Prolog
Dengan masam Seth Baker menatap wanita di hadapannya. Sungguh ironi, pikirnya. Wanita itu cantik memesona dan bahkan sempat menggugah hatinya di awal pertemuan mereka. Namun saat ini semua itu lenyap secepat badai tornado memporak-porandakan daratan. Wanita itu kini tampak licik dan manipulatif.
“Bagaimana?” tanya wanita itu sambil mengibas rambut pirangnya di bahu kirinya. Seth sadar bahwa wanita ini adalah aktris ulung di hadapan penonton. Sebagai calon CEO baru, ia tampil sebagai tipikal gadis pendiam, naif, dan tidak meyakinkan. Tapi di balik semua itu, ia menyimpan dengan apik sifatnya yang licik dan manipulatif.
Seth merasa punggungnya begitu lemas dan tak mampu berpikir lebih jauh lagi. Sorot matanya kosong setelah mendengar tawaran memaksa dari wanita itu. Seth melihat reaksi wanita itu yang merasa menunggu jawabannya yang terlalu lama; melipat tangan di depan dada dan menaikkan alis. Mencerminkan keangkuhan dan sikap intimidasi. Seth menatapnya tajam dan mengeraskan rahangnya sebagai balasan reaksi.
Wanita itu mencondongkan ke depan posisi duduknya, “Aku tidak membutuhkan tatapan mengerikanmu, Mr. Baker!” sambil menghela napas panjang, ia bangkit dari kursinya lalu berjalan mengitari Seth hingga berhenti di belakangnya. “Pilihanmu, hanya ada dua, Mr. Baker. Menikahiku untuk membantuku mendapatkan seluruh warisan dan aset-aset keluargaku. Atau...” wanita itu sengaja menggantungkan kata-katanya sejenak, demi memberi penekanan. “Atau aku akui seluruh kesalahan reportasemu ke dewan pers dan kau bisa ucapkan selamat tinggal pada kartu persmu!”
Seth membalikkan tubuhnya ke arah wanita itu lalu menatap tajam seolah ingin menghabisi wanita itu. Ia mengatup rahangnya yang mengeras dan menahan emosinya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Wanita itu hanya tersenyum licik menanggapi reaksi Seth.
Other Stories
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...
Dream Analyst
Frisky, si “Dream Analyst”, bersama teman-temannya mengalami serangkaian kejadian meny ...
The Fault
Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...
Lam Biru
Suatu hari muncul kalimat asing di layar laptop Harit, kalimat itu berupa deskripsi penamp ...
Dua Bintang
Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...