Prolog
Karina menyeret kopernya melewati orang-orang yang mengelilingi convayer belt. Koper berwarna coklat itu tampak sesak karena diisi oleh perlengkapan pribadi cewek berambut merah itu. Sepatu boots dengan hak lancipnya melangkah keluar menuju sisi pinggir jalan terminal 3 Soekarno – Hatta. Matanya mengedar ke sekeliling mencari seseorang.
Senyumnya merekah, ia melambaikan tangannya sambil memanggil nama sahabatnya yang baru keluar dari mobil.
“Ros!”
Perempuan yang tengah hamil tua itu menoleh, matanya menyipit berusaha memastikan sosok yang melambai ke arahnya adalah sahabat semasa kuliahnya dulu. Karina tak dapat menahan diri, ia belari sambil menarik kopernya. Tangannya terbuka lebar seraya menubrukkan tubuhnya ke Ros.
“Aku kangen!” Pekiknya bahagia.
“Karina, perutku..,” Ros menepuk punggung cewek dengan jaket jeans biru itu. Ia bernapas lega saat Karina melonggarkan pelukannya.
“I miss you, too,” balasnya lembut.
Karina melepaskan pelukannya, mata hitamnya tertuju para kandungan yang sudah memasuki bulan kedelapan itu.
“Wah selamat ya,” ucapnya sambil mengusap pelan perut Ros. “Dia pasti cantik seperti ibunya, hehe.”
Ros meringis, “Dia laki-laki.”
Karina memutar bola matanya, “Well, semoga dia gak brengsek kayak bapaknya.”
Tawa Ros membahana seketika, “Ya ampun Karin, ini yang aku kangenin dari kamu.”
“Apa? Cara aku nyinyirin orang?” Karina menarik sebelah alis matanya.
Ros mengangguk cepat.
“Aku udah tobat Ros, nyinyir bukan gaya hidupku lagi,” balas Karin sambil mengedikkan bahu.
“Ya, aku juga gak pengen kamu nularin kebiasaan nyinyir ke murid-muridku,” kata Ros.
“Apakah mereka anak-anak polos yang baik?”
“Aku jamin itu.”
“Itu sedikit membuatku lega.” Karina menghela napas.
“Kamu akan segera menyukai tempat itu.” Ros membuka pintu mobil. “Yuk, berangkat.”
Other Stories
Katamu Aku Cantik
Ratna adalah korban pelecehan seksual di masa kecil dan memilih untuk merahasiakannya samb ...
Death Cafe
Sakti tidak dapat menahan diri lagi, ia penasaran dengan death cafe yang selama ini orang- ...
Perpustakaan Berdarah
Sita terbayang ketika Papa marah padanya karena memutuskan masuk Fakultas Desain Komunikas ...
Absolute Point
Sebuah sudut pandang mahasiswa semester 13 diambang Drop Out yang terlalu malu menceritaka ...
Cahaya Menembus Senesta
Manusia tidak akan mampu hidup sendiri, mereka membutuhkan teman. Sebab dengan pertemanan, ...
Sebelum Ya
Hidup adalah proses menuju pencapaian, seperti alif menuju ya. Kesalahan wajar terjadi, na ...