Pintu Dunia Lain

Reads
4.1K
Votes
0
Parts
25
Vote
Report
Penulis Vita Sari

Kesempurnaan Yang Diinginkan

Yudha menyadari, rasa cintanya kepada Nadiva kian hari kian bertambah. Meski ini di luar kendalinya, dia berpikir untuk melindungi wanita itu dari teror yang ada.
Saat Nadiva begitu pucat dengan peristiwa minggu lalu, hatinya terasa sakit karena hanya menunda yang bisa dilakukan oleh Yudha. Menunda rasa takut dalam diri wanita itu juga menunda datangnya teror-teror yang lain. Yudha merasa sakit memikirkan bahwa tak seharusnya Nadiva orang yang dicintainya menjadi korban dari teror ini.
Tak seharusnya Nadiva menjadi orang yang selalu ikut merasakan ketakutan itu setiap harinya. Meskipun demikian, Yudha yakin, gadisnya itu adalah seorang wanita tangguh. Dia tahu Nadiva tak akan pernah berputus asa dan selalu bisa melindungi dirinya sendiri. Tapi, sampai kapan? Jika saja SCP kelas Euclid dan Keter datang menghampirinya, tak banyak yang bisa dilakukan kecuali pasrah untuk menunggu kematian.
Seharusnya, Yudha menemui gadis itu hari ini, namun dengan sangat terpaksa menundanya. Dia tahu Nadiva akan kecewa karena Yudha juga menyadari, Nadiva tak selalu butuh waktu kencan dan gadis itu sekarang sedang membutuhkannya. Yudha tak bisa berbuat banyak kecuali menunggu waktu yang tepat.
“Hari ini, ada pekerjaan yang sedang menunggu. Kita harus menggunakan waktu seefektif mungkin,” kata itu bergema di telinga Yudha. Dia tahu, semakin cepat waktu berlalu, semakin tipis kesempatannya untuk bertemu dengan Nadiva.
***
Agen Liharson duduk di kursi panjang yang terletak di lantai atas gedung SCP Foundation. Gedung ini tak terlalu besar, tak lebih besar dari gedung perusahaan yang dimiliki oleh Adhar Irfandi, namun cukup untuk menjalankan misi mulia. Membantu mereka yang membutuhkan. Agen Liharson cukup lega ketika sudah selesai menjalankan hal yang menurutnya harus dikerjakan.
“Ini semua bagian dari misi. Semua harus dilakukan dengan sempurna,” katanya mengakhiri pembicaraannya beberapa menit yang lalu. Lawan bicaranya hanya mengangguk perlahan. Mengangguk yang entah suka atau tidak. Namun, itulah SCP, tugas mulia yang tak selalu disukai oleh semua orang.
Agen Liharson cukup percaya diri dengan peribahasa, sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Staf D SCP Foundation itu telah berpengalaman dan bekerja lama di perusahaan, jadi dia cukup yakin bahwa banyak hal dapat dikerjakan secara bersamaan. Itu alasan dia dengan kelihaiannya bekerja, dengan kemampuan yang dimilikinya bisa meng-handle beberapa SCP sekaligus. Memang benar. Sejauh ini, segala teror di Adhar Inc. bisa ditanggulangi dengan aman atas ide briliannya, meski tak dapat dipungkiri itu semua juga adalah hasil kerja sama dari rekan lainnya.
Agen Liharson menikmati angin segar di atas gedung itu. Menunggu matahari tenggelam dari atas gedung adalah ketenangan tersendiri walaupun Agen Liharson merasa dia tak semelankolis itu. Agen Liharson tahu dirinya tak cukup waktu buat menikmati banyak hal di dalam hidupnya, namun kali ini, dia berhasil menepis segala keragu-raguannya. Dia memberi jawaban untuk dirinya sendiri, bahwa kali ini, dia dan teman-temannya akan berhasil memberhentikan teror itu dengan sempurna dan dia akan mendapatkan apa yang dia inginkan.

Other Stories
Testing

testing ...

Bisikan Lada

Tiga pemuda nekat melanggar larangan sesepuh demi membuktikan mitos, namun justru mengalam ...

Cinta Dua Rasa

Aruna merasa memiliki kehidupan yang sempurna setelah dinikahi oleh Saka, seorang arsitek ...

7 Misteri Korea

Saat liputan di Korea, pemandu Dimas dan Devi terbunuh, dan mereka jadi tertuduh. Bisakah ...

Nyanyian Hati Seruni

Begitu banyak peristiwa telah ia lalui dalam mendampingi suaminya yang seorang prajurit, p ...

Test

Test ...

Download Titik & Koma