Tiada Cinta Tertinggal

Reads
4.4K
Votes
0
Parts
23
Vote
Report
tiada cinta tertinggal
Tiada Cinta Tertinggal
Penulis Nenny Makmun

2. One Month Ago

“Ok teman-teman, rapat awal ini adalah pembentukan panitia. Kita punya waktu empat minggu untuk mempersiapkan Meet Great Evening. Aku tidak mau terlalu panjang lebar untuk memilih orang-orang yang akan menjadi panitia. Pokoknya ini ada pos-pos penugasan, silakan teman-teman memilih untuk berperan di mana sesuai dengan kesukaan dan kapasitas kemampuan kalian,” Wisnu memang terkenal to the point, dia biasa berorganisasi dan tidak terlalu suka birokrasi yang bertele-tele.
Setahun memegang UKM Kopma, terbukti dari beberapa unit bisnis dalam rapat tahunan minggu lalu dia berhasil mencetak profit yang berkembang 15 %.
Para dosen juga memercayai dia untuk mengelola Unit Kegiatan Mahasiswa yang rentan dengan uang.
Untuk menghindari segala omongan, Wisnu memilih untuk tidak pernah langsung memegang uang dan memang bukan tugas dia.
Wisnu juga tidak memercayakan pada mahasiswa, tetapi pada Ibu Royani, salah satu dosen Ekonomi Bisnis untuk memegang uang Koperasi Mahasiswa.
Bukan hal yang mudah memulihkan kepercayaan Kopma yang setahun lalu di hujat banyak mahasiswa karena dianggap melarikan uang-uang anak mahasiswa. Karena memang dalam pembayaran administrasi awal tercantum iuran Kopma, berbeda dengan Unit Kegitan Mahasiswa lain di awal iuran mereka masuk jadi mahasiswa baru tidak ada tercantum nama UKM lain. Makanya banyak yang bertanya di kemanakan uang yang tidak seberapa kalau hitungan hanya satu pribadi, tetapi menjadi jutaan karena dikalikan ribuan mahasiswa.
Semua anggota rapat sudah menempati posnya masing-masing, Wisnu memandang tajam gadis berkucir kuda yang masih bingung mau ke mana.
“Ehhh Tresa, kamu mau milih bagian apa?” Wisnu bertanya lembut.
Semua mata tertuju pada Tresa yang tampak bingung dan malu. Berbagai pandangan dan tanda tanya berputar pada beberapa mahasiswi yang selama ini seangkatan dengan Wisnu dan sudah akrab dalam kepengurusan Kopma setahun ke belakang.
“Ihh gak biasanya Wisnu bisa selembut itu?” bisik Nindita kesal pada Abel yang bersebelahan.
“Iya, sepertinya Sang Ketua suka ama anak ingusan itu,” jawaban Abel yang membuat posisi Nindita merasa terancam.
Setahun ini Nindita mati-matian mengejar Wisnu. Duduk di Seksi Kehumasan adalah alasan tepat untuk bisa selalu dekat dengan sang ketua.
“Aku… aku di konsumsi saja deh!” terbata Tresa menjawab perkataan Wisnu.
“Hemmm gimana kalau di Kehumasan bareng Mbak Nindita?” Wisnu mengerutkan muka sambil melihat komposisi kepengurusan. Memang sih di Sie Kehumasan hanya nama tunggal yang nangkring : Nindita Putri.
“E... e... enggak deh Mas, di konsumsi aja,” sebenarnya Tresa ingin juga di Sie Kehumasan mengingat jurusan dia Hubungan International, tapi melihat Mbak Nindita yang melotot dan memasang wajah angker, hatinya langsung ciut.
“Ok nggak masalah kamu aku tempatkan di Sie Kehumasan dan juga membantu anak-anak konsumsi ya! No Interupsi!” Wisnu mengedipkan mata membuat Tresa salah tingkah dan tidak enak hati.
***
Sudah diduga, Mbak Nindita benar-benar tidak suka dia menjadi partner Sie Kehumasan.
Pertemua kali ini Tresa kena omelan, “Aduh kamu gimana sih, nyusun proposal aja kebolak-balik gini! Tresa ini kan bukan pekerjaan sulit! Anak SMA aja bisa ngerjain tanpa salah!”
Nindita membanting beberapa proposal yang akan diajukan untuk beberapa sponsor.
“Tapi yang salah bukan aku Mbak, ini tukang fotocopy dan jilidnya kurang teliti,” Tresa memungut dan membuka beberapa bagian yang ternyata terbalik.
“Udah Nin. Bukan kesalahan Tresa sepenuhnya. Biar nanti aku perbaiki sekalian aku mau fotokopi tugas Organisasi Leadership. Tresa kamu ikut Mas Wisnu ya. Tidak boleh menolak karena ini juga kelalaian kamu, kalau tadi sebelum meninggalkan warung fotokopi diteliti terlebih dahulu, Mbak Nindita gak perlu marah karena kesalahan sepele tapi fatal.”
“Eeeee, baik Mas…” Tresa pasrah tanpa pilihan.
“Nggak usah Wis, biar aku aja yang perbaiki, Tresa urus konsumsi aja ah!” Nindita merajuk.
“Nggak, ini udah keputusanku, toh Tresa sudah membantu Sie Konsumsi juga untuk makanan panitia dan peserta acara. Sudah beres semua kok! Apalagi ada Abel, ahlinya catering. Bereskan Bel?”
“Beresss! Bos!” Abel selalu bersemangat untuk urusan makanan, apalagi makanan ini dipercayakan pada catering milik mamanya. Tapi Abel langsung surut karena dilihatnya Nindita sahabatnya melotot kesal.
Abel merasa salah karena Nindita berusaha menjatuhkan Tresa, tapi sebaliknya dia secara tidak langsung membela musuhnya.
***
Setelah meeting koordinasi selesai, Wisnu berdiri dan menuju mobil VW Kodok kuningnya. Tresa mengikuti dari belakang sambil membawa setumpuk proposal yang terbolak-balik susunan halamannya.
“Wis, tunggu!” Nindita mengejar. Ada rasa kesal ditahan dalam hatinya, melihat Tresa yang mengekor Wisnu dan hendak masuk ke dalam mobil VW Kodoknya.
“Wis, besok malam Minggu anterin aku dong ke Malioboro Mall.”
“Aduuh Nin, aku nggak ada waktu. Malam Minggu besok aku akan menemani bunda membeli persiapan untuk acara nikahan Mbak Dewi sepupuku sebentar lagi.”
“Yah kamu kenapa sih selalu Mbak Dewi jadi alasan? Kan menikahnya masih empat bulan lagi!” Nindita memasang wajah protes.
“Maaf ya Nin, aku nggak bisa kali ini. Kamu kan bisa jalan dengan Abel, Dito atau Robby sahabat-sahabat kamu.”
“Huh kamu berubah! Berubah! Sejak…” Nindita tidak meneruskan kalimatnya, tapi kilatan matanya tertuju pada Tresa, mengisyaratkan Wisnu yang dikejarnya telah jatuh hati dengan adik kelasnya.
Selama pengamatan Nindita, tidak pernah Wisnu ingin dekat dengan cewek seperti sekarang.
***
“Sudahlah Nin, jangan kamu pikirin penolakan Wisnu, kamu itu cantik, masih banyak Wisnu-Wisnu yang lebih tampan yang mau denganmu,” Abel menghibur Nindita yang tengah menangis di kamarnya.
Selepas meeting koordinasi sore selepas asar, Nindita tidak mau pulang ke rumah langsung, hatinya panas atas penolakan Wisnu yang semakin sulit terjangkau. Kali ini seperti ada rival yang harus dihadapi, adik kelas yang berwajah kalem dan manis telah merebut hati Wisnu diam-diam.
“Bel, Wisnu itu orang yang paling cuek, aku kenal! Tapi setelah ada monyet kecil itu dia kok jadi berubah gitu? Ini pasti pengaruh Tresa yang sok kalem dan sok lemah! Aku benar-benar kesal jadi Seksi Kehumasan dengan dia! Anak nggak bisa kerja gitu, yang ada aku yang kerja keras dia yang dapat nama. Mending cuma dapat nama, kalau dapat Wisnu, aku nggak terima dunia akhirat! Kalau Wisnu akan memilih Tresa jadi pacarnya. Nggak akan! Aku akan buat perhitungan pastinya.”
Abel ngeri sendiri melihat Nindita yang emosional terhadap Tresa, padahal setahu Abel, Tresa tidak berbuat apapun yang merugikan Nindita.
Abel sadar sahabatnya sedang cemburu buta, apalagi barusan Wisnu lebih memilih mengajak Tresa naik mobil antiknya. Selama ini hanya Nindita yang berhak naik mobil Wisnu dan bersama Wisnu.
Siapa pun pasti terpikat dengan Wisnu yang pembawaannya kalem, cakep, pintar, dan dewasa. Selain orang kaya, pria berkacamata minus ini tampak seperti pria ningrat berdarah biru yang mempunyai kharisma tersendiri.
Sikapnya juga down to earth, tidak pernah menyombongkan statusnya yang dengar-dengar masih bau keraton Yogyakarta. Sempurnalah dia kalau jadi pacar.
Tak heran banyak yang diam-diam menyukainya, yang berani menunjukkan kesukaannya termasuk Nindita. Nindita anak Jakarta dan sekarang sedang merantau di Yogyakarta untuk kuliah ikut dengan eyangnya.
Nindita besar di Kota Jakarta dengan pergaulan yang lebih bebas dan dewasa membuat dia lebih berani berekspresi dalam mengungkapkan apa yang menjadi kesukaan hatinya, berbeda dengan cewek-cewek yang masih berasal dari Yogyakarta yang dianggap nggak sopan bila seorang gadis terlalu mengejar-ngejar pria, dan rasanya nggak ada unggah-ungguhnya.

Other Stories
Bisikan Lada

Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...

Kado Dari Dunia Lain

"Jika Kebahagiaan itu bisa dibeli, maka aku akan membelinya." Di tengah kondisi hidup Yur ...

People Like Us

Setelah 2 tahun di Singapura,Diaz kembali ke Bandung dengan kenangan masa lalu & konflik k ...

Mauren, Lupakan Masa Lalu

“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...

Separuh Dzrah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suar ...

Way Back To Love

Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan  datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...

Download Titik & Koma