Harus Berakhir
Pagi hari, mama ditemukan tergeletak di depan dapur. Papa langsung panik dan membawanya ke kamar. Setelah itu datang seorang dokter untuk memeriksa mama. Papa memutuskan untuk mengambil cuti. Entah kenapa harus berlebihan seperti itu, sementara saat Ragam sakit tidak diperhatikan sedikit pun.
Papa menyuruh untuk membuat sarapan, katanya makan roti saja. Aku menyiapkan roti yang papa pinta, lantas mengantarnya ke kamar. Sementara, Ragam masih belum kelihatan. Beberapa kali diketuk, tak ada jawaban dari kamarnya. Aku kembali ke dapur dan mulai makan roti seadanya.
Sekitar pukul 8, terdengar suara pintu diketuk. Aku pun segera membukannya dan ternyata itu Xeon.
“Kenapa pesanku tidak dibaca? Padahal ada hal penting yang ingin dibicarakan. Tapi sudalah hari ini aku sudah di rumahmu. Ngomong-ngomong Om dan Tante di mana?”
“Kamu kirim aku pesan? Maaf ya gak sempet ke bales, pagi ini cukup membuat merinding. Mama tergeletak di depan dapur dan ada beberapa sayatan pisau di wajahnya. Papa memilih untuk mengambil cuti demi menjaga Mama. Sementara Ragam masih belum keluar dari kamar,” jelasku.
Sebelum menjelaskan panjang lebar lagi, aku mempersilahkan Xeon untuk masuk. Menyediakan minum dan cemilan. Setelah itu, Xeon mulai menjelaskan apa yang terjadi padanya tadi malam. Semuanya ada kaitan, terutama antara pemuda yang ditemukan meninggal dengan mitos yang beredar di masyarakat.
Aku duduk takzim, mendengar semua kejadian yang menimpa Xeon tadi malam. Kukira sosok itu hanya akan mengganggu bagian dari keluarga saja, ternyata dia juga mengganggu orang yang akan membantu.
“Kamu tahu? Mitos itu hanya dijadikan alat untuk menakut-nakuti para warga. Sebenarnya yang mempunyai nama itu pun tidak keberatan sama sekali, malah antek-anteknya yang tiba-tiba marah dan mendatangi setiap orang yang melanggar mitos itu. Mereka membunuh, sebagai contoh agar tidak ada lagi yang melanggar mitos itu.” Xeon menghela napas.
“Lantas, kenapa mereka membunuh?” tanyaku.
“Dulu, pemilik nama itu merupakan sosok yang terkenal baik dan dermawan, sementara para antek-anteknya terkenal jahat dan biadab. Mereka akan membunuh siapa saja yang berani mendekat pada sosok pemilik nama itu. Bahkan, jika ada warga yang ingin berdiskusi tentang pertanian atau palawija, pasti akan dihadang oleh antek-anteknya. Entahlah, aku tak menemukan alasan kenapa antek-anteknya berbuat seperti itu. Padahal, masyarakat sangat mengenal baik pemilik nama itu. Satu hal yang perlu diketahui, tak ada yang pernah melapor tentang kelakuan antek-anteknya. Para masyarakat takut, jika mereka harus meninggal demi memberitahukan kebiadaban antek-anteknya itu,” jelas Xeon.
“Terus, bagaimana dia mati?”
“Entahlah, aku tak tahu soal itu. Ngomong-ngomong pintu kamar Ragam tuh beneran gak bisa dibuka? Aku butuh Ragam nih.”
“Ada apa emangnya dengan Ragam?”
“Gini, berdasarkan apa yang aku dapat tadi malam. Keluarga yang terkena kesialan dari mitos itu harus bersatu melawan roh jahat yang tiap hari membisikkan sesuatu agar melakukan hal jahat ke sesama anggota keluarganya. Aku juga mikir, jangan-jangan pertengkaran antara Om sama Tante itu sudah dibubuhi oleh bisikan-bisikan yang menyesatkan. Bisa jadi bisikan itu lebih mendominasi Om, sehingga Om sering marah pada hal sepele sekali pun. Nah, sekarang kuncinya ada di Ragam, kamu sama Ragam harus bersatu dan kita harus kembali ke tempat di mana Ragam melanggar mitos. Penjelasannya masih panjang Dya, kita gak punya waktu untuk menyelesaikan penjelasannya. Hari ini semua keanehan yang terjadi di keluarga ini harus lenyap. Jadi, ayo kta ke kamar Ragam,” jelasnya.
Xeon sudah bangkit, dia menarik tanganku dan berjalan setengah lari menuju kamar Ragam. Pintu kamar Ragam dikunci dari dalam. Beberapa kali tidak ada jawaban.
“Boleh aku dobrak saja pintunya?” tanya Xeon.
Aku hanya mengangguk, karena tak tahu apa yang sebenarnya harus dilakukan.
Beberapa kali pintu didobrak, untung saja kamar Ragam berada paling ujung, sehingga suara dobrakan ini mungkin tak akan terdengar ke kamar mama.
Akhirnya pintu terbuka. Ragam masih menutupi tubuh dengan selimut. Dia bahkan tidak mendengar panggilanku. Mungkin saja, dia masih istirahat.
“Gam, ayo bangun dong. Aku mohon sekali ini saja, bantu aku.” Aku duduk di samping Ragam, membuka selimutnya dan menggoyang-goyangkan tubuh Ragam. Sementara Xeon membuka gorden jendela, sehingga cahaya matahari masuk ke kamar.
Ragam mulai menggeliat. Dia beberapa kali mengerjapkan mata.
“Ada apa ini?” Ragam masih menguap.
“Gam, duduk dulu ada yang perlu aku sampein dan ini berhubungan dengan keluarga kita,” desakku.
Ragam bangkit, membenarkan posisinya.
“Ada apa, sih? Kan aku udah bilang jangan masuk kamar ini. Lagi pula seingatku, pintu kamarnya dikunci, kok kalian bisa masuk?” Ragam melihat ke arah pintu dan ternyata pintu itu didobrak. “Itu kenapa pintunya didobrak?” lanjutnya.
“Habisnya diketuk dari tadi, susah banget bangun. Ini ada hal penting dan mendesak Gam. Udah jangan pikirin pintu,” ketusku.
Ragam hanya mendengus kesal. Sementara Xeon sudah siap menjelaskan apa-apa yang sudah menjadi praduganya.
Ragam manggut-manggut saja, entah dia mengerti atau tidak. Kuharap sih dia mengerti, agar Xeon tidak menjelaskan dua kali dan misi ini cepat terlaksana.
“Jadi gimana?” tanya Xeon.
“Oh jadi ini yang kalian bilang hal penting. Gak ada feedback apapun buatku. Biarkan saja jika papa dan mama mati, itu justru menjadi hal yang bagus,” ketusnya.
Mendengar jawaban itu, spontan aku menjitak kepalanya.
“Apa-apaan sih? Katanya mau minta bantuan, tapi malah dijitak kayak gini!” bentak Ragam.
“Udah deh, kalian jangan berantem dulu. Jika kalian terus berantem, bisa jadi nyawa kalian pun terancam.”
Aku dan Ragam saling pandang. Sepertinya kita sibuk dengan pikiran masing-masing. Begitu murahnya harga sebuah nyawa. Hanya karena melanggar mitos, nyawa yang menjadi taruhannya.
Other Stories
Hikayat Cinta
Irna tumbuh dalam keyakinan bahwa cinta adalah sesuatu yang harus ditemukan—pada seseora ...
Dua Bintang
Bintang memang selalu setia. Namun, hujan yang selalu turun membuatku tak menyadari keha ...
Kasih Ibu #1 ( Hhalusinada )
pengorbanan seorang ibu untuk putranya, Angga, yang memiliki penyakit skizofrenia. Ibu rel ...
DARAH NAGA
Handoyo, harus menjaga portal yang terbuka agar mahkluk dunia fantasy tidak masuk ke bumi. ...
Sinopsis
hdhjjfdseetyyygfd ...
Bisikan Lada
Kejadian pagi tadi membuat heboh warga sekitar. Penemuan tiga mayat pemuda yang diketah ...