Romance Reloaded

Reads
3.5K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 4 Salah Fokus

Kalau kamu pikir salah sebut nama di panggung cuma bakal jadi bahan ketawaan sebentar lalu orang orang lupa maka kamu jelas belum pernah ketemu yang namanya netizen. Netizen itu kayak sniper yang siap nembak kapan saja dengan caption receh dan meme tak berkesudahan. Dan apesnya kali ini targetnya adalah Adrian dan Luna. Atau harus aku bilang Adrian dan Lani karena itulah yang jadi viral.

Besoknya internet penuh gambar editan. Ada foto Adrian tersenyum kaku dengan tulisan besar besar “Lani is love Lani is life”. Ada juga meme Luna dengan nama akun diganti jadi “LaniScopeQueen”. Bahkan ada yang bikin remix musik dari potongan video Adrian salah nyebut nama. Serius, dunia ini kadang terlalu kreatif.

Luna menatap layar ponselnya sambil menutup wajah dengan bantal. “kenapa sih orang orang iseng banget” kata Luna.

Chat streaming malam itu sudah bisa ditebak.

“halo Lani” kata seorang penonton.

“aku bukan Lani aku Luna” kata Luna dengan wajah sebal.

“tapi Lani lebih cocok namanya” kata penonton lain.

“aduh kalian ini jahat banget” kata Luna sambil tertawa setengah pasrah.

Dan kamu tahu sendiri kalau Luna tertawa itu malah bikin chat makin rusuh. Hati hati ya kalau kamu streamer, karena semakin kamu protes semakin penonton menggoda.

Di sisi lain Adrian juga pusing. Kantornya penuh orang yang meledek. Sesama anggota dewan tiba tiba memanggilnya “Pak Lani”. Bahkan ajudannya sendiri sampai ikut ikutan.

“selamat pagi Pak Lani” kata ajudannya sambil pura pura serius.

“aku Adrian bukan Lani” kata Adrian sambil menepuk jidat.

Tapi ya begitulah. Mau marah pun percuma. Yang bisa dilakukan Adrian hanya ikut tertawa dan pura pura santai. Padahal di dalam hati ia masih kepikiran tatapan canggung Luna di atas panggung kemarin. Entah kenapa ingatan itu tidak bisa hilang.

Dan inilah bagian menariknya. Kesalahan kecil itu justru membuat keduanya semakin sering disebut bersama. Media menulis artikel dengan judul kocak. “Politisi Salah Fokus, Gamer Jadi Korban.” Bahkan ada gosip liar yang mulai muncul.

Suatu sore Luna membuka pesan masuk di email. Ada undangan talkshow online yang ingin mempertemukan dirinya dengan Adrian untuk sekadar klarifikasi sekaligus bahan hiburan. Luna menggigit bibir.

“aku harus datang nggak ya” kata Luna sendiri.

Kemudian ia menyalakan streaming untuk curhat.

“teman teman kalian tahu kan soal gosip itu” kata Luna.

Chat langsung banjir.

“tentu aja Lani”

“klarifikasi dong Lani”

“kami dukung kamu Lani forever”

Luna menutup wajah dengan kedua tangan. “ya Tuhan aku menyerah” kata Luna sambil tertawa.

Malam itu ia benar benar kepikiran. Dan akhirnya ia menerima undangan talkshow itu. Toh katanya akan baik untuk citra. Lagipula siapa tahu bisa sekalian menjernihkan keadaan.

Hari H pun tiba. Settingnya sederhana, hanya ruangan dengan dua kursi dan kamera. Luna datang dengan jaket kesayangan. Adrian datang dengan kemeja rapi. Begitu bertemu, suasana canggung tidak bisa dihindari.

“hai” kata Luna pelan.

“hai” kata Adrian dengan senyum malu.

Keduanya tertawa kecil. Host acara ikut tertawa. “wah wah ini dia pasangan salah fokus kita” kata host sambil menggoda.

“kami bukan pasangan” kata Luna cepat cepat.

“benar benar bukan” kata Adrian menambahkan.

Tapi tentu saja penonton di rumah justru semakin heboh. Chat live streaming acara itu penuh emotikon hati dan komentar usil.

“cocok banget sumpah”

“kawin aja sekalian”

“Lani x Adrian official”

Adrian mencoba menjaga wibawa. “jadi begini, waktu itu saya salah sebut nama karena grogi, tidak ada maksud apa apa.”

Luna mengangguk. “ya betul, aku juga kaget, tapi aku tidak marah kok.”

Sederhana. Klarifikasi jelas. Harusnya selesai. Tapi karena cara mereka bicara terlihat begitu natural, orang justru semakin merasa ada chemistry.

Dan di sinilah aku mau menyela sebentar. Pernah nggak kamu lihat dua orang ngobrol biasa tapi auranya langsung klik. Nah kurang lebih begitulah mereka. Kadang chemistry itu nggak bisa dijelaskan. Kamu bisa bilang kebetulan, bisa bilang imajinasi fans, tapi faktanya ada percikan kecil di sana.

Setelah acara selesai, Luna dan Adrian sempat mengobrol sebentar di belakang panggung.

“maaf ya gara gara aku kamu jadi dibully netizen” kata Adrian.

“aku sudah biasa dibully netizen” kata Luna sambil nyengir. “mereka kreatif sih jadi aku malah ketawa.”

Adrian ikut tertawa. “tapi jujur aku kagum sama kamu. Kamu bisa hadapi semua ini dengan tenang.”

“serius kamu kagum sama aku” kata Luna dengan nada menggoda.

“iya serius” kata Adrian tanpa ragu.

Sejenak Luna terdiam. Ia tidak menyangka seorang anggota dewan benar benar bicara seperti itu. Ada ketulusan di matanya.

Tapi jangan buru buru baper ya, karena ini baru awal. Setelah pertemuan itu, gosip makin menjadi. Media membuat judul lebih liar. “Politisi Muda Diam Diam Kagum Pada Gamer Viral.”

Luna menatap layar sambil menghela napas. “hidupku jadi drama sinetron” kata Luna.

Namun diam diam ada bagian kecil di hatinya yang merasa hangat. Sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Adrian pun sama. Malam itu ia duduk di ruang kerjanya sambil menatap layar laptop. Ia mengetik sesuatu di kolom chat streaming Luna.

“semangat terus ya Luna” kata Adrian dengan username misteriusnya.

Luna membaca chat itu dan tersenyum. “makasih” kata Luna pelan.

Dan siapa sangka percakapan kecil itu akan jadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.

Nah, aku sebagai penulis mau menutup bab ini dengan satu catatan buat kamu pembaca. Kadang kesalahan sepele bisa jadi pintu tak terduga. Salah fokus, salah sebut nama, bisa jadi benih cerita yang panjang. Jadi jangan takut salah. Siapa tahu salahmu justru jadi headshot pertama menuju cerita baru.

Other Stories
Don't Touch Me

Dara kehilangan kabar dari Erik yang lama di Spanyol, hingga ia ragu untuk terus menunggu. ...

Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan

Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...

Agum Lail Akbar

Tentang seorang anak yang terlahir berkebutuhan khusus, yang memang Allah ciptakan untuk m ...

Dengan Ini, Saya Terima Nikahnya

Penulis pernah menuntut Tuhan memenuhi keinginannya, namun akhirnya sadar bahwa ketetapan- ...

Mauren, Lupakan Masa Lalu

“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...

Download Titik & Koma