Potongan Masa Lalu
Nadiva sangat terpukul. Dia merasa, kedatangannya hanya untuk menjadi penonton adegan pembunuhan itu. Maka, saat agen Wira mencoba mendekat, Nadiva mengelak karena dia ingin menenangkan diri. Selama ini dia berpikir semua yang terjadi adalah di luar kendalinya, semua yang terjadi tak ada kaitan dengan dirinya dan tak seharusnya teror itu datang padanya apa pun dosa yang telah dilakukan perusahaan itu.
“Karena selama kita ada di lingkungan yang sama, kita akan menjadi bagian dari lingkungan itu.”
Agen Wira. Semenakutkan apapun pria itu saat menumpas tim keamanan Adhar Inc. di kamar hotel, kini tak ada fakta yang memberi bukti bahwa dia seorang pembunuh. Garis tegas dari pancaran wajahnya tak mencerminkan sebuah tindakan besar baru saja dilaksanakan.
“Apakah kalian akan menyerahkan diri kepada polisi?”
“Tak akan.”
Nadiva berusaha tenang. Dia sudah belajar beberapa hal untuk ini.
“Perusahaan Adhar Inc. tidak akan mati karena kehilangan pemimpin, agen Wira.” Dari wajah Nadiva terlihat aura kegelisahan yang tersirat. “SCP Foundation, perusahaan yang tak sekecil yang kupikirkan, akan cepat tercium oleh kepolisian.
“Tak ada yang pernah melihat perusahaan kami kecuali orang yang sengaja kami suntikkan alat penyadap. Maka, jangan bangga ketika kamu berhasil melewati penjaga pintu yang sangat banyak untuk sampai ke lantai 33. Itu karena mereka sudah tahu, kami sudah sepakat memasukkanmu ke kantor itu.”
“Apa kemauan kalian?”
“Sudah sangat jelas. Kami menumpas kejahatan.”
“Lalu Adhar Inc., apakah kalian akan ...”
“Kami akan menghancurkannya dan kamu boleh menjadi pewaris untuk tuan terhormat,Adhar Irfandi, setelah perusahaan baru terbentuk.”
“Lalu, Gihon...”
“Dia adalah kecelakaan, sama seperti Liharson.”
“Yudha? Bagaimana keadaannya. Saya datang karena saya tahu kalian menahan Yudha bersama dengan direktur.”
“Dia bagian dari kami.”
“Apa maksudmu?”
“Dan dia tak boleh selamanya tinggal di Bumi.”
“Apa maksudmu?”
“Yudha...”
“Yudha makhluk SCP yang dikirim Liharson?” Nadiva memotong ucapan agen Wira.
“Ya.”
Beberapa hari yang lalu dia mulai bermain tebak-tebakan tentang ini.
“Kami hanya butuh Adhar Irfandi. Lainnya adalah kecelakaan. Maaf.”
Nadiva tersungkur. Teror ini menghilangkan beberapa hal yang amat berharga. Gihon, dia adalah teman yang dianggap suka ngeyel sepanjang hidupnya.
Kehidupan lain selain kehidupan yang ada di depan matamu, Div, itu benar-benar ada.Ucapan ini yang dulu membuat Nadiva berhasil kesal dan semakin meyakini Gihon adalah seorang pembohong.
“Bagaimana dengan teror selanjutnya?” Nadiva bertanya dengan pandangan yang tertuju ke depan.
Melihat kota yang berdiri sendirian. Beberapa gedung roboh dan hancur tak berdaya. Nadiva meyakinkan pada dirinya, bahwa Yudha adalah potongan masa lalu yang tak ingin dikisahkan pada siapapun. Dan Gihon adalah bagian masa lalu yang ingin dia simpan rapi di dalam hatinya.
*SELESAI*
Other Stories
Tersesat
Tak dipungkiri, Qiran memang suka hal-hal baru. Dia suka mencari apa pun yang sekiranya bi ...
Mendua
Dita berlari menjauh, berharap semua hanya mimpi. Nyatanya, Gama yang ia cintai telah mend ...
Kacamata Kematian
Arsyil Langit Ramadhan lagi naksir berat sama cewek bernama Arshita Bintang Oktarina. Ia b ...
Melupakan
Agatha Zahra gadis jangkung berwajah manis tengah memandang hujan dari balik kaca kamarn ...
Arungi Waktu; Ombak Bergulung, Waktu Berderai—namun Jangkar Tak Pernah Ia Turunkan
Arunika pernah percaya bahwa hidup berjalan lurus, sepanjang rencana yang ia susun dengan ...
Aruna Yang Terus Bertanya
Cuplikan perjalanan waktu hidup Aruna yang selalu mempertanyakan semua hal dalam hidupnya, ...