Cinta Bukan Ramalan Bintang

Reads
961
Votes
0
Parts
8
Vote
Report
cinta bukan ramalan bintang
Cinta Bukan Ramalan Bintang
Penulis Nenny Makmun

Jodoh Gemini

Valen belum bisa memejamkan matanya padahal jam sudah menunjukkan hampir pukul 24.00. hatinya masih merasa tidak terima dengan cinta yang setahun dipendam.
“Narian, kamu dekat tapi aku tak mungkin meraihnya, kamu tidak tahu betapa kamu sudah menyentuh hatiku,” Valen mengelus foto wajah Narian yang diambil diam-diam saat bersama-sama belajar fotografi otodidak.
Valen membuka sebuah kotak yang berisi berbagai pernak-pernik yang pernah diberi Narian buatnya.
Ada gantungan kunci saat Narian pulang dari Singapura, pembatas buku, novel, CD, sapu tangan bahkan kertas tulisan Narian yang berisi lagunya One Direction tersimpan rapi. Segala hal yang berasal Narian selalu disimpan rapi oleh Valen.
Valen memungut secarik kertas dan membuat Valen lebih sedih di situ Narian menuliskan, “Menurut ramalan asmara perbintangan kalau Gemini dan Sagitarius nggak cocok! Tidak dengan persahabatan.”
Awalnya memang nyaman bersahabat saja, tapi sekarang buat Valen dalam hatinya tidak menginginkan hanya sekedar sahabat.
Tapi apa daya dirinya tidak bisa mengubah keadaan karena Narian memang Horoscope Girl yang akan memercayai isi ramalan bintang selamanya, sepertinya tidak ada kesempatan Narian untuk bicara dan jujur dengan hati.
Otomatis tidak ada kesempatan Valen untuk menjadi pacar Narian.
Andai mau jujur sedikit dan belajar dari pengalaman sebelumnya, mungkinkah Narian akan berubah untuk tidak menggantungkan nasibnya pada ramalan-ramalan bintang.
Valen kembali teringat setelah selesai MOS ternyata Kak Dito memang menaksir Narian, pantesan Narian tidak diberi hukuman lari keliling seperti dirinya dengan alasan kakinya lecet.
Valen bisa terima kalau alasan lecet kakinya akibat kena ban sepeda balap Genionya, tapi hukuman Narian dilimpahkan pada dirinya sebenarnya Valen ingin komplain. Tapi sudahlah waktu itu dia tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya seperti dihipnotis saja. Kini Valen sadar kalau Narian memang telah membuat hatinya tak karuan dari awal pertemuan.
Bersamaan dengan itu, Narian yang gampang bergaul langsung lengket dengan Valen. Bahkan tanpa sungkan Narian nebeng sepedanya walau duduk di boncengan depan sementara Valen seakan harus menjaga Narian dengan dua tangannya yang memegangi stang sepeda agar Narian aman.
Sakit hati juga karena usut punya usut Narian sudah mengecek dari awal bintang dia apa dan merasa aman kalau dirinya tak mungkin jadi pacar, maka Narian semakin nyaman dengan Valen.
Tapi tidak dengan Valen, lama-kelamaan sepertinya cinta hadir karena terbiasa, itu yang Valen rasakan.
***
“Narian, sampai kapan sih kamu belajar cinta dengan hati bukan dengan ramalan bintang semata? Kamu seharusnya belajar dari pengalaman dengan Kak Dito dua semester berlalu. Ah Narian...” Valen seakan membuka sebuah luka yang menimpa hatinya saat Narian di kelas X memutuskan akan jadian dengan Kak Dito.
Ya, awal masuk SMU, Narian seakan menjadi pemenang yang mengalahkan banyak cewek yang menyukai Kak Dito. Cewek-cewek yang sudah mengenal lebih lama sekalipun tak bisa merebut hati Kak Dito, sementara Narian dengan mudahnya jadian dengan Kak Dito.
Yang Valen tahu keputusan jadian Narian dengan Kak Dito tak lepas dari ramalan bintang.
Kak Dito ternyata berbintang Aquarius, saat Narian bercerita tentang Kak Dito yang berbintang Aquarius yang dianggap bintang paling berjodoh dengan Gemini, Valen ngerasa pasti akan ada apa-apa antara Kak Dito dan Narian.
Ternyata benar! Dua minggu dari MOS, pendekatan-pendekatan Kak Dito, kakak kelas satu tahun di atas berakhir dengan jadian.
Sebelumnya Narian sudah berkata pada Valen yang baru mulai dekat jadi teman,”Val, kalau gue jadian dengan Kak Dito pasti akan jadi pasangan yang bahagia.”
Narian bercerita saat pulang sekolah tanpa peduli napas Valen yang tersengal-sengal mengayuh sepeda balapnya yang berat dan menjaga keseimbangan agar Narian yang tengah dibonceng tetap terjaga.
“Nari kenapa kamu yakin kalo Kak Dito itu pacar yang tepat?” Valen bertanya hati-hati, jujur waktu itu perasaan hatinya pada Narian masih biasa saja. Yah walau ada tanda-tanda hatinya merasa was-was juga dengan keputusan yang akan Narian ambil.
Saat itu baru tiga minggu mengenal Si Horoscope Girl, walau antara mereka terasa akrab karena sejak kejadian hukuman MOS dirinya jadi dekat, bahkan rumah mereka searah dan Narian tanpa malu terang-terangan ingin berangkat dan pulang bareng walau hanya dibonceng di depan dengan sepeda balap Genionya.
“Gue memutuskan menerima Kak Dito karena menurut ramalan kalau bintang Aquarius dan bintang Gemini adalah pasangan bintang yang paling pas dalam perjodohan dan asmara,” jelas Narian riang sepanjang perjalanan pulang menuju rumahnya.
“Ah jangan percaya ramalan bintang gitu, itu sama saja mendahului takdir Tuhan! Dan hukumnya dosa lho!” Valen ingin berusaha mencegah agar Narian tidak jadian dengan Kak Dito, apalagi alasannya sepele gara-gara ramalan bintang bicara mereka cocok kalau jadian.
Tapi apa alasannya untuk tidak setuju kalau Narian jadian dengan Kak Dito, apalagi menghalanginya? Dirinya dan Narian juga hanya baru temanan dan tidak ada alasan untuk mewujudkan kebahagiaan Narian yang tengah jatuh cinta. Jatuh cinta yang belum pernah menghampiri dalam diri Valen. Dan akhirnya Valen hanya mengiyakan Narian yang memutuskan jadian dengan Kak Dito lebih dengan alasan zodiak Narian yang paling cocok dengan zodiak Kak Dito dalam ramalan asmara. Oh My God!
Tapi nampaknya memang benar juga alasan Narian menerima tembakan Kak Dito sebagai pacar.
Mereka berdua tampak serasi, buktinya banyak yang iri dengan jadian Narian dan Kak Dito. Apalagi kalau rasa iri para cewek-cewek karena penggemar Kak Dito yang banyak.
Awal-awal jadian Narian banyak mendapat teror, dari surat kaleng bahkan sampai jebakan ular di laci mejanya.
Sempat membuat Narian ketakutan dan bukannya pada Kak Dito berlindung tapi tetap saja minta tolong pada Valen yang selalu diomel-omel cupu, lambat dan tidak percayaan akan ramalan bintang.
Bahkan pulang pergi tetap saja dengan Valen, padahal kalau di sekolah terkadang Valen dilupakan dan milih berduaan bersama Kak Dito.
Itu juga yang buat para cewek-cewek penggemar Kak Dito kesal dengan Narian yang dianggap seenaknya.
Sudah jelas jadian dengan Kak Dito tapi masih saja lengket dengan Valen, dan anehnya Kak Dito nggak marah kalau Narian yang sudah jadi pacarnya tetap saja berangkat dan pulang sekolah dengan Valen.
Ternyata Kak Dito sudah termakan dengan doktrin Si Horoscope Girl akan kondisi bintang Valen dan Narian, posisinya jelas menunjukkan hanya baik sebagai sahabat. Berbeda dengan Narian dan Kak Dito adalah jodoh terbaik untuk urusan asmara.
Bahkan Narian sampai menge-print artikel dari sebuah blog yang diyakini sebagai pegangan untuk menjalani kehidupan sehari-harinya, termasuk masalah jodoh tentu saja.
“Gue dan Valen nggak ada apa-apa Kak Dito, bahkan nggak terpikirkan sama sekali gue akan jadian dengan Valen, mana mungkin gue jadian dengan Valen, jelas-jelas bintang dia bukan jodohku,” Narian meyakinkan Kak Dito yang sempat cemburu karena Narian pacarnya tetap saja lengket dengan Valen yang cupu.
Sungguh bila teringat kalau dirinya hanya untuk kepentingan Narian semata, Valen berhak sakit hati, nyatanya hati Valen memilih diam dan tetap saja menerima Narian sebagai teman baik. Bahkan rela hati menerima keluh kesah Narian bila tengah ribut dengan Kak Dito. Pernah setelah membaca ramalan bintang tentang asmara yang berisi, “Hati-hati dengan pasangan kamu yang sepertinya tengah galau karena ada penggoda.”
Membaca ramalan bintang asmara yang menggalaukan hatinya, Narian seharian jadi nggak tenang. Dan sasarannya Valen yang disuruh-suruh menyelidiki Kak Dito yang kelasnya agak jauh dari kelas X.
Valen demi Narian mengendap-endap bak detektif mengawasi aktivitas Kak Dito yang tampaknya tidak ada yang perlu dicurigai.
“Nggak ada yang aneh-aneh kok Nari. Kak Dito biasa aja tuh di kelasnya,” Valen melaporkan hasil pengamatannya di jam istirahat pertama.
“Ah tapi di ramalan bintang hari ini perasaan kekasihku itu lagi kacau karena ada kemungkinan dia tengah menyukai cewek lain,” Narian merasa tidak puas dengan hasil laporan Valen.
Jawaban Narian yang berkiblat pada ramalan bintang terus membuat Valen merasa kesal juga, ”Ya udah kalau gitu kamu tahu cari saja lewat ramalan bintang, siapa cewek yang dianggap membuat galau Kak Dito!”
“Ihhh mana bisa!” Narian menjewer telinga kiri Valen.
“Aduuuh! Sakit Nariiiiiii!” Valen mengaduh kesakitan. Tapi tidak bisa juga membalas apapun karena Narian adalah cewek yang disayangi saat itu masih dalam porsi sahabat. Belum terlalu melibatkan perasaan hatinya.
Waktu itu Valen gak terlalu peduli saat Narian jalan dengan Kak Dito. Dan demi Narian, Valen rela-rela saja mendengarkan setiap saat ramalan zodiak yang dibaca dari sumber mana saja, kalau dianggap isi ramalan zodiak majalah Felia yang diawal dianggap paling sering pas maka dia akan cari majalah lain.
Ingin rasanya Valen ngebego-begoin cewek manis yang tengah galau melow di depannya saat ini, tapi gak tega juga soalnya Kak Dito sepertinya sudah membuat hatinya diselimuti bunga-bunga cinta.
Tentu saja semua cewek di sekolahan SMU Seroja mengharap jadi pacar Kak Dito, yang merupakan simbol cowok yang sempurna.
Wajah ganteng, tinggi dan tajir sudah pasti membuat para cewek termehek-mehek.
Valen juga heran kenapa juga harus Narian yang beruntung mendapatkan cintanya dengan mudah, ditambah soal zodiak mereka yang menurut Si Horoscope Girl adalah zodiak yang paling cocok dipasangkan sebagai pacar alias jodoh untuk jangka panjangnya.
Tapi sih memang cocok ganteng dan manis, tapi sebenarnya yang lebih cantik dari Narian juga ada beberapa sih... tapi sosok Narian memang unik dan lucu, mungkin ini juga yang membuat Kak Dito suka dan tertarik untuk jadian.
Dan Valen merasa tetap saja hanya sebagai kacung kampret Narian yang selalu mendengarkan celoteh ramalan zodiak setiap saat, selain curhatan dia bila sedang ribut-ribut dengan Kak Dito, pacarnya.
Sepertinya Valen yang bodoh membiarkan semuanya tentang Narian memasuki hatinya. Dari segala kelakuannya yang terkadang lebay bak cenayang saat membaca horoskop di majalah kesayangannya.
Bahkan Narian juga selalu membacakan ramalan bintang Valen dengan serius, seakan Valen memercayai segala apa yang ditulis di majalah tersebut.
Dan sepertinya Valen tetap asyik-asyik saja menanggapinya, walau akhirnya Valen memilih diam jika sudah berdebat karena Valen kadang tidak percaya dengan ramalan bintang yang dibacakan Narian.
Hingga setahun ini aku sudah lewati bersama Narian…
Setahun yang terlewati saat Narian sempat menjadi pacar Kak Dito selama sembilan bulan, lalu putus dan sekarang Narian tengah menjomblo.
Kenyataan ramalan bintang yang menyatakan seharusnya Gemini dan Aquarius pasangan yang berjodoh nyatanya tak berjodoh juga akhirnya.
Kisah ribut Narian dan Kak Dito pun Valen harus ikutan melewatinya, karena Narian selalu lari pada Valen saat bermasalah dengan Kak Dito waktu lalu.
“Eh kok ramalan asmara aku jelek lagi sih, coba deh dibilang begini ‘hati-hati masih ada kelanjutan dengan dua minggu ini kalau pasangan kamu semakin yakin untuk lebih memilih cewek yang membuat dirinya tengah galau,” wajah Narian sudah berubah galau melow.
“Aduuuh Val, berarti Kak Dito sekarang lagi resah karena ada cewek lain yang tengah mengganggu pikirannya. Gimana dong Val? Gaswat! Gaswat! Nih!” Narian seperti biasa menanggapi ramalan bintangnya dengan lebay.
Valen mulai memilih tutup mulut rapat-rapat karena Narian tampak sewot dengan ramalan yang selalu dipercayainya.
“Val! Kok kamu diam saja sih! Kasih saran atau pendapat kek!” Narian mulai mengusik ketenangan Valen yang jujur bingung harus berpendapat apa.
Karena selama ini apapun pendapat yang dikemukakan tidak ada yang dipercayai, termasuk jangan terlalu memercayai ramalan zodiak yang dianggapnya mendahului kehendak Allah kalau kita langsung memercayainya.
“Udah jangan langsung percaya gitu deh! Begini saja dua minggu ini sikap Kak Dito gimana? Apakah ada yang aneh?” tanya Valen lebih lanjut untuk menenangkan hati Narian yang tampaknya kalut hanya gara-gara ramalan bintang yang pastinya belum tentu kebenarannya. Tapi demi Narian lebih baik Valen memilih untuk peduli.
“Hmmm biasa saja sih, ya gak ada perubahan. Masih ngapel di malam Minggu, masih suka telepon malam-malam dan yah masih perhatian kok,” ungkap Narian tenang sambil mengangguk-angguk kepala.
“Nah ya sudah! Berarti ramalan zodiak kamu hanya memprovokator biar bawaannya curiga terus, malah nanti jadi buat kamu ribut dengan Kak Dito. Nggak lucu kan kamu marah-marah atau curiga nggak jelas ke Kak Dito gara-gara memercayai ramalan zodiak asmaramu yang gak bagus,” Valen menasihati panjang lebar Narian yang mulai tampak bingung.
Valen yakin pasti Narian bingung mau percaya ramalan bintang tentang asmaranya atau memilih mengikuti saran Valen.
Dan Valen yakin Narian pasti lebih percaya pada ramalan bintangnya, maka terkadang Valen sudah malas berkomentar apapun saat ramalan bintang yang dibacakan Narian menurutnya nggak benar, tapi tetap saja dijadikan pegangan.
Valen capek terkadang bila ramalan bintang jelek harus terus membangkitkan semangat Narian yang down, tapi Valen sadar ternyata rasa sayang dalam hatinya menyadarkan Valen untuk terus di samping Narian yang mengoceh tentang ramalan bintang tak ada hentinya.
Dan akhirnya Valen kembali memilih diam lagi karena Narian tampaknya masih resah galau akan ramalan bintang zodiaknya yang diyakini benar.
***
Jujur Valen juga merasa kasihan dengan sahabatnya ini, tapi Narian tetap saja keras kepala dan percaya setiap perkataan peramal horoskop di majalah kesayangannya.
Hanya saja memang ada benarnya juga saat Narian mulai curiga dengan perubahan Kak Dito berdasarkan ramalan bintang yang menyebutkan pasangan mencurigakan.
Ternyata beberapa kali Kak Dito tidak melewatkan malam Minggu bersama Narian, bahkan Narian menyuruh Valen menemani beberapa malam Minggunya.
Valen bodohnya selalu menurut saja padahal hanya disuruh menemani di teras sembari dengar cerita, lagi-lagi tentang perbintangan atau permainan kartu tarot. Kalau sudah ngantuk baru boleh pulang ke rumah dan Narian akan menjemput mimpinya dengan puas karena semua teori perbintangan sudah dibagi dengan Valen yang setia mendengarkannya.
Bahkan sekali pernah pulang dari malam Minggu atas permintaan Si Horoscope Girl dirinya datang, Valen kehujanan di tengah perjalanan pulang, padahal jam sudah menunjukkan pukul 21.00.
Sempurna sudah kesengsaraan Valen karena sepeda balapnya tiba-tiba bannya bocor juga, dan tidak ada tambal ban yang buka malam-malam.
Valen mau marah dengan Narian tetapi kok tetap saja nggak bisa.
The Horoscope Girl sempurna juga membuat benar-benar Valen tak berdaya, padahal Valen sadar dirinya tidak pernah dan selamanya dianggap orang yang spesial buat Narian, tapi hanya untuk intermezzo saja.
***
Valen tidak mempermasalahkan segala penderitaannya, sampai suatu hari Valen melihat Kak Dito di sebuah mal tengah bergandengan dengan Regina, murid baru pindahan Surabaya yang berwajah blasteran.
Mereka tampak sangat mesra, Valen ingin mendatangi Kak Dito dan melabraknya, tapi akal sehatnya mencegah Valen untuk berbuat anarkis di tengah keramaian orang.
Valen memendam dalam hati, saat itu belum ada rasa sampai titik cinta terhadap Narian. Hatinya marah akan pengkhianatan Kak Dito terhadap Narian walau dirinya hanya dianggap sebatas sahabat. Valen tidak rela Narian sebagai sahabat terbaiknya diduakan oleh Kak Dito.
Besoknya Valen akan bercerita penemuannya, tapi baru saja dia akan bercerita, terpotong dengan cerocosan Narian yang riang karena di tangannya sudah ada majalah Felia dengan halaman ramalan zodiaknya.
”Val, asyik banget nih ramalan asmaraku dua minggu ke depan pasangan akan memberikan sebuah kejutan. Val… gue yakin banget pasti Kak Dito sedang merencanakan sebuah surprise ulang tahun aku dua minggu lagi.”
Melihat mata Narian yang berbinar-binar akan ramalan bintang asmaranya yang tampaknya bagus, Valen jadi tidak jadi bercerita apa yang dilihatnya kemarin sore.
Valen yakin sekali Kak Dito dan Regina sudah pacaran, sore kemarin mereka bergandengan, berangkulan dan sesekali Kak Dito mengelus rambut Regina. Rasanya nggak mungkin kalau mereka nggak jadian.
“Val kok kamu bengong sih? Ikut senang dong!” Narian selalu bersemangat bila ramalan bintangnya bagus.
Valen hanya bisa tersenyum tipis.
“Narian kamu itu nggak nyadar! Kalau ramalan bintang kamu nggak ada benarnya sama sekali, tapi ya sudahlah kan dibilang akan ada kejutan, kita lihat saja,” bisik hati Valen dan memutuskan untuk tidak ikut campur masalah asmara Narian dan Kak Dito.
***
Dan Valen memutuskan membiarkan waktu yang akan menunjukkan kebenarannya...
Hari Jumat ceria dan Narian juga tampak sangat bahagia, bahkan sepanjang berangkat sekolah membonceng Valen terus bersenadung.
“Senang banget kaya lagi dapat lotre,” kritik Valen dengan napas ngos-ngosan karena Narian sepertinya tambah berat badannya.
“Iya doooong, besok aku ulang tahun dan Kak Dito pasti sudah menyiapkan kado spesial buatku,” jawab Narian sok yakin.
“Hmmm iya semoga… eeeh kamu ulang tahun, aku ditraktir gak nih?” iseng Valen dengan polos bertanya.
“Huuuuu mana dulu kadonya, baru aku traktir,” awab Narian ketus.
“Yaaah harus kasih kado dulu ya, nggak cukup aku tiap hari sudah jadi sopir kamu?” Valen mencoba ngotot.
“Yeee, sopir sepeda aja...” gerutu Narian.
“Hmmmm iya deh kalau harus bersaing dengan Kak Dito memang aku nggak ada apa-apanya. Apalagi bintangku nggak jodoh dengan bintang kamu!” Valen pura-pura ngambek, padahal dalam hati hanya ingin menguji saja apakah Narian benar-benar nggak peduli, nyatanya memang nggak peduli.
Oh tears…
“Nah itu udah tahu jawabannya!” kata Narian sadis tanpa memikirkan Valen juga mempunyai perasaan.
Tapi dasar Narian, mau bertindak apapun nyatanya Valen juga tidak pernah bisa marah dan menjauh karena Narian juga selalu lengket dengannya.
Hari Sabtu, Valen memilih pergi ke toko buku daripada memikirkan Narian yang tengah merayakan ulang tahun bersama Kak Dito dan tidak mau mentraktir dirinya sama sekali.
Valen hanya mengirim WhatsApp.
WA Valen:
Horoscope Girl, happy birthday best wishes and I hope you will change not too trusting about horoscope ...
Valen seratus persen yakin kalau memang dirinya nggak ada artinya meskipun sekedar sahabat, nyatanya tak ada balasan untuk ucapan WhatsApp-nya.
Bagi Valen cukup terhibur pergi ke toko buku favoritnya, saat tengah asyik membaca sebuah sinopsis novel teenlit komedi romantis, tiba-tiba matanya ditutup sehingga Valen terputus tengah membaca novel yang rencananya mau dibeli untuk kado ulang tahun Narian.
“Ihh siapa sih?” Valen berusaha menebak empunya tangan sambil memegang tangan lembut yang menutup matanya.
“Martha... Martha? Ngapain kamu di sini?” Valen tidak menyangka akan bertemu Martha, teman saat kelas VII sampai IX saat di SMP Melati.
“Ih Valen ya pastinya hunting novel lah! Kamu kaya nggak tahu aku saja! Kamu ya sombong sekali sejak diterima di SMU Seroja! Kamu melupakan aku setahun ini! Dasar Valen Van Guguk!” Martha mencibirkan lidahnya.
“Kamuuuu!!! Nggak berubah aja ngerubah nama orang seenaknya! Nama aku Valensio Vanora, enak aja jadi Valen Van Guguk emangnya aku a dog. Kualat! Sembarangan aja kalau njeplak!” balas Valen sewot.
“Jiaaah sewot! Kamu bisanya sewot hanya denganku, tapi coba sesekali sewot dengan cewek yang tiap hari kamu boncengin bisa nggak?” Martha menatap tajam Valen dengan tatapan penuh misteri.
“Bukan urusan kamu kalee, dia nggak seperti kamu! Menyebalkan!” balas Valen sengit.
Valen berpikir cepat daripada jadi perang dunia ketiga dengan Martha, teman sewaktu SMP sekaligus juga musuh bebuyutan karena Martha terkadang suka menyerang dirinya dengan tak terduga.
Valen memilih bergegas ke kasir untuk membayar novel teenlit komedi sebagai kado ulang tahun Narian.
“Uiiih pasti itu novel buat... siapa tuh… The Horoscope Girl norak!” Martha menyindir pas di telinga Valen, membuat kuping Valen panas.
“Kamu kenapa sih, kok kamu tahu banyak aku dan Narian sih? Oh jadi selama ini kamu stalker-in medsos aku ya! Kamu kangen dengan teman berantem semasa SMP?” Valen memelototkan matanya.
Andai Valen tahu sebenarnya Martha diam-diam tak tahan untuk menangis karena Valen tidak pernah sadar kalau Martha sebenarnya menyukai Valen sejak kelas VIII. Valen terlalu dingin dan aneh, dia sepertinya alergi dengan cewek.
Sebenarnya Martha tahu Valen anti dengan cewek karena identik dengan bawel, cengeng dan rempong.
Valen mempunyai kakak perempuan yang sehari- hari sibuk ke salon karena selalu maunya sempurna dalam penampilan. Demikian mamanya yang selalu sibuk dengan baju-baju yang mendukung karier mamanya untuk berpenampilan sempurna.
Melihat mama dan kakak perempuannya yang rempong membuat Valen alergi cewek.
Makanya Martha lebih senang mengibarkan bendera bermusuhan agar dapat perhatian Valen, tanpa harus diketahui perasaan dirinya yang sebenarnya.
Dengan mengganggu Valen dan terus menggodanya, Martha berharap Valen akan selalu mengingat dirinya dan suatu hari menyadari kalau tanpa ada Martha maka Valen akan kesepian.
Dan memang tanpa sepengetahuan Martha,Valen memang merasa kesepian kalau hari-hari terlewati masa SMP tidak ada Martha yang selalu terang-terangan menggodanya.
Sampai akhirnya saat SMU harus berpisah karena Martha meneruskan di SMU Kartika, khusus sekolah cewek-cewek dan cerita tentang Valen hanya Martha terima dari Niko yang melanjutkan SMU bareng dengan Valen, walau tidak satu kelas.
Martha mendapat cerita tentang Valen termasuk Valen setahun ini dekat dengan cewek yang mendapat julukan The Horoscope Girl karena dia selalu memercayai ramalan bintang di majalah remaja juga dari cerita Niko.
Hanya Niko satu-satunya yang tahu ada hati yang selalu menunggu Valen dan itu adalah Martha, tapi tampaknya Valen hanya peduli dengan Narian yang sudah resmi menjadi pacar Kak Dito.
Niko juga bingung karena status Narian sebagai pacar Kak Dito tidak membuat Narian jadi jauh dengan Valen, malah tetap saja lengket numpang sepeda balap Valen berangkat dan pulang sekolah.
“Val tunggu dong! Kamu kok langsung kabur sihh... kamu nggak kangen denganku?” Martha nekat memegang tangan Valen dan merajuk memelas.
Jujur dalam hati Valen kaget juga dipegang tangannya oleh Martha. Tadi juga saat menyentuh tangan Martha yang menutupi matanya, hatinya berdebar sesaat.
“Hmmm baiklah, apa yang kamu inginkan Martha?” Valen melunak dan bertanya sok cool.
“Hmmm nah gitu, kamu jadi tampak makin tampan kalau bersikap lembut. Yuk ngopi di Kedai Coffe Cossy, kita ngobrol apa saja. Setahun Valen Van Guguk kita gak bertemu dan bukan waktu yang singkat aku kangen dengan teman bertengkar semasa SMP dan hmmm… ceritalah setahun ini kamu ngapain saja sih sampai tidak pernah menghubungi aku!” Martha langsung merangkul Valen yang sepertinya mau marah lagi karena Martha selalu mengubah nama dirinya seenaknya.
“Ihh masih gampang marah juga. Kamu enggak berubah!” Martha masih saja menggodanya.
Dan tak terasa jam terus berjalan, sambil menikmati suasana yang hangat di Kedai Coffe Cossy Valen bisa merasakan keasyikan juga bertemu dan ngobrol dengan Martha, yang selanjutnya banyak bercerita tanpa menggoda dirinya lagi.
Sesaat Valen melupakan ulang tahun Narian yang hanya membuat hatinya pilu, karena pastinya Narian sekarang sedang sangat berbahagia dengan kejutan Kak Dito akan ulang tahunnya sesuai dengan ramalan bintangnya.
Valen memutuskan mengantar Martha pulang ke rumah dengan taksi, tak terasa ngobrol dengan Martha yang lebih bersikap dewasa dan serius membius hati Valen.
Valen tahu Martha semakin dewasa dan tidak sekonyol waktu lalu. Hanya di awal pertemuan saja sepertinya Martha masih menyebalkan, ternyata saat ngobrol Martha sudah berubah, Martha juga tampak lebih cantik.
Setelah Martha masuk ke rumah, sisa perjalanan pulang, jujur Valen jadi banyak senyum sendiri.
Ada debaran halus yang tidak bisa dibohongi hadir menyapanya dengan pertemuan barusan bersama Martha Maharani, teman berantem sewaktu masa SMP.
***
Hari Minggunya Valen berniat menemui Martha, sementara di rumah Martha sudah berdandan cantik dan menunggu Valen.
Martha berjanji kali ini di dalam hati ingin mengubah image dirinya yang menyebalkan di mata Valen menjadi sosok yang lebih dewasa, anggun dan pastinya lebih memesona.
Tapi tiba-tiba handphone Valen berkring-kring banyak sekali ketika baru saja terisi baterai.
Dari sore kemarin lowbat dan kagetnya isi Whats- App semua berasal dari The Horoscope Girl.
Valen membuka satu per satu pesan dari Narian…
WA Horoscope Girl(1) :
Val kamu di mana, bisa ke rumah?
WA Horoscope Girl(2):
Valeeeen cepetan! Aku mau mati saja!
WA Horoscope Girl(3):
Aku diputusin Kak Dito di ulang tahunku! Sadis!
WA Horoscope Girl(4):
Ramalan bintang kali ini bisa dibilang benar dan tidak! Ternyata bukan kejutan yang menyenangkan! Valeeeeen aku tunggu kamu sekarang!
Valen langsung kaget, “Sial-sial… ternyata Narian membutuhkan aku dari semalam, eeeegh gara-gara aku memenuhi permintaan Martha ngopi jadi terlambat menemani dia saat lagi ada masalah berat. Duh semoga Narian baik-abik saja!”
Valen segera melesat dengan sepeda balapnya menuju rumah Narian, apalagi setelah membaca semua WhatsApp Narian dia juga sudah berusaha menelepon balik tapi tidak diangkat oleh Narian.
Pikiran Valen sudah negatif saja. Apalagi mengingat dirinya seharusnya sudah tahu kalau Kak Dito itu sudah jadian dengan Regina, tapi Valen memutuskan untuk diam karena percuma juga, apapun yang akan Valen sampaikan pada Narian pasti sia-sia karena Narian hanya percaya apa omongan ramalan bintangnya.
Dan nyatanya ramalan bintangnya nggak tepat! Atau Nariannya juga yang terlalu yakin ambil kesimpulan kalau kejutan yang diberikan pasangannya adalah kejutan yang bakalan menyenangkan, ternyata kejutan yang menyedihkan!
Valen bergegas mengetuk rumah Narian yang tampak sepi, dan benar yang keluar si bibi dengan tergopoh-gopoh.
“Bi… Narian di mana?” Valen bertanya panik.
“Iya Mas, Non Narian semalam pingsan terus dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan dan katanya dirawat,” terang Bibi Beti.
“Oh, ya sudah Bi aku langsung ke sana saja. Terima kasih ya Bi…”
Valen segera menyetop taksi yang membawa dirinya meluncur ke Rumah Sakit Persahabatan.
***
Di Rumah Sakit Persahabatan, Valen langsung mendapat izin untuk menemui Narian yang terbaring lemah dengan wajah masih agak pucat.
Mama dan papa Narian menyingkir untuk memberikan ruang dan waktu pada Valen dan Narian berdua.
“Nari maaf, semalam hape aku lowbat dan baru tadi pagi aku charger jadi aku juga baru baca WhatsApp kamu,” Valen meminta maaf.
“Hmmm iya nggak apa-apa, kamu memang bukan Superman yang bisa setiap saat menolong Louis,” Narian tersenyum tipis.
Valen sedikit lega karena Narian tampaknya sudah mau bercanda.
“Iya iyalah, aku kan Valen bukan Superman dan aku cuma kacung kampret kamu, mana bisa aku jadi penjaga dan penolong kamu terus-terusan,” balas Valen.
Keduanya sesaat terdiam.
“Heh jadi apa cerita kamu semalam sampai WA-an ingin mati aja?” tanya Valen lanjut.
“Oh ya, aku WA-an gitu ya? Ah sudahlah, forgeted! Ternyata Kak Dito sudah punya pilihan lain Val, dan sepertinya memang dia ingin melukai aku. Pas aku menunggu kedatangannya dalam rangka ulang tahunku semalam, ternyata dia datang bersama seorang cewek, hmmm let’s guess?”
Valen mau saja menebak dan pasti benar, tapi kembali lebih baik tidak mencampuri urusan asmara sahabatnya, walau hatinya juga ikut sakit atas perilaku Kak Dito yang sangat tidak berperasaan.
Dan tekad Valen sudah bulat untuk memberikan pelajaran pada Kak Dito sekaligus membalas dendam setahun lalu dirinya dihukum lari keliling lapangan sepuluh kali karena meng-cover hukuman yang seharusnya Narian juga jalani, saat mereka sama-sama terlambat di hari pertama Masa Orientasi Sekolah.
“Yah Kak Dito datang dengan Regina, murid baru. mereka jadian Val, dan sepertinya Kak Dito nggak ada pilihan karena sepertinya otak Regina yang jahat! Dia ingin memperlihatkan pada aku sudah sah jadi pacar Kak Dito dengan memaksa Kak Dito mengatakan yang sejujurnya hubungan mereka pas di ulang tahunku. Jadi ramalan bintang itu gak seratus persen salah juga sih karena hanya akan menyebutkan ada kejutan dan benar-benar kejutan semalam...” Narian tampak termenung.
“What’s… OMG, ramalan bintang lagi!! Dan dianggap nggak salah?” Valen geleng-geleng kepala, tapi Valen bisa merasa lega sekarang, berarti Narian sudah normal lagi karena indikasi Narian normal kalau sudah kembali berceloteh yang berhubungan dengan ramalan bintang, walau Valen harus ber-Oh My Ghost berulang kali.
“Terus kenapa kamu sampai terkapar begini Nari?” Valen menarik tangan Narian otomatis.
“Heh aku kaget asli! Seperti disambar petir saja dengan kedatangan sejoli baru yang sama sekali tidak aku duga! Semalam dan pingin pingsan aja! Memang pingsan dan tahu-tahu sudah di rumah sakit ini. Rasanya sih aku mau minta pulang aja sekarang. Semalaman cuma numpang tidur aja kok di sini hehehehe,” Narian sudah tertawa gokil.
“Dasaaaaar Horoscope Girl! Suka buat sensasi aja! Kasihan kan Mama Papa kamu di luar wajahnya jadi mendung dan sebentar lagi gerimis!” Valen memeluk Narian hangat.
“Awas ah, aku gak mau dipeluk-peluk kamu,” Narian benar-benar bergidik dan ogah dipeluk Valen, walau barusan sejenak dia merasakan pelukan Valen yang hangat, gara-gara teringat kata ramalan bintang dirinya si Gemini dan Valen si Sagitarius tak pernah bisa berjodoh. Jodoh Gemini yang paling tepat adalah tetap Aquarius dan Libra.
Narian seperti tidak menyadari kesalahannya, nyatanya baru saja semalam Kak Dito yang berbintang Aquarius pun telah meninggalkan dirinya dengan cewek lain.
“Hmmm jadi kamu sudah percaya kan kalau ramalan bintang kamu itu salah besar, nyatanya Aquarius yang katanya paling pas menjadi pasangan asmara dengan Gemini berakhir juga di Juni ini,” Valen menggoda dengan memelesetkan lagunya Glen “Berakhir di Januari”.
Cinta Kak Dito terhadap Narian sudah berakhir di bulan Juni, pas dengan bulan kelahiran Narian, tepatnya di tanggal 14 Juni. Valen sekaligus bermaksud mengingatkan untuk tidak memercayai ramalan bintang terus. Memang Narian harus diingatin terus-menerus untuk tidak seslalu percaya pada ramalan zodiak.
“Enggak juga sih…” Narian berkata sambil tetap senyum-senyum sumringah, entah menguap ke mana kesedihan semalam yang membuatnya pingsan dan menginap semalam di rumah sakit.
“Faktanya kan memang begitu Nari, Kak Dito yang berbintang Aquarius dengan gampang menyakiti kamu. Sudahlah jangan memercayai asmara berdasarkan ramalan bintang lagi! Aku enggak ingin melihat kamu sedih lagi gara-gara ramalan bintang yang belum tentu benar,” kali ini kesempatan bagus buat Valen mendoktrin Narian untuk tidak lagi memercayai ramalan bintang dengan fakta yang Narian alami.
Nyatanya jelas-jelas Kak Dito yang selalu dipuja memilih cewek lain dan menghancurkan hati Narian pas di hari ulang tahunnya, sungguh keterlaluan sekali mengingat betapa Narian sudah berharap mendapat kejutan yang istimewa dari Kak Dito di hari spesialnya.
“Yeeee bukan gitu juga kesimpulannya Val, kalau kali ini bintang Aquarius nggak berjodoh berarti aku harus mencari pasangan cowok yang berbintang Libra sekarang! Karena di ramalan memang ada dua bintang untuk asmara yang paling cocok dengan Gemini. Kalau kali ini aku gagal dengan Aquarius, berarti aku harus bertemu dengan cowok Libra. Dan Val… kali ini aku yakin sekali kalau jodohku yang terbaik bukan lagi Aquarius tetapi LIBRA! Dan aku semakin yakin itulah jodoh terbaikku! Pastinya bukan Sagitarius punya kamu!” Narian berceloteh cuek dan keras kepala tetap tanpa perasaan.
“Oh My Ghost! Nariaaaaaan! Tapi sudahlah yang terpenting sekarang kamu berhasil move on dari Kak Dito!” Valen menutup wajahnya dengan dua tangan dan membukanya dengan mencoba tetap tersenyum atas keputusan Narian barusan.
“Ah memang dasar Horoscope Girl, nasib selamanya aku hanya jadi kacung kampret Narian atas nama persahabatan…” Valen nelangsa dalam hati.

Other Stories
Aparar Keparat

aparat memang keparat ...

First Love Fall

Rena mengira dengan mendapat beasiswa akan menjadi petualangan yang menyenangkan. Tapi sia ...

Cinta Buta

Marthy jatuh cinta pada Edo yang dikenalnya lewat media sosial dan rela berkorban meski be ...

Dia Bukan Dia

Sebuah pengkhianatan yang jauh lebih gelap dari perselingkuhan biasa. Malam itu, di tengah ...

Nyanyian Hati Seruni

Awalnya ragu dan kesal dengan aturan ketat sebagai istri prajurit TNI AD, ia justru belaja ...

Hanya Ibu

Perjuangan bunga, pengamen kecil yang ditinggal ayahnya meninggal karena sakit jantung sej ...

Download Titik & Koma