16. Competely Lost
Nastiti memasuki rumah, terhenyak ketika memasuki ruang tamu ada Bram, papa mama Bram dan kedua orang tuanya.
“Nasti, syukurlah kamu pulang Sayang,” Bram memeluk erat Nastiti.
Disusul Mama Linda dan ibunya memeluk. Mereka menangis dan mencium Nastiti. Nastiti jadi salah tingkah dan bingung. Memang hatinya sesak karena telah membatalkan pernikahan dan melarikan diri dari masalah yang meruncing dengan kabar kehamilan Saron.
Sekarang semua orang yang dikasihi sebelum perselingkuhan tengah menguatkan dan mengharapkan dirinya menarik keputusan untuk meninggalkan Bram
Nasti seakan menjadi terdakwa, dia tidak bisa berkutik. Semuanya menatap dan bertanya-tanya ke mana, dengan siapa dan apa yang terjadi.
Bram mulai membuka pembicaraan, Nasti aku tahu kamu pergi ke Medan tapi aku yakin kamu tidak berkhianat padaku, kalaupun kau berkhianat itu wajar karena apa yang telah kulakukan padamu. Aku sadar aku bukan lelaki sempurna seperti yang kamu harapkan. Tapi percayalah kejadian waktu lalu membuat aku tersadar sepenuhnya, kalau aku benar-benar tidak mau kehilangan dirimu."
Semua tampak terharu, bahkan Ibu Ratna tampak menitikkan air mata. Nastiti jadi terlarut kesedihan yang dia sendiri bingung memaknainya, sedih karena masalah dia dengan Bram, sedih karena melepas Icang untuk Luna ataukah tiba-tiba kehampaan karena sejak semalam meninggalkan Nastiti, kabar Luna mengalami kecelakaan tidak ada WA mesengger sama sekali bahkan Nastiti berpamitan pun tidak dibaca.
Sengajakah Icang tidak meresponsnya, berbagai prasangka berkecamuk.
***
Wejangan demi wejangan harus Nastiti dengar tentang seluk beluk pernikahan yang sudah dialami kedua orang tua dan besannya. Bram juga tampak khusyuk saat papanya cerita suka duka mengarungi pernikahan.Nastiti coba tenang, tapi hatinya resah. Sebuah BBM masuk dengan singkat dan menghancurkan semuanya.
WA Message Icang :
"Maaf Nastiti aku harus menikah dengan Luna, maafkan aku ..."
Semakin deras air mata mengalir dan mereka tidak tahu air mata ini adalah rasa yang amat tersakiti karena Icang telah mengambil keputusan.
Bram memegang erat tangannya, Nastiti yakin pasti Bram mengira hatinya luluh dan tengah bersedih atas sikapnya yang keras kepala dan menjauhinya tanpa maaf sedikitpun.
Mama Linda sengaja memberikan bahunya dan memeluk calon mantu kesayangannya. Di balik pelukannya dia tersenyum pada orang-orang yang membelakangi Nastiti. Sebuah senyum kegembiraan dan kemenangan kalau Nastiti telah ditaklukan.
Malam ini Bram bisa tersenyum lega, tiga bulan ini urusan percintaannya telah menguras pikiran dan tenaganya. Tapi malam ini Bram bisa sejenak terlelap dan bahagia karena gadisnya telah kembali.
Nasti memandang layar WA-nya setelah kalimat tersadis dari Icang terkirim, Nasti belum menanggapi, jari jemarinya hanya mengikuti kata hatinya yang lara.
WA Message Nasti :
"Aku bahagia dengan keputusanmu selamat Icang :)"
Seterusnya hingga terlelap tidak ada lagi WA messenger untuknya.
Other Stories
Dua Bintang
Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...
Jatuh Untuk Tumbuh
Layaknya pohon yang meranggas saat kemarau panjang, daunnya perlahan jatuh, terinjak, bahk ...
Tugas Akhir Vs Tugas Akhirat
Skripsi itu ibarat mantan toxic: ditinggal sakit, dideketin bikin stres. Allan, mahasiswa ...
Beyond Two Souls
Saat libur semester, Fabian secara tiba-tiba bertemu Keira, reuni yang tidak direncanakan ...
Ayudiah Dan Kantini
Waktu terasa lambat karena pahitnya hidup, namun rasa syukur atas persahabatan Ayudyah dan ...
Tajwid Cinta Di Tanah Tinggi
Fatimah (Fafa), seorang gadis kota yang lebih akrab dengan diskon skincare daripada kitab ...