Prolog
Indonesia memimpin 1-0 dalam kualifikasi piala dunia 2010 melawan Malaysia. Waktu pertandingan sudah berjalan di menit 88, Indonesia harus mempertahankan keunggulan ini agar bisa lolos ke piala dunia.
Tim yang terdiri dari para pemain – pemain bintang pada jamannya, di posisi kiper ada pemain yang bernama Rocky Aribima, yang terkenal dengan tepisan – tepisan heroiknya.
Di posisi bek tengah, dilindungi oleh duo Andika Fachri dan Rico Febrian yang selalu menjaga aman lini belakang.
Posisi kedua sayap diisi dengan pemain muda yang sangat lincah bernama Indra Junior dan Alam Nur yang bisa menggiring bola, menunjukan hiburan yang indah bagi penonton, dan juga menciptakan peluang dari sayap.
Tim yang dipimpin oleh pelatih legendaris Indonesia, Cahyadi Suryo yang berhasil membawa Timnas menjuarai berbagai kompetisi – kompetisi asia. Kali ini, Cahyadi percaya bahwa timnya bisa unggul untuk melaju ke piala dunia 2010. Oleh karena itu, dirinya mempercayai seorang pemimpin yang bisa membawa timnya menjadi juara dan juga menciptakan gol – gol yang indah, pemain tersebut bernama
Tony Danza.
------
Tony mendapatkan umpan bola yang sangat indah dari belakang, dirinya berusaha menahan bola itu dan membelakangi pemain lawan yang berusaha merebut bola itu dari dirinya.
Tony adalah pemain yang haus akan gol dan memiliki pemahaman dan dapat membaca situasi pertandingan. Tony Melihat ke sisi kiri dan kanan, yang dimana kedua pemain sayap, Indra Junior dan Alam nur berlari meminta bola. Dengan penuh konsentrasi, Tony maju beberapa langkah, lalu mengoper lambung tinggi ke arah Alam Nur yang berada di sisi kanan sayap.
Alam mendapatkan bola di kakinya, namun SLIDE -----
Dirinya ditekel oleh pemain lawan, wasit meniup peluit, PRIT!!!!.
Tony melihat tekel itu, dan meneriakan sesuatu ke wasit sambil memberikan gestur tangan ke wasit “ Woi sit, kartu, itu tekel dari belakang”.
Wasit melihat Tony memberikan gestur itu, namun malah dirinya yang mendapatkan kartu. “ Sit apa – apaan, tidak adil itu, tolong yang adil dong”
“ Kamu diam atau saya beri kamu kartu merah!” Tegas Ucap wasit pertandingan tersebut.
Tony mau tidak mau harus terima keputusan itu, meskipun dirinya sebagai kapten sulit untuk menerimanya.
Sekarang Tim Indonesia mendapatkan tendangan bebas dari luar lapangan. Tony dan kawan – kawannya lalu berkumpul di kotak pinalti, berharap bisa menciptakan peluang dari bola umpan atas.
Pemain gelandang bernama Farhansyah berdiri di depan bola yang sudah diberi tanda untuk wasit, lalu memberikan sinyal lewat tangannya kepada rekan timnya untuk bersiap – siap mendapatkan bola.
Farhansyah mengumpan bola atas ke kotak pinalti, namun pemain lawan berhasil membuang bolanya ke tengah lapangan.
Tanpa disadari, pemain tim Malaysia berlari cepat mengambil bola tersebut, berlari melewati beberapa pemain Indonesia.
Tanpa disadari, sekarang tinggal pemain Malaysia itu berhadapan one on one bersama kiper Indonesia Rocky Aribima.
Rocky mengambil sikap bertahan, bersiap untuk menghadang bolanya berharap bola akan ditendang ke arah kiri atau kanan tubuhnya, namun ternyata bola ditendang dengan sangat kencang dan datar, sehingga melewati kedua kakinya.
GOAL MALAYSIA!
Para supporter Malaysia bersorak dengan sangat kencang di tribun tim pendatang, situasi menjadi sangat panas karena sekarang skor 1 – 1.
Cahyadi Suryo sangat kesal dengan ini di pinggir lapangan, dia berteriak ke staff kepelatihannya dan para pemain yang berada di lapangan. Lalu dia mencoba memikirkan sebuah taktik, akhirnya dirinya memanggil beberapa pemain penyerang tambahan termasuk pemain senior yang selalu berada di cadangan bernama Cevin Hadani.
“ Saya mau kamu main one touch bersama Tony, buat dirinya lebih sentral di lapangan, saya mau kamu yang melebar dan mengumpan bola ke dia, paham?” Ucap Cahyadi kepada Cevin.
“ Paham Coach “ Jawab Cevin.
------
Sekarang waktu menunjukan menit 92, dengan 3 menit tambahan tersisa. Indonesia sekarang sedang memegang kekuasaan bola, mereka berusaha terus – terusan untuk mencoba menciptakan gol.
Pada akhirnya Cevin mendapatkan bola, dirinya memberikan bola satu sentuhan ke Tony, dan sebaliknya, Lalu Tony memberikan bola ke Cevin dan sprint melewati garis pertahanan terakhir Malaysia.
Tony berhasil dan bola diumpan Cevin dan tidak ada bendera offside yang diangkat. Tony sekarang sendirian, dia berlari, ternyata Cevin juga di sampingnya ikut berlari, mereka berdua bersama melawan kiper yang berjaga sendiri.
Kiper Malaysia berlari ke arah Tony, Cevin meminta bolanya, namun Tony tetap tidak mau memberikan dan pada akhirnya si kiper lawan berhasil menghentikan Tony dengan terjatuh di kakinya.
Wasit membunyikan pluit dan langsung memberikan pinalti.
Cevin frustrasi dengan Tony yang sekarang berada di rumput kesakitan memegang kedua kakinya.
Pelatih Cahyadi juga kesal dengan keputusan Tony. “ Cevin, kamu ambil pinaltinya”
Cevin memberikan gestur oke kepada Pelatih Cahyadi.
Cevin mengambil bola, lalu dihentikan oleh Tony yang masih terjatuh di lantai menahan sakit.
“ Lo mau ngapain?, jangan pernah berpikir untuk mengambil tendangannya, itu tugas gue” Teriak Tony kepada Cevin.
Cevin terlihat takut namun kesal juga. Lalu Tony akhirnya bangun dibantu oleh rekan – rekannya dan masih menahan sakit saat berdiri.
Sekarang Tony melawan kiper lawan, dalam pinalti. Tony mempunyai rekor pinalti yang sangat bagus, terutama saat menjelang akhir pertandingan dirinya biasa menyelamatkan tim nya dari kekalahan.
Pelatih Cahyadi kesal dengan keputusan itu, namun tidak tau harus berbuat apa.
Sekarang waktu pertandingan sudah berjalan 94 menit, tersisa 1 menit lagi, jika Tony berhasil mencetak gol maka Indonesia akan masuk ke piala dunia.
Tony memberikan gestur siap ke wasit. Dan wasit membunyikan peluit.
Tony akhirnya perlahan mengambil ancang – ancang, berjalan lalu berlari menendang bola.
NAMUN
Kiper Malaysia berhasil menangkap bola itu, dan langsung mengoper jauh ke depan.
Pemain Malaysia berhasil mendapatkan bola itu, dirinya sendirian di tengah lapangan, tidak ada pemain Indonesia yang menjaganya. Serangan balik diluncurkan oleh Malaysia.
Rocky Aribima hanya bisa pasrah, dirinya mempersiapkan tubuhnya untuk menghadang bola, namun akhirnya pemain Malaysia berhasil mencetak gol itu.
1-2 untuk Malaysia. Wasit meniup peluit, menyelesaikan pertandingan.
Supporter Malaysia berteriak, merayakan kemenangan.
Tribun Indonesia hanya diisi dengan kekecewaan, tidak ada yang bertepuk tangan, hanya sebuah kesunyian yang tidak nyaman untuk dirasakan.
Pelatih Cahyadi langsung masuk ke dalam ruang loker, tidak berjabat tangan dengan siapa – siapa.
Semua pemain yang ada di lapangan melihat ke arah Tony dengan sangat kecewa, termasuk Cevin, yang mulai menaruh dendam pada dirinya.
Tony berdiri di tengah lapangan, semua kamera dan lampu menyorotinya, dari yang biasanya mendapatkan tepuk tangan sekarang mendapatkan sorakan.
Tony Danza, pemain yang akan dilupakan oleh Indonesia.
Other Stories
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketahui ...
Di Bawah Panji Dipenogoro
Damar, adalah seorang petani yang terpanggil untuk berjuang bersama mengusir penjajah Bela ...
Adam & Hawa
Adam mencintai Hawa yang cantik, cerdas, dan sederhana, namun hubungan mereka terhalang ad ...
Nyanyian Hati Seruni
Awalnya ragu dan kesal dengan aturan ketat sebagai istri prajurit TNI AD, ia justru belaja ...
Buku Mewarnai
ini adalah buku mewarnai srbagai contoh upload buku ...
Puzzle
Karina menyeret kopernya melewati orang-orang yang mengelilingi convayer belt. Koper ber ...