1. Aku Dan Tiara
Dalam kisah buku ini tentu saja bukan kisahku, tapi tentang Tiara yang mengisahkan ceritanya padaku. Dan kenapa aku menulisnya? Semata-mata aku hanya ingin melegakan diriku sendiri dan memberitahukan pada orang yang mau membaca novel ini akan cinta dan perjalanannya.
Ya, cinta yang selalu absurd menurutku, cinta itu sesuatu yang tak pasti, tak jelas, membahagiakan sekaligus melukai bagi pelaku-pelakunya.
Oh dan aku sendiri dengan cinta? Aku sampai saat ini memilih menjadi perempuan yang disebut perawan tua, ini pilihan saja... pilihan yang menurut aku sebagai zona nyaman, karena aku tidak mau terlibat dengan hati lawan jenis atas nama cinta, yang menurut aku hanya akan banyak menyita waktu yang efektif untuk bekerja mencari uang untuk kebahagiaanku tanpa harus terbagi masalah-masalah cinta.
Dan sepertinya akan jodoh aku memilih menjauh saja. Cukup aku ikutan merasakan sakit di hati dengan kisah cinta Tiara sahabatku, walau tak menutupi ada juga kebahagiaan yang Tiara bagi denganku tentang cerita-ceritanya.
Tapi entahlah aku memilih jauh dari kata cinta buat diriku, saat ini entah nanti bila Tuhan berkendak yang lain. Mungkin Tuhan tak mengizinkan aku hidup sendiri, Who knows?
Sebaiknya aku tidak terlalu banyak cerita tentang diriku karena memang ini cerita Tiara sahabatku yang cantik, pintar, dan baik.
Aku bersahabat dengannya sejak Sekolah Dasar, dari gadis kecil yang sama suka bermain boneka dan rumah-rumahan, punya geng kelompok belajar bersama dan kita selalu bersama hingga SMU.
Sampai akhirnya kita tidak bersama terpisah jarak karena Tiara memilih kuliah di Jakarta, sementara aku masih di Yogyakarta.
Tapi kita rajin saling berkirim kabar, aku senang mendengar cerita Tiara yang selalu semangat dengan kuliahnya. Tiara memang cerdas dan aku akui dia gadis cerdas dari SD selalu menempati ranking di posisi tiga besar, yah bedalah dengan aku yang hanya di lima belas besar.
Dari Sekolah Dasar, Tiara sudah kelihatan kecantikannya. Meskipun masih kecil, ada aja yang suka mengganggunya ingin jadi pacarnya. Pacar macam apa wong masih Sekolah Dasar.
Saat SMP dan SMU juga banyak yang menyukai Tiara, tapi sepertinya Tiara terlalu serius dengan pelajaran sekolah, jadi tidak juga ada temen dekat cowok di masa SMP dan SMU-nya. Yah sama juga seperti aku. Tapi aku sih sadar diri karena aku punya wajah biasa, jauh dan beda dengan Tiara.
Tiara yang mulai bercerita sosok pria yang dikenalnya di semester empat dan seperti biasa sebagai sahabat aku adalah pendengar setianya.
Other Stories
Cinta Buta
Marthy jatuh cinta pada Edo yang dikenalnya lewat media sosial dan rela berkorban meski be ...
The Ridle
Gema dan Mala selalu kompak bersama dan susah untuk dipisahkan. Gema selalu melindungi Mal ...
Institut Tambal Sains
Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...
Manusia Setengah Siluman
Reno tak pernah tahu apa itu arti punya orang tua. Ia seorang yatim piatu yang berjuang hi ...
Pucuk Rhu Di Pusaka Sahara
Mahasiswa Indonesia di Yaman diibaratkan seperti pucuk rhu di Padang Sahara: selalu diuji ...
Pasti Ada Jalan
Sebagai ibu tunggal di usia muda, Sari, perempuan cerdas yang bernasib malang itu, selalu ...