2. Last Night Bachelor Party
\"Jadi gimana malam nanti, Man? Jadi pesta bujangnya?\" Niko memastikan lewat WA grup_ The Only Man.
The Only Man hanya berisi sepuluh cowok yang bersahabat dari kuliah dan beberapa satu kantor, tapi tujuh puluh persen berbeda-beda kantor.
“Tergantung Bram, malam ini tantangan buat dia kan?\" _ Rico
\"Masih lama Man, masih enam bulan ke depan gua lepas lajang.\"_Bram
\"Nggak masalah pestanya sekarang! Kita sudah sepakat! Aku sudah booking the best room!\" _Rio
\"Iya. Habis Bram, kamu Niko.\"_Delon
\"Apa alasan ke calon bini gue pulang malam?\"_Bram
“Payah loe Bram, belum juga jadi istri. Aku aja yang sudah kawin santai saja!”_Rio
\"Lembur ajalah, gampang!\"_Martin
\"Kita taruhan ya, seperti biasa kan?”_Ray
\"Yoi Man!\"_Rio
\"Bram, ingat... ini taruhan ya! Seperti permainan biasa.\"_Sena
\"Ok, siapa takut ?\"_Bram
Masih teringat dalam benak Bram saat Ray dikerjain habis-habisan geng The Only Man yang terdiri dari sepuluh laki-laki umur dua puluhan sampai tiga puluhan.
WA Group The Only Man terdiri dari lelaki metropolitan dengan pergaulan luas, diskotik, cafe menjadi tempat hang out untuk sosialita mereka.
Dan Ray menang taruhan setelah digoda dengan mengundang penari tanpa busana dari cowok dan cewek tidak mempan untuk mengalirkan gairah kelakiannya. Sampai teman-teman lain gemas karena kalah taruhan beberapa ratusan ribu dikali sembilan peserta masuk ke kantongnya.
Acara gila ini menjadi taruhan apakah calon pelepas lajang bertahan atau tidak untuk mempertahankan kebujangannya, atau malah sebaliknya terlarut untuk mencoba dan melepas kebujangannya dengan lanjut ke one night stand dengan perempuan-perempuan ready stock yang memang menunggu mangsa-mangsa berduit.
Bram tersenyum Ray lolos dengan sumpah serapah untuk bisa kabur jerat-jerat fatamorgana.
Bram teringat dari kelima temannya yang sudah meleawati tradisi pelepasan ini, Dick dan Naon yang gugur. Mereka tidak kuat dengan godaan hasrat seksual yang menggebu.
Dan ini rahasia besar kelompok sepuluh lelaki tergabung The Only Man kalau mereka sudah tidak bujang lagi di malam pertama dengan istri mereka.
“When a life without limits, nobody knows with who they are. Be careful, we could get stuck and can’t escape.”
Bram tidak bisa mengelak, menjauh dan berlari dari pergaulan yang menjebak. Pergaulan metropolis city yang selalu memacu adrenalin.
\"So guys don\'t miss it yach! Come to Bram’s bachelor party J “_Rio.
“Siappppppp!”_Naon
***
Bersepuluh memasuki area tertutup di kawasan Gajah Mada. Untuk memasuki wilayah ini tidak mudah. Belum tentu orang kaya berduit bisa selanang-selonong masuk. Semua memakai akses dan kode tertentu.
Hanya orang yang punya link ke dalam yang bisa membawa mereka masuk ke dalam. Semua karena Rio yang orang tuanya pengusaha kaya raya dan biasa meng-entertain tamu-tamu pentingnya.
Saking kerapnya Rio menjadi andalan untuk hal-hal seperti ini, dia malah tidak tertarik untuk terlibat banyak secara personal. Rio lebih cenderung sebagai organizer tanpa ada hati untuk terlarut. Rio lebih teguh berprinsip untuk setia pada istri dan keluarganya tanpa harus mereka tahu pergaulan dirinya secara detail. Tapi rasa menjagalah yang terpenting, tidak ada pengkhianatan.
Dan The Only Man tidak ada yang bisa lepas dari kelompok yang sudah bertahun-tahun bersahabat dan saling menjaga rahasia.
Pemandangan pria wanita bergandengan mesra dengan baju-baju terbuka bukan hal yang aneh di surga dunia. Wanita-wanita luar biasa cantik berkelompok mengumpul, ada kelompok wanita berwajah khusus Timur Tengah, berwajah Asia, berwajah eksotik dengan pakain glamour.
Dengan tenang Rio menggiring teman-temannya dalam ruangan private.
\"Wowowowo gila Rio, itu cuantik bangeeet!\" Niko melotot tak berkedip terhadap seorang wanita yang juga melambaikan tangannya.
\"Gila, surga dunia benar Man!\" Niko memukul pundak Bram.
\"Biasa sajalah Man!\" Bram mengerling.
\"Ok lah you now the victim!\" Niko balik mengerling jahil, mengingatkan kalau dia adalah sekarang korbannya.
“Calm down Nik, and the next is you!”
\"Eh Bram, yakin lo mampu? Kali ini ceweknya lebih cantik daripada saat Naon lho! Tahu kan Naon gagal? Padahal waktu itu cewek penggodanya biasa aja,\" Niko berpendapat tentang kekalahan Naon tiga bulan lalu.
\"Itukan Naon, kambing dibedakin aja dia sudah gak kuat!\" Bram tersenyum mengejek ke arah Naon.
\"Sialan lo Bram, awas saja! Kita lihat siapa yang memenangkan pertaruhan ini,\" balas Naon.
Bram hanya menyeringai.
Kali ini Rio mendapat bonus minuman lebih karena papinya banyak melakukan entertaint di tempat hiburan yang letaknya sangat tertutup dari dunia luar.
Menghilangkan rasa resah tidak jelas Bram menegak tequila yang seharga hampir satu juta per botolnya. Ada juga botol vodka, entahlah Rio menyubsidi berapa juta untuk setiap kali pesta bujang di luar iuran regular masing-masing.
Beberapa teguk Tequila dan Vodka membuat Bram merasa lebih nyaman dengan pesta gila yang sudah beberapa kali diikuti. Tapi jujur, menjadi barang taruhan membuat nervous tersendiri.
Jenis obat keras ini nyatanya menghangatkan, rasa nyaman yang menjalar dan dirinya mulai sangat menikmati pesta gila yang masih bisa dinikmati minimal tiga kali lagi mengingat setelah dirinya yang lepas lajang masih ada Niko, Rico, dan Martin.
Musik hingar bingar dan mulai keluar penari-penari cowok-cewek berawal dari busana lengkap seiring hingar bingar musik dan godaan yang mereka lancarkan berlanjut lepas satu demi satu dan tanpa busana mengitarinya.
Nyatanya Bram sepertinya tidak terpengaruh apa-apa, masih bisa tertawa-tawa dan tidak tahu beberapa temannya yang kabur entah menggandeng salah satu penari atau mencari di luar sana atau juga pulang kembali ke istri mereka bagi yang sudah menikah.
Hanya Rio dan Naon yang terkendali baik dalam pesta ini, kedua pria yang sudah menikah ini sudah lebih berpengalaman dan lebih bisa mawas diri.
“Sepertinya untuk memenangkan taruhan ini cuma Saron yang bisa mematahkan pertahanan Bram,” bisik Rio pada telinga Naon.
“Biar kita jebak saja merek berdua,” usul Naon.
\"Iya, kalau Bram kalah lumayanlah pesta ini dia yang tanggung tujuh puluh lima persennya dan kita hanya iuran ala kadarnya. Lagi pula apalah artinya uang segitu buat dia dan keluarganya yang kaya raya,” lanjut Rio.
“Iya benar, aku setuju!” Naon berkata mantap. Ada terbersit kekesalan atas ejekan Bram yang menganggapnya ‘murahan’ karena waktu pesta bujang dirinya, akhirnya Naon memilih seseorang penjaja dan menghabiskan sisa pesta di sebuah hotel.
Semua rahasia laki-laki mereka seratus persen terjaga. Hanya yang tahu grup The Only Man.
Malam itu di luar rencana terjadi kesepakatan antara Rio dan Naon untuk menjebak Bram.
Diam-diam Naon terus menjejalkan minuman keras agar otak Bram kehilangan kesadaran.
Bram yang terlalu banyak minum tidak mungkin membawa mobilnya pulang ke rumah. Naon yang kebetulan satu arah rumah dengan Bram memutuskan memegang setir.
Dan Bram yang teler dibiarkan tidur dalam pelukan Saron yang jelas sudah tahu tugas-tugas selanjutnya. Saron dengan suka cita memeluk lelaki tampan yang tengah teler.
Jujur, Bram sendiri tidak sadar seratus persen apakah benar-benar melakukan make love dengan Saron. Tapi bila melihat penampilan mereka berdua bangun tidur sepertinya memang mereka telah melakukan sebuah kesalahan.
Kesalahan buat Bram dan keberuntungan buat Saron, otaknya sudah membayangkan puluhan uang berhamburan di tempat tidurnya dari grup The Only Man yang memercayakan untuk meruntuhkan pertahanan virginitas Bram.
Other Stories
FILOSOFI SAMPAH (Catatan Seorang Pemulung)
Samsuri, seorang pemulung yang kehilangan istri dan anaknya akibat tragedi masa lalu, menj ...
Kado Dari Dunia Lain
"Jika Kebahagiaan itu bisa dibeli, maka aku akan membelinya." Di tengah kondisi hidup Yur ...
Kucing Emas
Suasana kelas 11 IPA SMA Kartini, Jakarta senin pagi cukup kondusif. Berhubung ada rapat ...
Persembahan Cinta
Rendra pria tampan dari keluarga kaya, sedangkan Fita gadis sederhana. Namun, Mama Fita ra ...
Buku Mewarnai
ini adalah buku mewarnai srbagai contoh upload buku ...
Cerella Flost
Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...