Tiada Cinta Tertinggal

Reads
4.4K
Votes
0
Parts
23
Vote
Report
tiada cinta tertinggal
Tiada Cinta Tertinggal
Penulis Nenny Makmun

Epilog

Entah kenapa aku gampang sekali memenuhi permintaan Aksan. Sementara akal sehatku seakan memerintahkan untuk berpikir ulang.
\"Tresa ini bukan empat tahun lalu, mungkin saja kalau empat tahun lalu kamu masih pantas menyambangi pria yang telah membelenggu perasaanmu untuk tidak terbagi dengan yang lain.”
Jelas semalam Aksan telah mengatakan statusnya yang sudah menikah dengan Quin walau mungkin neraka yang sedang dihadapi. Tapi tatapan mata Aksan memintanya untuk menemuinya sungguh menggelitik.
Karena cinta pikiran sehat itu terkalahkan dengan hasrat dalam hati yang masih begitu menggebu.
Kenapa hal ini tidak Tresa rasakan pada diri Angga. Ah Angga, dia pria yang sangat halus menyentuh hatinya. Posisinya sebagai seorang manajer IT dengan pembawaan kalem, tidak macama-macam, bersahaja dan keluarga Angga yang tidak meributkan bibit, bebet, dan bobot seperti Tante Ratih.
Angga dan keluarganya bisa menerima kondisi Tresa apa adanya, dia tidak menyalahkan dirinya yang berasal dari keluarga broken home dan tidak pernah memaksakan untuk hal yang tidak disuka.
Setahun mengenalnya lalu memutuskan bertunangan serasa mimpi bagi Tresa. Masih saja Tresa kerap bertanya apakah dirinya bisa mencintainya sebesar mencintai Aksan?
Tresa sendiri takut untuk jujur karena jawabannya adalah Aksan masih menyita sudut hatinya lebih besar.
Semalam bertemu dan keinginan dia untuk bertemu kembali menggerakkan mobil Tresa meluncur ke hotel Velvet di sore ini selepas jam kantor.
***
Aksan baru saja selesai berenang, Tresa duduk di sofa dekat jendela dan menjauhkan pandangan matanya pada Aksan yang sedang siap-siap mandi.
Hati Tresa berdegup tidak jelas, melihat siluet tubuhnya yang terjaga dan berisi.
\"Tresa tunggu ya aku mandi dulu.\"
\"Ok.\"
Tresa putuskan membaca majalah Metropolitan yang disediakan hotel sekedar membunuh rasa gelisah hatinya. Tresa mencoba untuk bersikap santai, kurang lebih lima belas menit Aksan sudah keluar dengan kaos putih berkerah dan jeans.
Masih seperti dulu dalam penampilan kaos dikeluarkan, rambut yang tidak tersisir rapi dan mereka berdekatan dalam sekian centimeter.
Tresa mencium wangi rambut dan badannya. Sejenak terpejam untuk memastikan berkompromi dengan akal sehatnya.
“Tresa ini bukan empat tahun lalu!” tetapi pelukan dan ciuman waktu lalu berpendar dalam otakku dan selalu mengalirkan getaran hangat
Dan sekarang Tresa sudah dalam dekapan lelaki yang bertahun-tahun dirindu.
\"Tresa aku masih mencintaimu,\" suara lembut terucap dari bibirnya.
Sementara Tresa tidak bisa berkata, napasnya serasa berhenti sepersekian detik terbius kerinduan yang membuncah.
***
Mereka berpelukan lama, Tresa tidak tahu apa dalam otak Aksan sekarang yang jelas dia sendiri bingung.
Aksan mencium rambut Tresa yang dipotong lebih pendek dari empat tahun lalu.
Tiba-tiba handphone Aksan berbunyi.
Aksan melepaskan pelukan dan meraih handphone-nya.
\"Quin,\" tampak Aksan sedikit gugup.
\"Tres maaf,\" Aksan meletakkan tangan di bibir mengisyratkan dirinya untuk diam.
Jujur Tresa merasa tidak nyaman, kenapa selalu seperti ini. Empat tahun lalu pun mereka harus bersembunyi-sembunyi untuk berpacaran.
Otak sehat Tresa kembali mengeja, \"Tresa apakah kamu akan merasakan kucing-kucingan lagi? Apalagi status Aksan jelas pria beristri dan dirimu adalah wanita yang sudah tunangan?\"
\"Quin! Quin tenang! Aku tidak ketemu siapa-siapa di hotel! Sayang aku hanya milikmu dan tidak pernah terbagi untuk siapapun!\" Aksan memunggungi Tresa.
Tanpa Aksan sadar kalimat-kalimat yang baru dipertegas pada istrinya telah kembali melukai wanita di balik punggungnya.
Tresa sangat sakit hati, rasanya luka yang sudah mengering kembali tercabik dengan kalimat keras Aksan terhadap istrinya. Lebih perih. Kalimat yang bisa menenangkan istrinya dari rasa amarah barusan bagai sengat di otaknya.
Tresa memutuskan untuk keluar perlahan dari kamar hotel dan tidak akan bertemu dengan Aksan kembali selamanya.
Tresa merasa lega, karena Aksan pun tidak berusaha mengejarnya.
***
Jalanan Sudirman jelang pukul setengah delapan padat dengan mobil-mobil orang pulang kantor.
Tresa mengendarai mobilnya pelan mengikuti alur kemacetan. Suara radio Motion Fm ternyata cukup menghiburnya.
Tresa merasa beruntung bisa mengalahkan rasa cinta yang hidup kembali sesaat yang seharusnya rasa itu sudah harus padam dari waktu lalu. Waktu sejak Aksan meninggalkannya dalam ketakutan.
Nyatanya Aksan tidak pernah berani menentang semua kemauan Quin. Aksan sudah menentukan suatu keputusan hidup. Jelas sekarang sudah bukan teritori Tresa untuk menyentuhnya.
Handphone-nya nya berdering dan tampak terbaca di layar \"Angga-ku\"
\"Ya Ngga,\" jawab Tresa lembut.
Tresa berusaha untuk bersuara biasa, agar tidak menimbulkan kecurigaan.
\"Sayang kamu di mana?\"
\"Aku baru keluar kantor dan ini menuju putaran Semanggi, macet banget.\"
\"Oke! Aku cuma ngingetin besok jadi aku jemput untuk hunting foto pra-wedding yah,\" suara Angga tampak ringan di seberang.
\"Uhum.\"
\"Sayangg kamu baik-baik saja kan? Kalau ngantuk masuk ke Semanggi Mall aja dulu, ngopi deh. Atau mau aku jemput?\"
Angga selalu mengkhawatirkan Tresa. Jujur sekarang dirinya merasakan lebih enak dicintai daripada harus mengejar cinta.
\"Iya Ngga, sepertinya aku butuh secangkir kopi dan itu harus racikanmu.\"
\"Tresa, ok Sayang! Kalau gitu kita ketemu di rumahmu ya malam ini.\"
“Ok, terima kasih Sayang. Bye...\"
Sepertinya Tresa harus mulai menata sudut-sudut hatinya dengan porsi yang seharusnya. Walau Aksan masih tersisa di sudut hati sebagai kenangan.
Angga adalah seseorang yang bersemayam dalam keseluruhan ruang hati. Dan Tresa tahu dialah pemenangnya. Tapi tak ada lagi cinta tertinggal untuknya, semua sudah menguar bersama kenangan-kenangan di sudut hati yang perlahan tapi pasti terlupakan oleh waktu.

Other Stories
Susan Ngesot Reborn

Renita yang galau setelah bertengkar dengan Abel kehilangan fokus saat berkendara, hingga ...

Free Mind

“Free Mind” bercerita tentang cinta yang tak bisa dimiliki di dunia nyata, hanya tersi ...

Kehidupan Yang Sebelumnya

Aku menunggu kereta yang akan membawaku pulang. Masih lama sepertinya. Udara dingin yang b ...

Melepasmu Untuk Sementara

Perjalanan meraih tujuan tidaklah mudah, penuh rintangan dan cobaan yang hampir membuat me ...

Dengan Ini Saya Terima Nikahnya

Hubungan Dara dan Erik diuji setelah Erik dipilih oleh perusahaannya sebagai perwakilan ma ...

Bayang Bayang

Riel terus bereinkarnasi untuk keseimbangan Klan Iblis dan Klan Dewi. Tapi ia harus merela ...

Download Titik & Koma