5. Back To The Real World
Zita mengamati pria yang sudah satu minggu ini tidur bersama dan menemani malam-malamnya. Pria yang terpaksa harus menerima pelampiasan kemarahan Zita akan kaum lelaki.
“Laki-laki bodoh, mau-maunya sih dijodohin dengan aku. Ah dan kenapa aku menjadi tidak rasional juga dengan menerima lamaran dan menikah dengannya. Ya Allah, maafkan dosaku, aku telah membuat kesalahan dengan pernikahan tanpa cinta…”
Hati Zita jadi labil tidak karuan, dua tahun di Melbourne tidak membuatnya menjadi orang yang bisa berpikir simple, malah sebaliknya menjadi wanita yang rumit dan bermasalah dengan keputusan-keputusan yang diambil sembrono.
“Tapi Allah bukannya aku juga tanpa alasan untuk menerimanya,” Zita mencoba menenangkan hati dengan menyebut asma-Nya.
Setelah dua tahun mencoba berlari di negeri empat musim, ternyata luka itu masih saja ada. Zita sempat berpikir untuk melewati sisa hidupnya tanpa suami. Zita benar-benar tidak percaya lagi dengan kaum lelaki.
Pria yang bersatus suami itu ditatapnya lekat tapi tidak menimbulkan getaran apapun saat dia menatap Fikri yang tengah terlelap. Tidak ada rasa untuk sekedar mengelus wajahnya dan menyayanginya. Malah sebaliknya, rasa benci yang amat sangat.
Fikri, lelaki yang tengah terlelap kecapean setelah seharian menyelesaikan pekerjaan deadline di kantornya, tidak menyadari Zita sang istri yang sedang menatapnya. Tatapan kebencian. Bukan tatapan cinta dalam lubuk terdalam yang dirindukan Fikri untuk wanita yang diam-diam telah berpengaruh yang sejak kecil dikenalnya.
“Aku harus akhiri sandiwara ini, sungguh! aku tidak mencintai lelaki ini. Bodohnya aku mengorbankan diri dengan menerima pinangannya. Ibu, Bapak maafkan aku, sungguh baru seminggu aku bersamanya dan ini membuat aku tersiksa,” Zita menggerutu dalam hati.
Other Stories
Cinta Koma
Cinta ini tak tahu sampai kapan akan bertahan. Jika semesta tak mempertemukan kita, biarla ...
Pantaskah Aku Mencintainya?
Ika, seorang janda dengan putri pengidap kanker otak, terpaksa jadi kupu-kupu malam demi b ...
Rembulan Digenggam Malam
Pernah nggak kamu kamu membayangkan suatu hari kamu bangun di 1 Januari, terus kamu diberi ...
Melepasmu Untuk Sementara
Menetapkan tujuan adalah langkah pertama mencapai kesuksesanmu. Seperti halnya aku, tahu ...
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Dengan membaca ramalan bintang seakan menentukan hidup seorang Narian akan bahagia atau ti ...
(bukan) Tentang Kita
Tak sanggup menanggung rada sakit akibat kehilangan, Arga, seorang penulis novel romantis ...