Epilog
Langit
Praak!
Kacamata yang dulunya aku banggakan karena membuatku dipuja banyak wanita kini bingkainya patah jadi dua dan kacanya pun hancur berkeping-keping. Aku sengaja menginjak kacamata itu. Buat apa aku mempertahankan kacamata kematian ini?
Andai saja waktu itu aku tidak punya keinginan jadi ganteng biuar bias dapatkan hati Arshita, pasti sampai sekarang aku masih bias menatap wajah ayunya. Persahabatanku dengan Franco pasti akan baik-baik saja. Apalah daya, nasi sudah jadi spagethy. Itu peribahasa versi baru. Bukankah spaghety masih tetap enak dimakan kalau kita pandai mengolahnya?
Kematian Arshita dan tertangkapnya Franco memberikan pelajaran berharga untukku. Bahwa lebih baik mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh Tuhan. Mulai detik ini aku bersumpah bahwa nggak akan punya keinginan yang aneh-aneh lagi. Aku yakin suatu hari nanti akan ada wanita yang bias menerima kekurangan di wajahku ini.
“Arshita, kamu yang tenang ya di alam sana. Maaf, gara-gara aku kamu harus pergi dari dunia ini. Aku bahagia bisaa dekat denganmu walau hanya dalam hitungan hari.”
THE END
Other Stories
Separuh Dzarah
Saat salam terakhir dalam salat mulai terdengar, di sana juga akan mulai terdengar suara ...
Mimi & Peri
Mimi, seorang gadis pecinta alam dari pesisir Bali, menghabiskan liburan sekolahnya di Flo ...
Escape [end]
Setelah setahun berlarut- larut dalam luka masa lalunya, Nadine pun dipaksa oleh sahabatny ...
Saat Cinta Itu Hadir
Zita hancur karena gagal menikah setelah Fauzi ketahuan selingkuh. Saat masih terluka, ia ...
Tertipu Atau Terlalu Berharap
Seorang mahasiswa yang sedang menempuh perkuliahan di salah satu kampus ternama di wilayah ...
Hanya Ibu
kisah perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantu ...