Romance Reloaded

Reads
3.5K
Votes
0
Parts
30
Vote
Report
Penulis TJOE 21

Bab 27 Love Confession

Hari hari setelah fitnah itu terasa berat bagi Luna. Setiap kali membuka media sosial ia menemukan komentar yang mencaci maki. Ada yang menyebutnya wanita murahan ada yang bilang ia hanya numpang tenar lewat nama Adrian. Meski banyak juga yang mendukung tetap saja rasa sakit itu menusuk.

Pagi itu Luna duduk di kafe kecil dekat rumahnya. Ia mengenakan hoodie dan masker agar tidak mudah dikenali. Di meja depannya ada secangkir kopi yang sudah dingin. Ia hanya menatap kosong ke arah jendela. Pikiran berputar tentang masa depan kariernya yang semakin tidak pasti.

Tiba tiba seseorang menarik kursi di depannya dan duduk. Adrian dengan setelan kasual dan senyum santai. Kamu pikir kamu bisa kabur dariku begitu saja.

Luna mendengus lemah. Aku cuma ingin sendiri sebentar. Adrian mencondongkan tubuh. Kalau sendiri kamu bisa tambah sedih. Kalau bersamaku kamu bisa tambah pusing. Jadi pilih mana.

Luna tidak bisa menahan senyum tipis meski hatinya masih berat. Kamu itu menyebalkan. Adrian meneguk kopi dinginnya tanpa izin lalu meringis. Astaga ini kopi atau air sumur.

Mereka tertawa kecil. Suasana sedikit mencair.

Setelah tawa reda Adrian menatap Luna dengan serius. Aku tahu akhir akhir ini semua terasa berat. Sponsor menarik diri gosip semakin liar dan orang orang tidak berhenti menuduhmu. Tapi aku ingin kamu tahu satu hal.

Luna menatapnya dengan mata waspada. Apa itu.

Adrian menghela napas dalam lalu berkata pelan. Aku tidak butuh politik kalau tidak ada kamu.

Kata kata itu membuat Luna terdiam. Jantungnya berdetak kencang. Matanya membesar tidak percaya. Kamu serius.

Adrian mengangguk mantap. Aku tidak peduli jika karier politikku runtuh. Aku tidak peduli jika orang orang menertawakanku. Yang aku pedulikan hanya kamu. Kamu yang membuatku ingin berjuang lebih keras. Kamu yang membuatku ingin melindungi.

Luna terdiam. Pipinya panas. Ia mencoba menutupi wajah dengan hoodie tapi Adrian cepat menarik tangannya. Hei jangan sembunyi. Aku ingin lihat ekspresimu.

Luna menunduk malu. Kamu tahu tidak kamu barusan terdengar seperti aktor drama murahan.

Adrian tertawa. Kalau begitu biarkan aku jadi aktor murahan yang hanya punya satu penonton istimewa.

Suasana jadi makin aneh. Luna menggigit bibirnya lalu berbisik. Kamu sadar kan kalau semua ini gila. Aku gamer miskin dengan reputasi hancur sementara kamu calon politisi besar.

Adrian menggeleng pelan. Kamu bukan gamer miskin. Kamu legenda masa depan. Dan aku tidak peduli seberapa hancur reputasimu di mata orang. Bagiku kamu tetap orang yang membuatku tersenyum setiap hari.

Air mata menggenang di mata Luna. Ia benci dirinya yang mudah terharu tapi kali ini ia tidak bisa menahan. Adrian dengan refleks menghapus tetesan itu dengan jarinya. Jangan menangis. Kalau kamu menangis aku bisa ikut menangis dan nanti wartawan bilang kita pasangan drama air mata.

Luna tertawa di sela tangis. Kamu selalu tahu cara membuatku terlihat bodoh.

Adrian tersenyum hangat. Itu karena aku ingin kamu tahu kamu tidak sendirian.

Beberapa pengunjung kafe mulai melirik mereka. Ada yang berbisik bisik. Luna jadi semakin malu. Ayo kita pergi dari sini katanya cepat.

Mereka keluar dan berjalan di trotoar kota. Adrian sengaja berjalan di sisi luar untuk melindunginya dari lalu lintas. Luna memperhatikan sikap kecil itu dan hatinya bergetar.

Mereka berhenti di taman kota. Banyak anak kecil bermain bola dan orang tua duduk di bangku. Adrian menarik Luna duduk di salah satu bangku.

Aku tahu ini tidak mudah bagimu kata Adrian. Tapi izinkan aku bersamamu. Aku tidak bisa janji akan membuat semua masalah hilang. Tapi aku janji akan selalu ada.

Luna menatap matanya. Ada ketulusan yang sulit ditolak. Ia ingin menjawab ya tetapi bibirnya kelu. Akhirnya ia hanya berkata pelan. Kamu benar benar keras kepala.

Adrian tersenyum puas. Kalau tidak keras kepala aku tidak akan bisa mengejarmu.

Mereka duduk lama tanpa bicara. Hanya menikmati keheningan. Angin sore bertiup lembut.

Tiba tiba Adrian bangkit dan menatap Luna dengan ekspresi konyol. Oke kalau kamu tidak mau jawab sekarang aku akan resmi melamarmu dengan cara gamer.

Luna terkejut. Apa maksudmu.

Adrian mengangkat tangan seolah memegang senapan imajiner. Ia pura pura membidik Luna. Headshot. Sekarang kamu jadi milikku.

Orang orang di sekitar menoleh heran. Luna langsung menutup wajah dengan tangan sambil tertawa keras. Kamu benar benar memalukan.

Adrian ikut tertawa. Setidaknya aku membuatmu tertawa.

Luna akhirnya menghela napas panjang. Baiklah aku tidak bisa menolakmu lagi. Aku tidak tahu apa aku bisa jadi pasangan yang baik untukmu. Tapi aku akan mencoba.

Adrian menatapnya penuh kebahagiaan. Itu sudah lebih dari cukup.

Mereka berdua saling tersenyum. Dunia luar masih penuh gosip dan fitnah. Sponsor mungkin masih ragu. Namun bagi mereka momen ini adalah awal hubungan yang jelas. Tidak lagi abu abu. Tidak lagi hanya sekadar rumor.

Ketika mereka berjalan pulang bersama Kevin tiba tiba muncul dengan ekspresi kaget. Hei kalian kok jalan berdua sambil senyum senyum gitu. Apa aku ketinggalan episode penting.

Luna cepat cepat memukul lengan Kevin. Diam jangan ribut. Adrian hanya tertawa lebar. Tidak apa apa Kev kamu boleh tahu. Mulai hari ini kami resmi.

Kevin ternganga lalu bertepuk tangan dramatis. Akhirnya setelah drama ratusan episode. Aku harus bikin pesta syukuran.

Luna menutup wajah lagi. Astaga kenapa semua orang di tim ini gila.

Adrian menggenggam tangannya erat sambil tersenyum. Biarkan mereka gila. Yang penting kita waras bersama.

Malam itu Luna kembali ke rumah dengan hati yang hangat. Ia menatap Adrian sebelum masuk. Terima kasih sudah tidak menyerah padaku. Adrian menjawab dengan singkat. Aku tidak akan pernah menyerah.

Luna masuk kamar dan berbaring di ranjang. Untuk pertama kalinya sejak semua masalah itu muncul ia bisa tidur dengan senyum di wajah. Karena kini ia tahu perasaan Adrian bukan sekadar rumor politik. Itu nyata. Itu miliknya.



Other Stories
Cinta Di Balik Rasa

memendam rasa bukanlah suatu hal yang baik, apalagi cinta!tapi itulah yang kurasakan saat ...

Membabi Buta

Mariatin dan putrinya tinggal di rumah dua kakak beradik tua yang makin menunjukkan perila ...

Melupakan

Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...

The Fault

Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...

Melupakan

Dion merasa hidupnya lebih berarti sejak mengenal Agatha, namun ia tak berani mengungkapka ...

Aku Bukan Pilihan

Cukup lama Rama menyendiri selepas hubungannya dengan Santi kandas, kini rasa cinta itu da ...

Download Titik & Koma