Terlupakan

Reads
5.3K
Votes
0
Parts
24
Vote
Report
Penulis Nenny Makmun

2. Pras's Disability

Terbersit dalam hati Pras untuk memperkenalkan dirinya, bersikap ksatria seperti pria-pria melodrama yang kadang disaksikan dalam film-film favoritnya. Pria-pria yang berani mengutarakan cinta terhadap sang wanita pujaan.
Indahnya berpacaran, hadir intrik-intrik percintaan yang membumbui indahnya jalinan kisah yang berakhir pada suatu perkawinan ataukah patah hati berkeping-keping.
Tapi bagaimana mungkin Pras punya nyali itu?
Hidupnya sebatas rumah dan tempat-tempat tertentu dengan kawalan Mang Seno yang merawatnya sedari kecil. Cacat kaki yang sudah menemaninya hampir 22 tahun seakan membuatnya tidak berdaya untuk menatap indahnya dunia.
Cacat yang disebabkan kelalaian mama yang terlalu sibuk mengejar karier, papa yang lebih-lebih sibuk karena seorang pelayar. Bisa berbulan-bulan Pras tidak bisa bertemu dengan papanya juga dengan mamanya yang aktif di kancah politik.
Hingga polio menyerang kedua kakinya yang lambat laun mengecil, dan semakin tidak bisa menopang badannya sendiri. Baru membuat sadar betapa terabaikannya si kecil Pras.
Bukannya mama menyesali tapi malah menyembunyikan Pras dari lingkungan pergaulan, seolah Pras anak yang tidak pantas dibanggakan.
Harta melimpah memang dia nikmati, tapi tidak dengan kebahagiaan hati. Kebahagian untuk hidup layaknya manusia biasa, yang bisa bergaul dengan siapa pun.
Menatap indahnya alam, bergandengan dengan banyak teman, tidak ada dalam kehidupan Pras.
Hanya Mang Seno orang terdekat, sedari kecil yang menemani dia untuk bersekolah dan melakukan aktivitas-aktivitas lain yang hanya diperbolehkan sang mama.
Mang Seno dipercayakan untuk mengikuti semua aturan yang diberlakukan mamanya Pras. Kadang Mang Seno merasa kasihan dengan tuan kecilnya yang semakin tumbuh dewasa dan ganteng, walau fisik hanya duduk dalam kursi roda.
Sesekali Mang Seno meluluskan hal kecil keinginan tuan kecilnya, demi kebahagiaannya.
Seperti Mang Seno meluluskan keinginan Mas Pras kecil yang ingin sekali ikutan anak-anak kampung berenang di kali atau main ke sawah melihat bebek-bebek yang bertelur.
Hingga membolos saat SMU karena ingin nonton film di gedung bioskop.
Entahlah buat Mang Seno walau itu melanggar apa yang sudah diatur oleh Nyonya Shinta, mamanya Pras, terbersit kebahagiaan tersendiri bila tuan kecilnya yang beranjak semakin dewasa bisa tertawa senang.
Mang Seno merasa sayang dengannya, anak yang benar-benar miskin kasih sayang mama dan papanya. Ditambah Mang Seno memang tidak punya anak, maka lengkaplah kasih sayangnya tercurah buat putra semata wayang tuannya.
Prakasa Aditya, anak kecil yang baru kemarin ditimang dan kini sudah menjadi lelaki dewasa matang, yang terbatas dengan dunia kecilnya, walau bidikan-bidikan lensa kameranya Prakasa menghasilkan karya yang sungguh indah, bernilai seni tinggi dan dikagumi para pecinta seni.
Dengan segala keterbatasan fisiknya, Pras mempunyai bakat fotografi. Hasil jepretannya banyak bercerita tentang hidup, kemiskinan, kesepian seperti dirinya yang terasa sepi dan hambar.
Foto-foto Prakasa Aditya kerap menghiasi suatu percetakan majalah, pameran-pameran dan Mang Seno tetap setia menemani ke mana pun dia pergi. 

Other Stories
Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Menolak Jatuh Cinta

Maretha Agnia, novelis terkenal dengan nama pena sahabatnya, menjelajah dunia selama tiga ...

Tiada Cinta Tertinggal

Kehadiran Aksan kembali membuat Tresa terusik, teringat masa lalu yang ingin ia lupakan, m ...

Kala Kisah Menjadi Cahaya

seorang anak bernama Kala Putri Senja, ia anak yatim piatu sejak bayi dan dibesarkan oleh ...

Puzzle

Ros yatim piatu sejak 14 tahun, lalu menikah di usia 22 tapi sering mendapat kekerasan hin ...

Dante Fairy Tale

“Dante! Ayo bangun, Sayang. Kamu bisa terlambat ke sekolah!” kata seorang wanita ge ...

Download Titik & Koma