Kala Cinta Di Dermaga

Reads
969
Votes
0
Parts
7
Vote
Report
Kala cinta di dermaga
Kala Cinta Di Dermaga
Penulis Moycha Zia

Chapter 7 Sebuah Janji Suci

Bertahun-tahun berlalu. Gisel lulus dengan predikat terbaik dari jurusan Komunikasi, dan Satria menjadi fotografer profesional yang karyanya sering dipamerkan.

Mereka tidak lagi hanya mahasiswa yang bertemu di dermaga. Mereka kini adalah dua orang dewasa yang merajut masa depan bersama.

Suatu hari, Satria mengajak Gisel kembali ke tempat awal mereka. Dermaga itu. Pemandangan di sana tidak banyak berubah. Ombak tetap datang dan pergi, dan aroma garam masih tercium kuat.

Gisel menatap Satria yang berdiri di sampingnya. Pria itu kini tampak lebih dewasa dengan senyum yang tetap sama hangatnya. "Rasanya aneh ya," kata Gisel, "Kita udah bukan anak remaja yang galau lagi."

Satria tersenyum, "Iya. Sekarang kita galauin cicilan KPR."


"HA HA HA."

Mereka berdua tertawa. Tawa yang penuh kenangan dan rasa syukur. Satria lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.

Kotak yang sama persis dengan yang dulu ia berikan saat memberikan kalung yang berliontin jangkar.

Jantung Gisel berdebar kencang. Kali ini, ia tahu isinya.

Satria berlutut di hadapan Gisel, "Gisel, kamu ingat? Dulu, dermaga ini tempat kita buang sial. Aku, karena modelku kabur. Kamu, karena mantanmu nikah."

Gisel mengangguk, matanya berkaca-kaca.
"Sekarang," lanjut Satria, suaranya bergetar, "Aku mau dermaga ini jadi saksi. Saksi kalau aku mau menghabiskan sisa hidupku sama kamu. Maukah kamu menikah denganku?"

Gisel tidak bisa berkata-kata. Air matanya jatuh. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan kebahagiaan.

Tanpa ragu, ia mengulurkan tangannya, "Ya. Tentu saja. Aku mau."

Satria memasangkan cincin di jari manis Gisel. Cincin itu berkilau, memantulkan cahaya matahari senja.

Gisel memeluk Satria, membiarkan dirinya tenggelam dalam kehangatan pria yang telah menjadi pelabuhannya.

Bertemu jodoh di sebuah dermaga, sesuatu yang mustahil. Awalnya, itu hanya sebuah kalimat. Tapi bagi mereka, itu adalah kenyataan.

Di ujung dermaga itu, mereka berjanji akan selalu bersama, seperti ombak dan pantai. Saling datang dan pergi, tapi tidak pernah benar-benar terpisah.

Karena mereka tahu, cinta sejati, seperti dermaga akan selalu menjadi tempat di mana hati bisa berlabuh. Dan bagi Gisel dan Satria, dermaga itu adalah rumah mereka.


_TAMAT_


Other Stories
Separuh Dzarah

Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suara ...

Rembulan Di Mata Syua

Pisah. Satu kata yang mengubah hidup Syua Sapphire. Rambut panjangnya dipotong pendek sep ...

Mendua

Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...

Sudut Pandang

Hidup terasa sempit?Mungkin bukan masalahnya yang terlalu besar,tapi carapandangmu yang te ...

Cinta Rasa Kopi

Kesalahan langkah Joylin dalam membina bahtera rumah tangga menjadi titik kulminasi bagi t ...

Terlupakan

Pras, fotografer berbakat namun pemalu, jatuh hati pada Gadis, seorang reporter. Gadis mem ...

Download Titik & Koma