Bab 5 Chat Politik
Kalau kamu kira setelah klarifikasi salah nama hidup Luna bakal kembali normal maka kamu jelas terlalu naif karena hidup Luna sudah tidak normal sejak headshot no scope itu terjadi. Justru setelah viral salah nama netizen semakin memperhatikan setiap gerak geriknya. Dan di saat itulah sesuatu yang baru terjadi. Sesuatu yang kelak akan disebut orang orang sebagai chat politik.
Malam itu Luna sedang streaming seperti biasa. Ia memakai hoodie abu abu, rambut diikat asal, wajah masih lelah setelah seharian kuliah. Tapi semangatnya tetap menyala. Chat mengalir deras seperti biasa penuh dengan ejekan manja.
“halo Lani” kata seorang penonton.
“aku Luna bukan Lani” kata Luna sambil tertawa.
“Lani forever” kata penonton lain.
“ya ampun kalian nggak ada kapoknya ya” kata Luna sambil menggeleng.
Lalu tiba tiba sebuah notifikasi donasi besar muncul di layar. Angkanya membuat Luna langsung terdiam. Itu bukan jumlah kecil. Itu jumlah yang biasanya hanya muncul di streamer kelas atas.
“wah gila siapa yang donasi segede itu” kata Luna dengan suara kaget.
Chat langsung meledak.
“sultan baru masuk”
“wah ini serius apa prank”
“coba baca pesannya kak”
Luna membuka pesan yang ikut masuk bersama donasi itu. Tulisannya sederhana. “semangat terus, mimpimu penting.”
Hanya itu. Tidak ada nama asli. Tidak ada tanda tangan. Hanya sebuah kalimat singkat. Tapi entah kenapa kalimat itu terasa berbeda. Seperti ada ketulusan di baliknya.
“makasih banyak ya” kata Luna sambil menunduk.
Penonton mulai berspekulasi.
“jangan jangan itu Adrian”
“lah masa politisi donasi ke streamer”
“wah ini pasti settingan”
Luna langsung gelagapan. “eh jangan bikin gosip sembarangan dong” kata Luna.
Tapi kamu tahu kan netizen kalau sudah mencium gosip baru. Mereka langsung seperti detektif. Ada yang membandingkan jam online Adrian dengan jam munculnya donasi. Ada yang menaruh foto Adrian di samping layar Luna dan bilang “tuh kan cocok.” Dalam beberapa jam rumor menyebar.
“Politisi muda nyogok gamer cantik.” Begitulah judul artikel clickbait yang muncul di internet besok paginya.
Luna membaca sambil menepuk jidat. “astaga kenapa jadi begini” kata Luna.
Ia mencoba menenangkan diri. Mungkin ini hanya gosip sebentar. Tapi ternyata gosip itu justru melebar. Ada media gosip yang sengaja mengedit foto Luna dan Adrian berdampingan. Ada akun gosip yang menulis panjang lebar seolah tahu segalanya padahal isinya cuma tebakan liar.
Di sisi lain Adrian membaca berita itu di kantornya. Ia menatap layar sambil menghela napas. “jadi begini rasanya viral ya” kata Adrian.
Ajudannya tertawa kecil. “mungkin bapak harus klarifikasi, Pak Lani.”
“aku Adrian bukan Lani” kata Adrian sambil menggerutu.
Namun Adrian tidak marah. Justru ia merasa ada sesuatu yang menarik. Karena sebenarnya benar. Dialah donatur misterius itu. Kenapa. Bukan karena ingin menyogok. Bukan karena ada niat politik. Tapi murni karena ia kagum pada tekad seorang gadis miskin yang berani bermimpi jadi juara dunia hanya dengan laptop tua.
Adrian tahu dunia akan salah paham. Tapi entah kenapa ia tidak peduli. Ia hanya ingin Luna tahu bahwa ada orang yang percaya padanya.
Malam berikutnya Luna kembali streaming. Wajahnya terlihat canggung.
“kalian ini ya suka bikin gosip aneh aneh” kata Luna.
Chat langsung banjir.
“Lani jangan marah dong”
“ayo klarifikasi nih bener politisi apa bukan”
“wah jangan jangan bentar lagi Luna jadi anggota DPR juga”
Luna menepuk dahinya. “kalian parah banget sumpah” kata Luna sambil tertawa.
Tiba tiba notifikasi donasi besar muncul lagi. Jumlahnya sama. Pesannya sederhana. “jangan dengarkan gosip. Terus maju.”
Luna menatap layar lama sekali. Hatnya hangat.
“siapapun kamu makasih ya” kata Luna pelan.
Chat semakin gila.
“wah fix politisi”
“ini skandal besar”
“pemerintah nyogok gamer”
Luna benar benar tidak tahu harus apa. Ia hanya bisa menertawakan semua ini walau dalam hati ada rasa takut. Bagaimana kalau gosip ini merusak reputasinya. Bagaimana kalau semua orang mengira ia memang dibayar untuk jadi alat politik.
Di tengah semua kegaduhan, Adrian sendiri diam diam menonton dari laptopnya. Ia tersenyum kecil ketika melihat Luna membaca pesannya.
“hai” kata Adrian di chat dengan username misteriusnya.
“hai juga” kata Luna sambil tersenyum kecil.
Penonton makin gaduh.
“wah gila beneran interaksi”
“kawin aja sekalian”
“Lani x politisi canon”
Luna sampai menutup wajah dengan bantal kecil di kursinya. “ya Tuhan kenapa hidupku jadi kayak sinetron” kata Luna.
Nah di sinilah aku mau nyapa kamu pembaca. Lihat kan bagaimana gosip bekerja. Kadang satu pesan sederhana bisa berubah jadi isu besar. Padahal maksudnya baik tapi dunia suka salah paham. Pertanyaannya sekarang bukan soal gosip itu benar atau salah tapi soal bagaimana Luna akan menghadapinya.
Karena kalau dipikir pikir bukankah hidup memang seperti game FPS. Kamu niatnya menembak target di depan tapi kadang pelurunya memantul kena sesuatu yang tak terduga. Begitulah chat politik ini.
Malam itu setelah streaming selesai Luna duduk termenung di kamarnya. Ia memandangi laptop tuanya yang masih menyala. Notifikasi donasi masih ada di layar. Ia menggenggam mouse erat erat.
“aku harus kuat” kata Luna sendiri.
Karena meski gosip makin liar, meski haters semakin beringas, ia tahu ada sesuatu yang harus ia kejar. Mimpi juara dunia.
Dan di luar sana Adrian juga duduk di ruang kerjanya. Ia menatap layar ponselnya, membaca komentar komentar pedas yang menuduhnya macam macam. Tapi bukannya gentar, ia justru semakin yakin.
“aku harus lindungi dia” kata Adrian pelan.
Lucu ya. Seorang politisi dan seorang gamer terhubung bukan lewat rapat atau kontrak resmi, tapi lewat chat streaming dan gosip yang tak sengaja. Dunia memang punya cara konyol untuk mempertemukan dua orang.
Dan percayalah ini baru awal. Gosip chat politik hanya akan membawa mereka ke pusaran yang lebih besar lagi.
Malam itu Luna sedang streaming seperti biasa. Ia memakai hoodie abu abu, rambut diikat asal, wajah masih lelah setelah seharian kuliah. Tapi semangatnya tetap menyala. Chat mengalir deras seperti biasa penuh dengan ejekan manja.
“halo Lani” kata seorang penonton.
“aku Luna bukan Lani” kata Luna sambil tertawa.
“Lani forever” kata penonton lain.
“ya ampun kalian nggak ada kapoknya ya” kata Luna sambil menggeleng.
Lalu tiba tiba sebuah notifikasi donasi besar muncul di layar. Angkanya membuat Luna langsung terdiam. Itu bukan jumlah kecil. Itu jumlah yang biasanya hanya muncul di streamer kelas atas.
“wah gila siapa yang donasi segede itu” kata Luna dengan suara kaget.
Chat langsung meledak.
“sultan baru masuk”
“wah ini serius apa prank”
“coba baca pesannya kak”
Luna membuka pesan yang ikut masuk bersama donasi itu. Tulisannya sederhana. “semangat terus, mimpimu penting.”
Hanya itu. Tidak ada nama asli. Tidak ada tanda tangan. Hanya sebuah kalimat singkat. Tapi entah kenapa kalimat itu terasa berbeda. Seperti ada ketulusan di baliknya.
“makasih banyak ya” kata Luna sambil menunduk.
Penonton mulai berspekulasi.
“jangan jangan itu Adrian”
“lah masa politisi donasi ke streamer”
“wah ini pasti settingan”
Luna langsung gelagapan. “eh jangan bikin gosip sembarangan dong” kata Luna.
Tapi kamu tahu kan netizen kalau sudah mencium gosip baru. Mereka langsung seperti detektif. Ada yang membandingkan jam online Adrian dengan jam munculnya donasi. Ada yang menaruh foto Adrian di samping layar Luna dan bilang “tuh kan cocok.” Dalam beberapa jam rumor menyebar.
“Politisi muda nyogok gamer cantik.” Begitulah judul artikel clickbait yang muncul di internet besok paginya.
Luna membaca sambil menepuk jidat. “astaga kenapa jadi begini” kata Luna.
Ia mencoba menenangkan diri. Mungkin ini hanya gosip sebentar. Tapi ternyata gosip itu justru melebar. Ada media gosip yang sengaja mengedit foto Luna dan Adrian berdampingan. Ada akun gosip yang menulis panjang lebar seolah tahu segalanya padahal isinya cuma tebakan liar.
Di sisi lain Adrian membaca berita itu di kantornya. Ia menatap layar sambil menghela napas. “jadi begini rasanya viral ya” kata Adrian.
Ajudannya tertawa kecil. “mungkin bapak harus klarifikasi, Pak Lani.”
“aku Adrian bukan Lani” kata Adrian sambil menggerutu.
Namun Adrian tidak marah. Justru ia merasa ada sesuatu yang menarik. Karena sebenarnya benar. Dialah donatur misterius itu. Kenapa. Bukan karena ingin menyogok. Bukan karena ada niat politik. Tapi murni karena ia kagum pada tekad seorang gadis miskin yang berani bermimpi jadi juara dunia hanya dengan laptop tua.
Adrian tahu dunia akan salah paham. Tapi entah kenapa ia tidak peduli. Ia hanya ingin Luna tahu bahwa ada orang yang percaya padanya.
Malam berikutnya Luna kembali streaming. Wajahnya terlihat canggung.
“kalian ini ya suka bikin gosip aneh aneh” kata Luna.
Chat langsung banjir.
“Lani jangan marah dong”
“ayo klarifikasi nih bener politisi apa bukan”
“wah jangan jangan bentar lagi Luna jadi anggota DPR juga”
Luna menepuk dahinya. “kalian parah banget sumpah” kata Luna sambil tertawa.
Tiba tiba notifikasi donasi besar muncul lagi. Jumlahnya sama. Pesannya sederhana. “jangan dengarkan gosip. Terus maju.”
Luna menatap layar lama sekali. Hatnya hangat.
“siapapun kamu makasih ya” kata Luna pelan.
Chat semakin gila.
“wah fix politisi”
“ini skandal besar”
“pemerintah nyogok gamer”
Luna benar benar tidak tahu harus apa. Ia hanya bisa menertawakan semua ini walau dalam hati ada rasa takut. Bagaimana kalau gosip ini merusak reputasinya. Bagaimana kalau semua orang mengira ia memang dibayar untuk jadi alat politik.
Di tengah semua kegaduhan, Adrian sendiri diam diam menonton dari laptopnya. Ia tersenyum kecil ketika melihat Luna membaca pesannya.
“hai” kata Adrian di chat dengan username misteriusnya.
“hai juga” kata Luna sambil tersenyum kecil.
Penonton makin gaduh.
“wah gila beneran interaksi”
“kawin aja sekalian”
“Lani x politisi canon”
Luna sampai menutup wajah dengan bantal kecil di kursinya. “ya Tuhan kenapa hidupku jadi kayak sinetron” kata Luna.
Nah di sinilah aku mau nyapa kamu pembaca. Lihat kan bagaimana gosip bekerja. Kadang satu pesan sederhana bisa berubah jadi isu besar. Padahal maksudnya baik tapi dunia suka salah paham. Pertanyaannya sekarang bukan soal gosip itu benar atau salah tapi soal bagaimana Luna akan menghadapinya.
Karena kalau dipikir pikir bukankah hidup memang seperti game FPS. Kamu niatnya menembak target di depan tapi kadang pelurunya memantul kena sesuatu yang tak terduga. Begitulah chat politik ini.
Malam itu setelah streaming selesai Luna duduk termenung di kamarnya. Ia memandangi laptop tuanya yang masih menyala. Notifikasi donasi masih ada di layar. Ia menggenggam mouse erat erat.
“aku harus kuat” kata Luna sendiri.
Karena meski gosip makin liar, meski haters semakin beringas, ia tahu ada sesuatu yang harus ia kejar. Mimpi juara dunia.
Dan di luar sana Adrian juga duduk di ruang kerjanya. Ia menatap layar ponselnya, membaca komentar komentar pedas yang menuduhnya macam macam. Tapi bukannya gentar, ia justru semakin yakin.
“aku harus lindungi dia” kata Adrian pelan.
Lucu ya. Seorang politisi dan seorang gamer terhubung bukan lewat rapat atau kontrak resmi, tapi lewat chat streaming dan gosip yang tak sengaja. Dunia memang punya cara konyol untuk mempertemukan dua orang.
Dan percayalah ini baru awal. Gosip chat politik hanya akan membawa mereka ke pusaran yang lebih besar lagi.
Other Stories
The Truth
Seth Barker, jurnalis pemenang penghargaan, dimanfaatkan CEO Kathy untuk menghadapi perebu ...
Cerella Flost
Aku pernah menjadi gadis yang terburuk.Tentu bukan karena parasku yang menjaminku menjadi ...
Menolak Jatuh Cinta
Rasa aneh sudah sembilan bulan lenyap, ntah mengapa kini kembali menyusup di sudut hatik ...
Pitstop: Rewrite The Stars. Menepi Dari Dunia, Menulis Ulang Takdir
Bagaimana jika hidup Anda yang tampak sempurna runtuh hanya dalam sekejap? Dari ruang rapa ...
Mauren, Lupakan Masa Lalu
“Nico bangun Sayang ... kita mulai semuanya dari awal anggap kita mengenal pribadi ya ...
Pintu Dunia Lain
Nadiva terkejut saat gedung kantor berubah misterius: cat memudar, tembok berderak, asap b ...