Suara Cinta Gadis Bisu

Reads
1.3K
Votes
0
Parts
10
Vote
Report
Suara Cinta Gadis Bisu
Suara Cinta Gadis Bisu
Penulis Moycha Zia

Chapter 4 Kebahagiaan Singkat Di Tengah Badai

Taman kota yang sepi. Matahari sore menyinari dedaunan, menciptakan pantulan cahaya yang indah di danau kecil. Syaira dan Rendra duduk di bangku, bersebelahan.

Di antara mereka, sebuah buku catatan kecil menjadi jembatan komunikasi mereka.
Syaira menulis dengan hati-hati. Tangannya gemetar, bukan karena takut, melainkan karena perasaan baru yang membuncah di dadanya.

"Terima kasih, Rendra. Kamu adalah teman pertamaku di sekolah."

Rendra membaca tulisan itu, senyum tulus mengembang di wajahnya, "Senang bisa menjadi temanmu, Syaira. Aku merasa nyaman berada di dekatmu. Kau tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain."

Syaira menunduk, matanya berkaca-kaca. Ia merasa begitu tulusnya perkataan Rendra. Ia menulis lagi, kali ini dengan perasaan yang lebih dalam.

"Aku selalu berpikir, kenapa aku terlahir bisu? Kenapa aku berbeda? Kenapa aku tidak bisa sepertimu?"

Rendra mengambil pulpen dari tangan Syaira. Ia tidak menulis, melainkan berbicara dengan suara yang lembut dan penuh makna, "Syaira, jangan pernah berpikir seperti itu. Perbedaanmu adalah keunikanmu. Suara yang paling indah bukanlah yang paling keras, tapi yang paling jujur. Dan aku bisa melihat kejujuran itu di matamu."

Syaira mendongak, menatap Rendra. Air matanya tak terbendung lagi. Rendra mengambil buku catatan itu kembali, dan menulis sebuah kutipan, "Luka adalah tempat di mana cahaya masuk ke dalam dirimu."

"Ini kata-kata dari Jalaluddin Rumi," bisik Rendra, "Kamu mungkin terluka, tapi luka itu akan menjadi jalan bagimu untuk bersinar. Untuk menunjukkan siapa dirimu yang sebenarnya."

Hati Syaira berdesir. Ia merasa Rendra adalah seseorang yang benar-benar memahaminya, melampaui bisunya, melampaui aib yang disematkan padanya oleh keluarganya. Ia merasa seolah-olah Rendra adalah jawaban dari semua doanya.

Hari-hari berikutnya, Rendra dan Syaira semakin dekat. Mereka sering bertemu di taman, di perpustakaan, atau di sudut-sudut sepi sekolah. Rendra tidak pernah memaksa Syaira berbicara, ia hanya mendengarkan setiap tulisan dan ekspresi Syaira dengan sabar. Ia melihat bagaimana Syaira adalah gadis yang cerdas, memiliki imajinasi yang luas, dan hati yang tulus.

Suatu sore, saat mereka sedang duduk di sebuah kafe, Rendra menatap Syaira dengan tatapan penuh arti.

"Syaira," kata Rendra, "Ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu."

Syaira merasa jantungnya berdebar kencang. Ia mengambil buku catatannya, siap menerima apa pun yang akan Rendra tulis atau katakan.

"Apakah kamu pernah merasa bahwa ada orang lain yang melihatmu, bukan hanya mendengar suaramu?" tanya Rendra, suaranya pelan dan penuh emosi.

Syaira meneteskan air mata. Ia tahu ke mana arah pembicaraan ini. Ia menulis dengan tangan yang gemetar,"Hanya kamu, Rendra. Hanya kamu yang melihatku."

Rendra tersenyum, senyum yang menghangatkan hati Syaira. "Aku melihatmu, Syaira. Aku melihat kekuatan di balik keheninganmu. Aku melihat ketulusan di balik air matamu. Aku melihat seseorang yang sangat istimewa."

Ia memegang tangan Syaira, dan menulis di buku catatan itu dengan satu kalimat yang membuat air mata Syaira jatuh lebih deras.

"Aku mencintaimu, Syaira."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Syaira merasa benar-benar utuh. Selama ini ia merasa seperti potongan teka-teki yang hilang, dan kini Rendra telah menemukannya. Ia menulis balasan, dengan tulisan yang tak kalah bergetar.

"Aku juga mencintaimu, Rendra."

Tanpa mereka sadari, dari balik pepohonan, Zihan memotret mereka. Wajahnya dipenuhi amarah dan cemburu yang membara. Di tangannya, sebuah rencana kejam mulai terbentuk, sebuah rencana yang akan menghancurkan kebahagiaan singkat Syaira.

Other Stories
Dari 0 Hingga 0

Tentang Rima dan Faldi yang menikah ketika baru saja lulus sekolah dengan komitmen ingin m ...

Rahasia Ikal

Ikal, bocah yang lahir dari sebuah keluarga nelayan miskin di pesisir Pulau Bangka. Ia tin ...

Just, Open Your Heart

Muthia terjebak antara cinta lama yang menyakitkan dan cinta baru dari bosnya yang penuh k ...

Mewarnai

ini adalah contoh uplot buku ...

My 24

Apa yang tak ia miliki? Karir yang gemilang, prestasi yang apik, istri yang cantik. Namun ...

The Fault

Sebuah pertemuan selalu berakhir dengan perpisahan. Sebuah awalan selalu memiliki akhiran. ...

Download Titik & Koma