Jodoh Nyasar Alina

Reads
1.4K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Penulis Moycha Zia

Chapter 8 Misi Terakhir

Beberapa hari kemudian, Nyak memanggil Alina. Wajahnya serius. Alina sudah bisa menebak, ini pasti kencan buta lagi.

Nyak, "Alina, calon kali ini beda. Dia punya aura yang bagus."

Alina, "Aura apa, Nyak? Aura durian lagi?"

Nyak, "Bukan! Ini aura ungu. Namanya Ujang, dia jago silat. Katanya dia bisa lihat aura jodoh."

Alina hanya bisa menahan napas. Pagi itu juga, Ujang datang. Dia memakai baju silat berwarna hitam dan membawa sebuah tongkat.

Ujang membungkuk hormat, "Assalamualaikum, Bu."

Nyak, "Waalaikumsalam, Nak Ujang. Ini Alina, anak bungsu saya."

Alina hanya bisa tersenyum kaku. Ujang mendekat, lalu mengitari Alina. Ia melihat Alina dari atas sampai bawah, lalu mengangguk-angguk.

Ujang, "Aura Nona bagus. Ada aura kesetiaan, keteguhan hati. Tapi..."

Nyak, "Tapi apa, Nak?"

Ujang, "Ada aura lain, Bu. Aura kuning."

Nyak, "Kuning? Kuning apa? Pisang?"

Ujang berpikir, "Bukan, Bu. Aura kuningnya kayak kunyit."

Alina langsung terbahak. Ia membayangkan dirinya memiliki aura kunyit. Tiba-tiba, tiga abangnya datang. Mereka sudah tahu rencana Nyak. Mereka memakai baju silat, lalu menirukan gaya Ujang.

Rahmat, "Assalamualaikum, Bang Ujang!"

Ujang terkejut, "Waalaikumsalam."

Ridwan, "Kami juga jago silat, Bang. Kami juga bisa lihat aura."

Ujang membeo, "Aura apa?"

Rizky, "Aura mobil balap. Kalau Bang Ujang nikah sama adik saya, aura mobil balapnya jadi aura mobil truk."

Alina menahan tawa. Ujang hanya bisa menatap ketiga abang Alina dengan bingung. Ujang menghela napas, lalu memandang Nyak.

Ujang, "Bu, maaf. Saya nggak bisa melanjutkan ini."

Nyak, "Kenapa, Nak? Mereka ini emang begitu."

Ujang, "Bukan, Bu. Saya tadi coba scan aura mereka. Ada yang auranya aura ikan, aura kura-kura, dan aura mobil. Saya angkat tangan, Bu. Aura jodoh di rumah ini terlalu aneh. Saya pamit."

Ujang langsung lari keluar rumah. Tiga abang Alina yang merasa menang langsung bersorak kegirangan. Sementara Nyak, ia hanya bisa memijat pelipisnya. Calon menantunya lagi-lagi kabur karena tingkah konyol anak-anaknya.

Nyak, "Alina, kamu lihat kan? Gara-gara abang-abangmu, calonmu kabur lagi! Ini semua salah kamu!"

Alina, "Salah Alina? Nyak yang jodohin, kenapa Alina yang disalahkan?"

Nyak, "Ya, karena kamu nggak bisa bikin cowok-cowok itu tertarik! Pokoknya Nyak nggak mau tahu! Kamu harus nikah bulan depan! Kalau nggak, Nyak bakal panggil dukun!"

Nyak menatap dengan tatapan tajam ke arah Ridwan, Rizky, dan Rahmat. Nyak pun pergi dari ruang tamu.

Other Stories
My 19 Story

Di usia sembilan belas, Liora dikhianati dan melarikan diri ke Jakarta, tempat seorang pri ...

Sinopsis

hdhjjfdseetyyygfd ...

Aku Ingin Kau Menjadi Ibu Dari Anak-anakku

Cerita ini mengisahkan perjalanan cinta dan perjuangan Maya, seorang desainer muda, dan Ra ...

Sonata Laut

Di antara riak ombak dan bisikan angin, musik lahir dari kedalaman laut. Piano yang terdam ...

Akibat Salah Gaul

Kringgg…! Bunyi nyaring jam weker yang ada di kamar membuat Taufiq melompat kaget. I ...

Dua Tanda Baca

Di sebuah persimpangan kota yang ramai, Rafi bertemu Alyaperempuan yang selalu tersenyum l ...

Download Titik & Koma