalipun menengok ke belakang. Ia kelalahan hingga te ...
Cahaya Menembus Semesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...