Romance Reloaded

Reads
3.4K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 3 Anggota Dewan Muncul

Kalau kamu pikir hidup Luna setelah jadi streamer 800 ribu follower bakal berjalan normal normal saja, kamu salah besar. Dunia ini suka sekali main iseng. Ketika kamu baru merasa sedikit tenang, tiba tiba ada kejutan datang begitu saja, kadang menyenangkan kadang bikin kepala puyeng. Kali ini yang muncul bukan sasaeng fan atau haters, melainkan seorang pria yang bahkan Luna sendiri tidak pernah membayangkan bakal bersinggungan dengan hidupnya.

Namanya Adrian. Seorang anggota dewan muda. Kalau kamu bayangkan politisi itu kaku, berperut buncit, penuh janji janji palsu, tunggu dulu. Adrian ini berbeda. Badannya sixpack, katanya karena hobi lari maraton dan gym. Tapi wajahnya, jujur saja biasa saja. Tidak ganteng kayak aktor drakor, tidak jelek juga, pokoknya standar standar aja. Dan entah kenapa justru itu yang bikin orang merasa dia lebih realistis.

Hari itu ada acara amal gaming di gedung kota. Tujuannya mulia, untuk menggalang dana bagi anak anak kurang mampu yang ingin belajar teknologi. Panitia tentu butuh bintang tamu. Jadi selain gamer pro dan streamer terkenal, mereka juga mengundang politisi muda yang sedang naik daun. Tentu saja siapa lagi kalau bukan Adrian.

Luna sebenarnya ragu datang. Ia bukan tipe yang suka acara formal. Tapi karena panitia bilang acara ini bisa jadi ajang baik untuk networking, dia akhirnya setuju. Dengan jaket jeans lusuh dan ransel tua, ia datang ke gedung megah yang penuh lampu sorot.

Begitu masuk, matanya langsung terpaku pada sosok pria tinggi berjas rapi yang sedang dikerubuti wartawan. Itulah Adrian. Kamera terus mengikutinya, mikrofon diarahkan ke wajahnya, dan senyum tipis itu tak pernah lepas.

“wah dia beneran ada di sini” kata Luna pelan.

“hai kamu Luna ya” kata salah satu panitia yang langsung menuntunnya ke belakang panggung.

Luna hanya bisa mengangguk. Tangannya dingin, entah karena AC atau karena gugup.

Acara dimulai. Musik keras, sorakan penonton, layar besar menampilkan cuplikan gaming. MC memanggil nama nama tamu undangan. Dan tibalah giliran Adrian naik ke panggung.

“selamat datang Adrian, anggota dewan muda yang peduli pada dunia gaming” kata MC dengan suara menggelegar.

Penonton bertepuk tangan.

Adrian mengangkat tangan sambil tersenyum. “terima kasih semuanya” kata Adrian dengan suara mantap.

Lalu tiba tiba MC memanggil nama Luna.

“dan inilah bintang baru dunia streaming, gadis yang viral dengan aksi no scopenya, beri tepuk tangan untuk Luna”

Sorakan semakin riuh. Luna melangkah ke panggung dengan gugup. Ia melambai kecil, wajahnya memerah. Kamera langsung menyorot, lampu kilat bertebaran.

Adrian menoleh. Matanya bertemu dengan mata Luna. Sejenak ia terlihat terkejut, lalu tersenyum.

“hai” kata Adrian pelan sambil menjabat tangannya.

“hai” kata Luna canggung.

Penonton bersorak melihat momen itu, padahal bagi mereka berdua hanya salam biasa. Tapi kamu tahu kan bagaimana media suka membesar besarkan hal kecil.

MC melanjutkan dengan pertanyaan random. “jadi Adrian, bagaimana pendapatmu tentang anak muda yang memilih jalur esports”

“saya pikir ini peluang besar” kata Adrian mantap. “bukan hanya soal main game, tapi juga tentang disiplin, kerja sama tim, dan strategi. Hal hal itu juga dibutuhkan di dunia nyata”

Penonton bertepuk tangan.

MC beralih ke Luna. “kalau kamu Luna, bagaimana rasanya bisa viral hanya karena satu tembakan”

Luna tertawa kecil. “sebenarnya aku juga kaget. Tapi aku percaya kalau kerja keras dan passion akhirnya akan terlihat juga” kata Luna.

Sederhana tapi jujur. Dan penonton pun suka dengan kejujuran itu.

Namun inilah titik di mana semuanya berantakan sedikit. Saat memperkenalkan Luna, entah karena grogi atau salah dengar, Adrian tiba tiba menyebut namanya dengan salah.

“jadi bagaimana menurutmu, Lani” kata Adrian sambil tersenyum.

Hening sejenak. Lani. Siapa itu Lani. Penonton langsung ribut, ada yang tertawa, ada yang bersiul, ada yang berbisik bisik. Kamera tentu saja menangkap semua.

“eh aku Luna bukan Lani” kata Luna sambil nyengir kikuk.

Adrian langsung menepuk keningnya sendiri. “astaga maaf aku salah sebut” kata Adrian.

Penonton meledak tertawa. MC sampai harus menenangkan suasana. Dan tentu saja besoknya media sosial penuh dengan meme. Gambar Adrian dengan caption “Lani gaming” tersebar ke mana mana.

Luna hanya bisa menutup wajah dengan bantal saat melihat meme itu malam harinya. “ya ampun kenapa bisa begini” kata Luna.

Tapi di balik rasa malu, ada sesuatu yang aneh. Ia tidak bisa mengusir bayangan wajah Adrian dari pikirannya. Mungkin karena kejadian salah nama itu kocak, mungkin karena cara Adrian tertawa setelah sadar salahnya tulus, bukan dibuat buat.

Dan di sisi lain, Adrian juga pulang dengan pikiran aneh. Ia jarang merasa kikuk di depan orang, tapi entah kenapa bertemu Luna membuatnya gugup.

Nah di sinilah aku sebagai penulis ingin mengingatkan kamu pembaca. Kadang hidup memberi kita kejutan dengan cara yang konyol. Salah nama di panggung misalnya. Tapi siapa sangka kejadian kecil seperti itu bisa jadi awal dari cerita panjang.

Keesokan harinya, chat stream Luna dipenuhi komentar.

“halo Lani” kata seorang penonton iseng.

“aduh jangan panggil aku Lani dong” kata Luna sambil menutupi wajah.

“Lani lebih imut sih” kata penonton lain.

“hush kalian jahat” kata Luna.

Chat semakin ramai. Dan diam diam, di antara ribuan komentar itu, muncul lagi username misterius yang sudah sering muncul.

“kamu tetap keren kok Luna” kata username itu.

Luna tersenyum kecil. “makasih ya” kata Luna pelan.

Tentu saja ia tidak tahu siapa sebenarnya orang di balik username itu. Kamu tahu kan, aku tahu, nanti Luna juga akan tahu. Tapi sekarang biarkan itu tetap misteri sebentar.

Yang jelas, pertemuan pertamanya dengan Adrian sudah membuat hidup Luna semakin rumit. Dari sekadar gamer miskin dengan laptop tua, kini ia mendadak jadi bagian dari acara amal besar, muncul di berita, dan bahkan jadi meme nasional.

Lucu bukan. Satu headshot, satu streaming, lalu satu salah sebut nama. Begitulah cara hidup menggiring Luna pelan pelan ke panggung yang jauh lebih besar.

Dan percayalah, semua baru saja dimulai.

Other Stories
Hanya Ibu

kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...

After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Institut Tambal Sains

Faris seorang mahasiswa tingkat akhir sudah 7 tahun kuliah belum lulus dari kampusnya. Ia ...

Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

Hidup Sebatang Rokok

Suratemu tumbuh dalam belenggu cinta Ibu yang otoriter, nyaris menjadi kelinci percobaan d ...

Kacamata Kematian

Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...

Download Titik & Koma