19. Away
Dua minggu Aksan tidak lagi menampakkan dirinya, Tresa bertekad sepulang dari kuliah mampir ke kostannya.
Jujur Tresa kangen sekali untuk bercerita apapun, menikmati nasi kucing Bu Rus dan menggenggam tangannya.
“San… San… permisi… permisi… kulonuwun…”
Tapi kostan cowok terlihat sepi. Mungkin masih kuliah semua, tiba-tiba Bram muncul.
\"Eh Tresa, Aksan udah pindah! Nggak ngekost lagi sih…”
\"Dia tinggal di mana?\"
\"Hmmm… denger-denger sih dia sekarang di rumah ceweknya. Maklumlah Aksan kan calon mantu kesayangan orang kaya raya. Semuanya terjamin! Ceweknya juga cantik, meski rada-rada psycho.\"
Tresa melorot pedih, saat dirinya dicengkeram ketakutan teror-teror yang tidak jelas, Aksan bukannya melindungi malah sebaliknya mencari aman.
Seharian Tresa menangis. Belum lagi kabar ayah yang menikah lagi dalam hitungan tiga bulan perceraian resmi dengan ibu.
Lengkap sudah rasa sebatang kara. Berharap Mas Wisnu menentramkan tidak mungkin, apalagi Tresa memutuskan keluar dari UKM Kopma.
Tresa tidak sanggup dicuekin dan dianggap tidak ada. Sekretariat Kopma sudah tidak memberikan kenyamanan lagi. Karena menolak cinta Mas Wisnu semua serasa menjauhi dirinya di Kopma.
***
Mata sembap, tubuh terasa linu saat Tresa mengambil buku diary. Seperti biasa menulis adalah satu-satunya terapi menghalau kegalauan.
Tresa kembali membaca lembaran tulisan waktu lalu.
Pandangannya tertuju pada sebuah janji ketika pertama kali menginjakkan di Kota Yogyakarta: \"Aku membawa kepercayaan dua orang yang aku cintai, ibu dan ayah untuk kuliah dengan baik dengan hasil memuaskan dan tepat waktu.\"
Tresa tersenyum, sudah saatnya dia memang harus fokus buat janji awal merantau di Yogyakarta, tidak peduli dua orang dikasihi kini telah berpisah. Setidaknya janji tetap janji dan melunasinya adalah kepuasaan diri.
***
Nyatanya Aksan juga benar-benar menjauhi, bahkan pernah berpapasan dengan dirinya, Tresa tahu kalau Aksan sengaja membalikkan badan dan berlari menghindar.
Banyak praduga berputar dalam otaknya, mungkin memang dirinya tidak layak untuknya. Apakah Aksan sudah terpengaruh teori bibit, bebet, bobot. Sepertinya Tresa memilih tidak peduli.
Sungguh sakit sekali rasanya dikhianati orang yang menorehkan cinta pertama dalam hidupnya. But live must go on… Tresa memutuskan melupakan semua, termasuk Mas Wisnu yang sekarang menganggapnya kini tak ada.
Kembali mengejar tujuannya dan melupakan semua kenangan cinta pertamanya. Berjalan tegak walau kondisi keluarganya memburuk.
Other Stories
Lam Biru
Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...
Kesempurnaan Cintamu
Devi putus dari Rifky karena tak direstui. Ia didekati dua pria, tapi memilih Revando. Saa ...
Hafidz Cerdik
Adnan bersyukur masih ada acara bermanfaat seperti *Hafidz Cilik Indonesia*, tempat ia dan ...
Cinta Satu Paket
Renata ingin pasangan kaya demi mengangkat derajat dirinya dan ibunya. Berbeda dari sahaba ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Titik Nol
Gunung purba bernama Gunung Ardhana konon menyimpan Titik Nol, sebuah lokasi mistis di man ...