Romance Reloaded

Reads
3.5K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 7 Kontrak Rahasia

Kalau kamu kira gosip itu sudah selesai setelah klarifikasi Luna di live stream, kamu salah besar. Gosip itu ibarat api di hutan kering, sekali ada percikan maka akan menjalar kemana mana. Dan setiap kali ada artikel baru, setiap kali ada meme baru, nama Luna selalu menempel bersama nama Adrian.

Luna capek. Sangat capek. Tapi dia juga realistis. Dia butuh biaya. Laptop tuanya sudah sering mati mendadak, headsetnya bolong di sisi kanan, bahkan kursinya kadang berdecit seperti dinosaurus tua setiap kali ia bergeser. Mimpi jadi juara dunia esports butuh lebih dari sekadar tekad. Butuh tim, butuh latihan, butuh sponsor.

Dan entah kenapa, orang yang muncul di pikirannya justru Adrian.

Sore itu mereka bertemu lagi. Bukan di panggung megah, bukan di ruang rapat formal, melainkan di sebuah kafe kecil dekat kampus Luna. Adrian duduk di pojok, mengenakan kemeja santai. Wajahnya biasa saja, tidak terlalu tampan tapi matanya menyala penuh energi.

Luna datang dengan hoodie kebesaran. Rambutnya digerai seadanya. Ia masuk dengan langkah ragu.

“hai” kata Luna.

“hai” kata Adrian sambil tersenyum.

Mereka duduk berhadapan. Ada jeda canggung beberapa detik sebelum pelayan datang menawarkan minuman. Luna hanya pesan es teh, Adrian pesan kopi hitam.

“jadi kenapa kamu manggil aku ke sini” kata Luna membuka percakapan.

Adrian menatapnya serius. “aku ingin menawarkan sesuatu.”

“apa lagi, jangan bilang gosip baru” kata Luna sambil menyipitkan mata.

Adrian tertawa kecil. “bukan. Aku ingin menawarkan sponsor pribadi untuk tim esports-mu.”

Luna langsung terbatuk. “hah sponsor pribadi? Kamu bercanda kan.”

“aku serius. Kamu butuh dana, kan. Kamu butuh peralatan, tim, tempat latihan. Aku bisa bantu. Anggap saja ini investasiku.”

Luna terdiam. Hatnya langsung berdebat sendiri. Di satu sisi ini solusi dari semua masalah finansialnya. Di sisi lain, bagaimana kalau gosip makin liar. Bagaimana kalau orang benar benar mengira dia dijadikan alat politik.

“kenapa aku” kata Luna akhirnya.

“karena aku percaya kamu bisa jadi juara dunia. Dan aku tidak ingin mimpimu gagal hanya karena uang” kata Adrian mantap.

Luna menunduk. “tapi orang orang sudah salah paham. Kalau aku terima, gosip bisa makin besar.”

“biar saja. Orang akan selalu gosip. Yang penting kamu tahu alasan sebenarnya” kata Adrian.

Luna menatapnya lama. Ia mencoba membaca wajah Adrian. Wajah biasa dengan senyum sederhana, tapi entah kenapa ada ketulusan di balik matanya.

“aku tidak mau dijadikan alat politik” kata Luna tegas.

“aku janji. Ini murni sponsor, bukan kontrak politik. Kalau kamu mau, kita buat rahasia. Tidak ada yang tahu selain kita berdua” kata Adrian.

“rahasia?” kata Luna heran.

“ya. Kontrak rahasia. Kamu dapat dukungan, aku puas bisa membantu. Tidak perlu ada orang lain yang tahu.”

Sunyi beberapa saat. Hanya bunyi sendok beradu dengan gelas di meja lain.

“kalau aku terima, apa jaminannya kamu tidak akan menyeretku ke urusan politikmu” kata Luna.

“jaminannya aku sendiri. Kalau aku ingkar, kamu bisa sebut aku pengecut di depan semua orang” kata Adrian sambil tersenyum.

Luna tertawa kecil. “wah politisi bilang gitu, siapa yang percaya.”

“percayalah kali ini aku serius” kata Adrian.

Luna menghela napas panjang. “baiklah. Aku setuju. Tapi dengan syarat.”

“syarat apa” kata Adrian penasaran.

“jangan pernah ganggu fokusku latihan. Kalau aku sedang scrim atau turnamen, kamu jangan tiba tiba muncul buat cari perhatian.”

Adrian mengangkat tangan seperti bersumpah. “setuju.”

Luna menambahkan, “dan jangan pernah bawa bawa namaku ke media. Aku tidak mau jadi headline lagi.”

“setuju lagi” kata Adrian.

Akhirnya Luna mengulurkan tangan. “deal.”

Adrian menjabat tangannya dengan mantap. Jabat tangan sederhana tapi terasa seperti menandatangani kontrak tak tertulis. Kontrak rahasia.

Kamu tahu, kalau hidup ini game, momen itu seperti menekan tombol accept di layar yang penuh risiko. Ada pilihan decline yang mungkin lebih aman, tapi Luna memilih accept. Karena kadang untuk menang kamu harus berani ambil resiko.

Beberapa hari kemudian efek kontrak rahasia itu mulai terasa. Luna mendapati kursi gaming baru dikirim ke rumahnya. Headset baru, monitor lebih besar, bahkan PC baru dengan spesifikasi tinggi. Semua dikirim tanpa nama pengirim, seolah hadiah misterius.

“wah ada sponsor baru ya” kata teman satu timnya di kafe gaming.

“ah enggak kok” kata Luna sambil salah tingkah.

“masa bohong. Itu barang mahal semua loh”

Luna hanya tersenyum. Dalam hati ia berbisik, “terima kasih Adrian.”

Namun bukan berarti semua jadi mudah. Gosip masih ada. Netizen masih iseng. Tapi setidaknya kini Luna punya amunisi untuk berjuang lebih keras.

Suatu malam, setelah latihan panjang, Luna kembali streaming. Ia duduk di kursi gaming barunya. Chat langsung menyadari.

“wah kursi baru tuh”

“fix politisi yang beliin”

“Luna kaya mendadak”

Luna tersenyum kecut. “kalian ini gosip melulu ya” kata Luna.

Tiba tiba muncul lagi donasi besar. Pesannya singkat. “kamu makin kuat sekarang. Jangan lupa istirahat.”

Luna membaca pelan. “hai” kata Luna.

“hai” balas username misterius itu di chat.

Chat kembali meledak.

“wah ini pasti politisi”

“gila makin romantis aja”

“canon canon canon”

Luna menutup wajah dengan kedua tangannya. “astaga aku bisa gila” kata Luna.

Tapi di balik rasa malu itu ada senyum kecil. Senyum yang bahkan ia sendiri tidak bisa sembunyikan.

Dan di sanalah kita tutup bab ini. Dengan Luna yang akhirnya punya dukungan rahasia, dan Adrian yang semakin dalam terikat pada dunia Luna. Kontrak rahasia sudah ditandatangani, walau tanpa tinta. Pertanyaan berikutnya: apakah rahasia ini bisa benar benar dijaga, atau justru jadi bahan bakar untuk skandal berikutnya.


Other Stories
After Honeymoon

Sama-sama tengah menyembuhkan rasa sakit hati, bertemu dengan nuansa Pulau Dewata yang sel ...

Dari 0 Hingga 0

Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...

Jaki & Centong Nasi Mamak

Jaki, pria 27 tahun. Setiap hari harus menerima pentungan centong nasi di kepalanya gara-g ...

Rumah Rahasia Reza

Di balik rumah-rumah rahasia Reza, satu pintu belum pernah dibuka. Sampai sekarang. ...

Chronicles Of The Lost Heart

Ketika seorang penulis novel gagal menemukan akhir bahagia dalam hidupnya sendiri, sebuah ...

Suffer Alone In Emptiness

Shiona Prameswari, siswi pendiam kelas XI IPA 3, tampak polos dan penyendiri. Namun tiap p ...

Download Titik & Koma