Cinta Bukan Ramalan Bintang

Reads
956
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
cinta bukan ramalan bintang
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Penulis Nenny Makmun

The Horoscope Girl

Sepulang sekolah selesai upacara penutupan MOS hari pertama, Narian memilih untuk mendekati Valen. Bagaimanapun kesalahan gara-gara terlambat sekolah bukan sepenuhnya kesalahan Valen, Narian sadar dia pagi tadi terlalu asyik membaca ramalan bintang di majalah kesayangannya.
“Val maafin gue ya, tadi sebenarnya bukan kesalahan kamu sepenuhnya sih, tapi gue juga terlalu asyik membaca ramalan bintang jadi memang nggak liat-liat jalan,” Narian mencoba mengakui kesalahannya.
“Iya sudah gak apa-apa kok, yaaah anggap saja aku olahraga pagi Nari... eh lutut kamu gak apa- apa kan?” tanya Valen santai.
“Sedikit nyeri saja kok…”
Dan Valen sadar ternyata Narian tidak selalu egois, buktinya dia mau meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
***
Bila ingat awal perkenalan Valen dengan Narian setahun yang lalu kerap membuat Valen tersenyum sendiri. Tapi yang lebih membuat diri Valen bahagia karena sekarang sudah setahun dirinya dan Narian jadi bersahabat.
Narian, Si The Horoscope Girl ternyata bisa menjadi sahabat yang mengubah hidupnya menjadi berwarna, selama ini Valen tidak pernah punya sahabat dekat.
Semenjak accident itu, Narian malah menjadi satu-satunya teman cewek yang membuat Valen paham sifat-sifat unik Narian. Semua kedekatan sebagai sahabat terjadi begitu saja karena setelah MOS selesai mereka satu kelas dan kerap terlibat bersama berangkat dan pulang sekolah, mengerjakan tugas-tugas dan berbagi cerita sehari-hari tanpa beban apapun.
Narian menurut pandangan Valen ternyata tidak sejutek pertemuan di awal, malah sebaliknya dia itu gadis yang lucu, antik dan unik. Hanya saja dari sekian kelakuan Narian yang terkadang membuat Valen ill feel kalau sudah mulai memercayai ramalan-ramalan bintang yang dibacanya dari majalah Felia kesukaannya. Menurut Narian, ramalan bintang di majalah Felia sering sekali benar dan akurat.
Narian membaca ramalan bintang di majalah Felia dua minggu sekali. Membaca ramalan bintang yang seakan menentukan bakalan membuat hidupnya bahagia atau tidak dua minggu ke depan.
Valen jadi terbiasa dengan tingkah laku Narian yang kadang menurut Valen aneh dengan terlalu memercayai ramalan bintang. Dasar Narian sudah terbiasa bertahun-tahun percaya ramalan zodiak, sudah dinasihati oleh Valen untuk tidak percaya seratus persen pun sepertinya tidak mempan.
Tapi secara keseluruhan Narian enak dijadikan sahabat, apalagi dia adalah sahabat cewek satusatunya yang Valen miliki. Bisa bersahabat dengan Narian sekaligus membunuh teori Valen dari SD sampai SMP kalau makhluk yang berjenis cewek itu makhluk yang menyebalkan, cengeng dan bawel.
Ternyata Narian tidak menyebalkan sama sekali, tidak juga cengeng dan bawel, tapi ya itu! Hanya saja dia sangat memercayai ramalan bintang yang ada di majalah Felia, sebuah majalah teenlit kesayangannya yang membuat Narian bersikap berlebihan, waspada apabila ramalan bintang mengatakan akan ada kesialan.
Bila ramalan bintangnya mengatakan akan ada kesialan, bisa jadi setiap aktivitas membuat Narian berhati-hati sekali. Yang ada jadi serba lambat dan penuh ragu-ragu karena Narian selalu berpikir kalau begini begitu nanti malah sial.
Narian sekarang berlangganan majalah Felia karena majalah teenlit ini disukainya bukan karena isinya yang menarik, tetapi karena di dalamanya ada kolom ramalan bintang yang menurut dia paling sering cocok.
Sampai-sampai dia sempat survei dengan membeli majalah lain dengan waktu penerbitan sama, ternyata yang cocok untuk kolom ramalan bintangnya adalah majalah ber-brand name ‘Felia’ yang terbit dua mingguan. Jadilah sampai sekarang Narian berlangganan majalah tersebut.
Kadang Valen dibuat geleng-geleng kepala setiap Narian membaca ramalan zodiaknya, tentu saja Valen tidak bosan menasihati bahkan menyemangati Narian bila ramalan bintangnya jelek dan sebaliknya membuat Narian down.
Hanya gara-gara diramalkan tentang prestasi minggu ini kalau bintang Gemini yang merupakan bintang kelahirannya Narian akan banyak mengalamai kemerosotan nilai! Dan celakanya Narian percaya jadinya, “Wah ngapain gue belajar kalau nilainya tetap jelek, aduuuh gue memang nggak bisa kimia nih. Mau gimana pun gue tetap nggak bisa pelajaran kimia, udah les tetap nggak ngerti dengan pelajaran ini! Padahal gue ingin sekali masuk kedokteran.”
Kalau sudah seperti itu, Valen jadi ikutan kesal dengan ramalan bintang yang membuat Narian jadi down, “Eh siapa bilang! Kalau kamu belajar serius pasti bisa kok… nggak ada yang nggak bisa dipelajari! Kok jadi lebih percaya ramalan zodiak sih? Percaya itu pada Tuhan, selama kamu berusaha dan berdoa, Tuhan akan membantu kita. Bukan ramalan bintang yang menentukan hidup kita Nariiiiiii!”
Sementara Valen selalu menentang bila ramalan bintang Gemini-nya menyebutkan bakal ada kesialan membuat sahabatnya jadi uring-uringan. Akibatnya Valen juga yang kena akibatnya dengan bad mood Narian yang tidak berkesudahan. Juga rasa was-was Narian yang berlebihan.
Sebaliknya kalau ramalan bintangnya bagus, selama dua minggu Narian akan selalu ceria. Hatinya berbunga-bunga dan Valen juga merasa lebih tenang karena Narian tidak menunjukkan sikap uring-uringan. “Dasar The Horoscope Girl!” itulah julukan yang Valen berikan padanya.
Kalau menurut Valen pribadi mengenai ramalan bintang, boleh-boleh saja percaya tapi jangan sampai memengaruhi ke hal-hal yang negatif. Sesekali Valen menuruti permintaan Narian ikut baca-baca ramalan bintang demi menyenangkan sahabatnya.
Valen berharap Narian tidak terlalu memercayai ramalan bintang, sayangnya harapan Valen hanya harapan karena kepribadian Narian sangat terpengaruh ramalan zodiak majalah Felia.
Valen hanya bisa berdoa supaya ramalan zodiak Narian baik-baik saja sehingga dirinya tidak kena dampak bete-nya bila ramalan zodiak menginformasikan kalau hari-harinya bakalan banyak masalah dan membuat hatinya mendung.
***
“Wah Gemini minggu ini ramalan bintangnya bagus sih, tapi hmmm… kok rasanya gak seperti yang gue alami,\" suara renyah Narian terdengar nyaring di kuping Valen.
Belum lagi berkomentar, tiba-tiba “Pruk!!” Narian memukul bahu kiri Valen dan berkomentar lanjut, “Cie cie ramalan bintang lo juga asyik nih Val!\" Narian senyum-senyum meledek Valen yang mulai memasang wajah bete kalau sudah mulai percaya ramalan-ramalan bintang di majalah yang selalu dibawa kesana kemari bila baru terbit itu.
\"Ah kamu nih selalu percaya ramalan! Emang apa kata bintangku?” tanya Valen penasaran juga, walau sebenarnya Valen bertanya sekedar menetralkan dirinya sendiri yang baru saja melamunkan hubungan antara dirinya dan Narian.
“Kalau menurut ramalan zodiak dua minggu ini sih bintang kamu Sagitarius mengatakan kalau untuk masalah sekolah… hmmm bagus, walau ada sedikit beberapa nilai-nilai menurun! Saran tetap antusias belajar agar nilai tetap terjaga oke!” Narian menatap tajam Valen yang ditanggapi dengan mengangguk- anggukan kepala.
“Dan Val untuk soal asmara, wah seru nih ada yang suka kamu diam-diam lho! Waaaah Val, siapa ya kira-kira cewek yang suka kamu diam-diam? Emang ada ya cewek yang suka dengan cowok berkacamata tebal seperti lup, kulit pucat dan rambut ikal?” mulai deh Narian meledek fisik Valen. Narian kerap mengejek fisiknya tapi lagi-lagi Valen tidak bisa membantahnya. Sebenarnya bisa saja sih marah karena ini sama aja kasus pem-bully-an, tapi marah dengan Narian, Valen mana bisa?
Apa yang disebut Narian barusan memang benar adanya, fisik dirinya sepertinya cocok jika teman-teman memberi julukan cowok cupu.
Tapi meskipun cupu, Valen tetap punya perasaan seperti cowok-cowok lainnya. Perasaan yang sama! Perasaan menyukai cewek, perasaan ingin dihargai dan perasaan tidak suka di-bully! Apalagi yang mem-bully adalah sahabatnya.
Tebal kacamatanya karena dirinya yang suka membaca, sehingga nggak bisa diragukan selalu ranking tiga besar dari Sekolah Dasar sampai sekarang.
Mengenai kulitnya yang pucat dan rambutnya yang ikal memerah memang sebenarnya dalam darahnya ada keturunan Belanda dari kakeknya.
Maminya bilang sih kalau dirinya bukan cupu tapi tampan bak bule, makanya aneh saja kalau Narian dan beberapa teman menjulukinya Si Cupu. “Hmmm… jelaslah Mami bilang aku ganteng, wong anaknya! Tapi kalau Narian yang bilang aku cupu sepertinya itu yang nyata.”
Valen nelangsa sendiri akan kondisi fisiknya. Kondisi fisik yang kerap jadi bahan godaan Narian dan mungkin teman-teman lain yang juga sesekali menganggap dirinya cupu. Tapi untuk marah terhadap Narian, jujur Valen tidak bisa marah dengan cewek yang diam-diam Valen sayangi.
Biarkan saja waktu yang berbicara kalau Valen sebenarnya sayang terhadap Narian dan memilih untuk menyimpan dalam hatinya. Karena takut bila dirinya melakukan pengakuan, yang ada akan kehilangan The Horoscope Girl dan ini pasti akan lebih menyakitkan, karena Valen sadar kehadiaran Narian membuat hidupnya ceria dan semangat.
Selama ini kehidupan Valen rasanya hampa dan statis, sejak bertubrukan dengan Narian dan menjadi sahabatnya, banyak yang membuat merasa lebih hidup. Papa dan mama sangat sibuk dengan pekerjaan kantor, sementara dirinya yang merupakan anak tunggal walau apapun yang diinginkan bisa terbeli ternyata itu tidak membuat dirinya merasa bahagia.
Mencoba untuk berteman, ternyata susah juga! Dirinya yang cenderung pendiam mungkin membuat malas orang dekat dengannya, tapi Narian selalu berisik di dekatnya, mau tidak mau dia harus menanggapi keceriwisan The Horoscope Girl.
Awalnya Valen kaget ada makhluk yang ceriwis dan super cuek walau dirinya mendiamkan dan harus ngomong apa lagi. Ada saja yang diributkan, belum lagi selalu bertanya, minta pertimbangan dan harus dijawab!
Mau tidak mau Valen jadi terlibat dalam perbincangan dengan Narian, tidak satu dua pertanyaan yang setiap hari Narian ajukan atau minta pertimbangan dirinya, tapi berkali-kali. Jika dirinya tengah malas menjawab, Narian akan terus merengek dan terus bertanya meminta Valen memberikan waktunya sejenak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaannya.
Valen mulai merasa sepi bila sehari saja tak bertemu Narian, dan sepertinya Valen mulai membenci hari Jumat yang menjadikan hari pembuka week end karena Sabtu Minggu dia tidak bertemu si cerewet Horoscope Girl...

Other Stories
Mauren Lupakan Masa Lalu

Mauren menolak urusan cinta karena trauma keluarga dan nyaman dengan tampilannya yang mask ...

Cinta Dibalik Rasa

Cukup lama menunggu, akhirnya pramusaji kekar itu datang mengantar kopi pesananku tadi. ...

Always In My Mind

Sempat kepikiran saya ingin rehat setelah setahun berpengalaman menjadi guru pendamping, t ...

The Labsky

Keyra Shifa, penggemar berat kisah detektif, membentuk tim bernama *The Labsky* bersama An ...

Mak Comblang Jatuh Cinta

“Miko!!” satu gumpalan kertas mendarat tepat di wajah Miko seiring teriakan nyaring ...

Ruf Mainen Namen

Lieben .... Hoffe .... Auge .... Traurig .... ...

Download Titik & Koma