Melepasmu Dalam Senja

Reads
1.6K
Votes
0
Parts
12
Vote
Report
melepasmu dalam senja
Melepasmu Dalam Senja
Penulis Rizka Agnia Ibrahim

Prolog

Cinta pertama yang melukis warna
Namun, mengapa ada warna-warna kelabu yang mengikuti?
Mengapa hati terasa kosong?
Padahal sebelumnya begitu padat dengan cinta
Mengapa hati terasa rapuh?
Padahal sebelumnya begitu kokoh dan mengokohkan
Mengapa jiwa terasa sepi?
Padahal sebelumnya langkah ini pengusir senyap
Mengapa jiwa merasa tersisih?
Padahal sebelumnya, senyum ini paling berharga
Mengapa, harus ada dia yang merampas tempat?
Padahal dia tak sempurna mendengar dan tak mampu bicara dengan lancar
Kini, ada cermin tepat di hadapanku…
Betapa kusut masai diri, betapa pilu guratan wajah ini
Laki-laki tampan itu ternyata tidak pernah pergi
Buah hatiku ternyata tidak pernah menggantikan tempatku dengan ibu lain
Laki-laki kecil itu, ternyata memberhargakanku
Wanita yang tak bicara itu, tetap menaruh hormat padaku
Cinta yang dia tanam tak bergeming, masih sama seperti saat kuraih tangannya dari luka
Ahhhhhh, mengapa cinta itu kembali menerangi saat senja tiba menjemput pulang…
“Cukup begini saja. Hidupku hanya melukis luka hingga senja. Ibuku pernah bercerita bahwa air mataku selalu deras seperti hujan di musimnya.”
Roman mengenang ucapan Raina beberapa hari yang lalu. Raina marah dan membencinya. Bagi Roman, sorot mata Raina tak lagi seindah sebelas tahun lalu. Tak lagi menawarkan sejuk dari bola matanya. Terganti sorot yang cemas, takut, dan serba tak mampu. Beban telah menikam Raina dalam masa-masa sulit sebuah pernikahan.
Raina tetap pergi dalam senja yang mengoyak jiwa. Setelah menghancurkan seluruh isi dapur. Dia menikam pergelangan tangan kanan Roman--darah segar mengucur. Roman dengan sabar menggapai perban. Raina berlari dengan menjerit, terlihat antara merasa bersalah, marah, dan resah.
Wanita itu pergi menembus senja, sesekali dia memukul dadanya seakan ingin menikam perih yang menjalar. Matanya terpejam dalam jeda langkah karena lelah. Kemudian isaknya kembali mengalun memecah sunyi sebuah senja. Mengapa harus menangis saat setiap ujian telah mampu dia kendalikan?
Melepaskan yang berharga di sebuah senja memang akan melahirkan derita panjang. Selain hampa yang akan mendera. Pekat malam yang menjelang akan menjadi suasana yang menakutkan, menghimpit dalam kepahitan. Raina hanya jiwa pengelana yang merasa harus mengakui kekalahannya. Ternyata harapan hidup bahagia tak seindah kisah yang selalu dia tuliskan.
“Aku harus pergi menyembunyikan diri…” kakinya melangkah tanpa alas. Terseok di antara kerikil tajam. Tak peduli lagi dengan pandangan mata yang menganggapnya gila. Baginya cinta selalu menawarkan kegilaan dan kewarasan.
Perlu berjalan sedikit lama untuk menuju sebuah garasi tempat mobilnya disimpan. Raina membuka pintu garasi dengan tergesa-gesa. Kemudian dia tancap gas mobil sekencang gemuruh di kalbunya.
“Jika sekian ratus hari bisa dilalui dengan bersama, mengapa memilih pergi setelah senja hadir? Mengapa kau tidak pergi saat hari memiliki terik yang membakar? Senja adalah suasana yang memiliki keindahan, Rai. Di mana titik damai akan berkumpul seperti bulir yang semakin bertambah, kita jadikan semua sebagai bekal untuk keabadian,” pesan Roman yang penuh cinta, masih terngiang di telinga Raina.
“Roman, jika kau menginginkanku waras. Mengapa dulu kau menutup mata atas tenang yang kusulam untukmu? Kini aku menjadi gila atas tempat sempit di hatimu yang semakin kau kikis?” Raina mengingat perkataannya yang tegas, sebelum pisau dapur bergagang hitam menikam tangan Roman.
*****

Other Stories
Sonata Laut

Di antara riak ombak dan bisikan angin, musik lahir dari kedalaman laut. Piano yang terdam ...

Way Back To Love

Karena cinta, kebahagiaan, dan kesedihan  datang silih berganti mewarnai langkah hidup ki ...

Kidung Vanili

Menurut Kidung, vanili memiliki filosofi indah: di mana pun berada, ia tak pernah kehilang ...

Blind

Ketika dunia gelap, seorang hampir kehilangan harapan. Tapi di tengah kegelapan, cinta dar ...

Teka-teki Surat Merah

Seorang gadis pekerja klub malam ditemukan tewas dalam kantong plastik di taman kota, meng ...

Autumn's Journey

Henri Samuel, penulis yang popularitasnya meredup, mendapat tugas riset ke Korea Selatan. ...

Download Titik & Koma