Bab 8 No Scope Vs No Logic
Kalau kamu pikir kontrak rahasia itu hanya urusan kertas dan janji, kamu salah besar. Karena ternyata kontrak itu juga berarti Adrian semakin sering nongol di sekitar Luna. Dan masalahnya, ketika seorang politisi masuk ke dunia gamer, hasilnya bukanlah kisah heroik penuh strategi. Hasilnya adalah komedi.
Suatu malam Luna sedang streaming santai. Rambutnya diikat asal, headset barunya menempel rapi, wajahnya fokus. Penonton sudah ribuan orang. Mereka menunggu aksi no scope khas Luna. Tapi tiba tiba pintu kamar terbuka dan Adrian masuk dengan wajah serius, membawa laptopnya sendiri.
“hai” kata Luna.
“hai” kata Adrian sambil senyum malu.
Chat langsung meledak.
“wah politisi datang lagi”
“canon canon canon”
“no scope x no logic incoming”
Luna menoleh dengan bingung. “kamu ngapain bawa laptop segala” kata Luna.
Adrian duduk di sampingnya. “aku mau belajar main game ini.”
Luna hampir tersedak. “hah serius. Kamu? Belajar FPS?”
“iya. Masa aku cuma jadi sponsor doang. Aku juga pengen ngerti dunia kamu” kata Adrian mantap.
Chat makin histeris.
“wah ini fix konten”
“tolong jangan kasih senjata ke dia”
“kita akan lihat politisi jadi beban tim”
Luna menepuk dahi. “ya ampun ini bakal kacau banget” kata Luna.
Tapi karena sudah terlanjur live, Luna pun membiarkan. “baiklah, kita coba custom match aja dulu. Jangan langsung ranked.”
Adrian duduk dengan penuh percaya diri. Dia mengetik password masuk game dengan lambat sekali. Bahkan loading screen pun sudah bikin netizen ngakak.
“wah liat tuh tangannya kaku banget”
“ayo politisi jangan kalah sama bot”
“aku rela bayar demi liat dia mati duluan”
Game dimulai. Luna berlari lincah di peta, menembak musuh dengan refleks kilat. Adrian… yah Adrian bahkan belum tahu cara ganti senjata.
“eh gimana cara nembak sih” kata Adrian panik.
“pencet klik kiri” kata Luna.
“klik kiri yang mana” kata Adrian serius.
Chat langsung pecah.
“astaga ini manusia beneran apa bot”
“klik kiri aja bingung”
“no logic detected”
Adrian akhirnya berhasil menembak. Tapi bukan musuh yang kena, melainkan tembok. Luna tertawa sampai hampir jatuh dari kursinya.
“ya Tuhan ini kocak banget sumpah” kata Luna.
“jangan ketawa, aku masih adaptasi” kata Adrian.
Musuh datang. Luna dengan cepat melakukan no scope headshot. Sementara Adrian masih sibuk nanya tombol reload.
“gimana reload” kata Adrian.
“pencet R” kata Luna.
Adrian pencet T. Hasilnya dia malah ngetik “hello” di chat game.
“wah sopan banget, musuh ditembak pake kata halo” kata Luna sambil ngakak.
Chat makin menggila.
“headshot by politeness”
“ini bukan FPS tapi RPG, role play gentleman”
“tolong lindungi politisi noob”
Luna menutup mulut dengan tangan. Pipinya memerah karena tertawa terlalu keras. “aku nggak kuat sumpah” kata Luna.
Adrian mencoba serius. “jangan remehkan aku. Sekali aku fokus, aku bisa hebat juga.”
Detik berikutnya dia jalan lurus tanpa lihat kiri kanan dan langsung ditembak musuh dari jauh. Game over.
Luna menatapnya sambil tertawa setengah mati. “fokus apanya. Kamu baru spawn langsung mati.”
Adrian tersenyum canggung. “setidaknya aku mencoba.”
Chat penuh emoji tertawa.
“no scope vs no logic fix canon”
“please ajarin politisi cara jongkok dulu”
“aku bayar lagi biar dia main terus”
Luna akhirnya menyerah. Ia memutuskan untuk menjadikan sesi ini sebagai konten komedi. “baiklah guys, mulai malam ini kita punya acara baru, namanya Adrian Bootcamp. Tujuannya ngajarin politisi noob jadi pro player.”
Adrian mengangguk seolah menerima tantangan serius. “aku terima. Aku akan latihan tiap malam sampai bisa no scope juga.”
“wah jangan mimpi dulu, itu butuh bertahun tahun” kata Luna sambil nyengir.
Tapi jujur, meski Luna terus menertawakan Adrian, dalam hati ia merasa hangat. Ada sesuatu yang berbeda melihat seorang politisi sibuk belajar hal sepele demi bisa mendekat ke dunianya.
Setelah stream selesai, Luna melepas headsetnya. Wajahnya masih tersenyum. Adrian duduk di sampingnya sambil memijat tangannya yang pegal.
“capek banget ternyata main game” kata Adrian.
“capek karena kamu salah pencet terus” kata Luna sambil tertawa.
“aku serius, tadi aku udah berusaha” kata Adrian.
Luna menatapnya lama. “kenapa sih kamu repot repot ikut ke dunia ini. Bukankah kamu sudah sibuk dengan politikmu.”
Adrian terdiam sejenak. Lalu ia berkata pelan. “karena aku ingin ngerti kenapa kamu begitu berjuang keras di sini. Aku ingin lihat dunia dari mata kamu.”
Luna terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ia cepat cepat menoleh ke arah lain. “kamu aneh” kata Luna singkat.
“aneh tapi serius” kata Adrian.
“yaudah yang penting lain kali jangan bikin aku malu di live. Minimal belajar gerak dulu deh” kata Luna.
“deal” kata Adrian sambil mengulurkan tangan.
Luna menepuk tangannya malas malas. “yaudah deal. Tapi inget, kamu masih noob.”
“aku akan buktikan aku bisa naik level” kata Adrian percaya diri.
Dan di sanalah kita tutup bab ini. Dengan Luna yang masih geli mengingat aksi konyol Adrian di game, dan Adrian yang walau terus gagal tetap berusaha. Netizen menyebutnya “no scope vs no logic.” Tapi siapa tahu, justru dari logic yang kacau itu lahirlah chemistry yang tidak bisa dijelaskan.
Suatu malam Luna sedang streaming santai. Rambutnya diikat asal, headset barunya menempel rapi, wajahnya fokus. Penonton sudah ribuan orang. Mereka menunggu aksi no scope khas Luna. Tapi tiba tiba pintu kamar terbuka dan Adrian masuk dengan wajah serius, membawa laptopnya sendiri.
“hai” kata Luna.
“hai” kata Adrian sambil senyum malu.
Chat langsung meledak.
“wah politisi datang lagi”
“canon canon canon”
“no scope x no logic incoming”
Luna menoleh dengan bingung. “kamu ngapain bawa laptop segala” kata Luna.
Adrian duduk di sampingnya. “aku mau belajar main game ini.”
Luna hampir tersedak. “hah serius. Kamu? Belajar FPS?”
“iya. Masa aku cuma jadi sponsor doang. Aku juga pengen ngerti dunia kamu” kata Adrian mantap.
Chat makin histeris.
“wah ini fix konten”
“tolong jangan kasih senjata ke dia”
“kita akan lihat politisi jadi beban tim”
Luna menepuk dahi. “ya ampun ini bakal kacau banget” kata Luna.
Tapi karena sudah terlanjur live, Luna pun membiarkan. “baiklah, kita coba custom match aja dulu. Jangan langsung ranked.”
Adrian duduk dengan penuh percaya diri. Dia mengetik password masuk game dengan lambat sekali. Bahkan loading screen pun sudah bikin netizen ngakak.
“wah liat tuh tangannya kaku banget”
“ayo politisi jangan kalah sama bot”
“aku rela bayar demi liat dia mati duluan”
Game dimulai. Luna berlari lincah di peta, menembak musuh dengan refleks kilat. Adrian… yah Adrian bahkan belum tahu cara ganti senjata.
“eh gimana cara nembak sih” kata Adrian panik.
“pencet klik kiri” kata Luna.
“klik kiri yang mana” kata Adrian serius.
Chat langsung pecah.
“astaga ini manusia beneran apa bot”
“klik kiri aja bingung”
“no logic detected”
Adrian akhirnya berhasil menembak. Tapi bukan musuh yang kena, melainkan tembok. Luna tertawa sampai hampir jatuh dari kursinya.
“ya Tuhan ini kocak banget sumpah” kata Luna.
“jangan ketawa, aku masih adaptasi” kata Adrian.
Musuh datang. Luna dengan cepat melakukan no scope headshot. Sementara Adrian masih sibuk nanya tombol reload.
“gimana reload” kata Adrian.
“pencet R” kata Luna.
Adrian pencet T. Hasilnya dia malah ngetik “hello” di chat game.
“wah sopan banget, musuh ditembak pake kata halo” kata Luna sambil ngakak.
Chat makin menggila.
“headshot by politeness”
“ini bukan FPS tapi RPG, role play gentleman”
“tolong lindungi politisi noob”
Luna menutup mulut dengan tangan. Pipinya memerah karena tertawa terlalu keras. “aku nggak kuat sumpah” kata Luna.
Adrian mencoba serius. “jangan remehkan aku. Sekali aku fokus, aku bisa hebat juga.”
Detik berikutnya dia jalan lurus tanpa lihat kiri kanan dan langsung ditembak musuh dari jauh. Game over.
Luna menatapnya sambil tertawa setengah mati. “fokus apanya. Kamu baru spawn langsung mati.”
Adrian tersenyum canggung. “setidaknya aku mencoba.”
Chat penuh emoji tertawa.
“no scope vs no logic fix canon”
“please ajarin politisi cara jongkok dulu”
“aku bayar lagi biar dia main terus”
Luna akhirnya menyerah. Ia memutuskan untuk menjadikan sesi ini sebagai konten komedi. “baiklah guys, mulai malam ini kita punya acara baru, namanya Adrian Bootcamp. Tujuannya ngajarin politisi noob jadi pro player.”
Adrian mengangguk seolah menerima tantangan serius. “aku terima. Aku akan latihan tiap malam sampai bisa no scope juga.”
“wah jangan mimpi dulu, itu butuh bertahun tahun” kata Luna sambil nyengir.
Tapi jujur, meski Luna terus menertawakan Adrian, dalam hati ia merasa hangat. Ada sesuatu yang berbeda melihat seorang politisi sibuk belajar hal sepele demi bisa mendekat ke dunianya.
Setelah stream selesai, Luna melepas headsetnya. Wajahnya masih tersenyum. Adrian duduk di sampingnya sambil memijat tangannya yang pegal.
“capek banget ternyata main game” kata Adrian.
“capek karena kamu salah pencet terus” kata Luna sambil tertawa.
“aku serius, tadi aku udah berusaha” kata Adrian.
Luna menatapnya lama. “kenapa sih kamu repot repot ikut ke dunia ini. Bukankah kamu sudah sibuk dengan politikmu.”
Adrian terdiam sejenak. Lalu ia berkata pelan. “karena aku ingin ngerti kenapa kamu begitu berjuang keras di sini. Aku ingin lihat dunia dari mata kamu.”
Luna terdiam. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ia cepat cepat menoleh ke arah lain. “kamu aneh” kata Luna singkat.
“aneh tapi serius” kata Adrian.
“yaudah yang penting lain kali jangan bikin aku malu di live. Minimal belajar gerak dulu deh” kata Luna.
“deal” kata Adrian sambil mengulurkan tangan.
Luna menepuk tangannya malas malas. “yaudah deal. Tapi inget, kamu masih noob.”
“aku akan buktikan aku bisa naik level” kata Adrian percaya diri.
Dan di sanalah kita tutup bab ini. Dengan Luna yang masih geli mengingat aksi konyol Adrian di game, dan Adrian yang walau terus gagal tetap berusaha. Netizen menyebutnya “no scope vs no logic.” Tapi siapa tahu, justru dari logic yang kacau itu lahirlah chemistry yang tidak bisa dijelaskan.
Other Stories
Kuntilanak Gaul
Rasa cemburu membuat Lydia benci kepada Reisha. Dia tidak bisa terima saat Edward, cowok y ...
Sweet Haunt
Di sebuah rumah kos tua penuh mitos, seorang mahasiswi pendiam tanpa sengaja berbagi kamar ...
Sebelum Ya ( Ketika Hidup Butuh Diperjuangkan )
(Diangkat dari kisah nyata. Kisah-kisah penuh hikmah bagi tokoh utama, yang diharapkan bis ...
Aku Pulang
Raina tumbuh di keluarga rapuh, dipaksa kuat tanpa pernah diterima. Kemudian, hadir sosok ...
Cangkul Yang Dalam ( Halusinada )
Alya sendirian di dapur. Dia terlihat masih kesal. Matanya tertuju ke satu set pisau yang ...
Gm.
menakutkan. ...